• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Merasa disindir ama Sinetron Religi

Samantha

IndoForum Senior B
No. Urut
43737
Sejak
17 Mei 2008
Pesan
6.450
Nilai reaksi
157
Poin
63
bukan bermaksud promosi atau apa..
tetapi..
semalam, aku dapat sebuah pelajaran..
tentang.. "Apa tujuan hidupku.."

jadi, ada sebuah sinetron yang memang favorit aku sih.. judulnya Islam KTP.
di beberapa episode belakangan ini.. menayangkan cerita seorang cewek metal.. yang pertamanya jauh dari Allah. padahal, orang tua selalu mengingatkan tentang sholat, puasa, dll. berharap putrinya jadi wanita sholehah.

mirip banget ama kehidupan pribadiku.. ya aku.. merasa masih belum maksimal mendekatkan diri pada Allah. sholatku.. -_-a aku meninggalkannya sudah lama. Namun aku sungguh cinta sama Allah.. aku sadar.. keislamanku.. masih Islam KTP. tobatku.. cuma tobat maksiat.. -_-a Ya Allah.. ampuni aku.. tuntunlah aku untuk menuju dekat kepadaMu..

udah gitu. si cewek metal ini tadi.. dia selumnya tidak berjilbab, akhirnya dapat hidayah, dan berjilbab..
sementara aku..
dulu aku berjilbab... dan aku pernah menunaikan ibadah haji.. namun, hanya karena takdirku kayak gini.. aku lepas semuanya.. aku menjauhiNya..

guys..
aku pengen kayak cewek itu..
aku merasa disindir.. air mata aku jatuh..
hati aku kayak ditusuk-tusuk.. :(

doakan aku ya.. semoga aku mampu semakin dekat ama Allah..
aku mau sholat....
karena aku merasa.. malu juga..
banyak orang yang lebih susah dan kesulitan dari pada aku..
tapi Iman dan Taqwa mereka sama Allah lebih hebat dari pada Aulia' sekali pun..
kok aku yang makan minum cukup tidur enak engga???

aku harus bisa...

Ya Allah.. I'm coming....
 
subbahanallah....

alhamdulillah.....

semoga hidup kita semakin ISLAM,..
tapi cc, karena cc tercerahkan oleh "sinetron", maka banyak hal yang harus diluruskan, example: dalam ISLAM tidak ada jilbab, apalagi jilbab modis yang ngelilit leher kayak ular (seperti di sinetron2), yang ada adalah hijab, itulah pakaian muslimah.

saran saya, lebih baik mencari hidayah dari AL QUR'AN dan AS SUNNAH, dengan menghadiri majelis taqlim, dengan sering menghadiri kajian-kajian agama (bukan ceramah ya mbak), daripada hati ini tercerahkan oleh musik, film, sinetron.
 
perlu dontload ingat..
bahwa Allah bisa kasih hidayah lewat perantara apapun
musik, film, sinetron, novel, majalah.. dapat menjadi perantara syi'ar yang menyalurkan hidayah Allah :)

apalagi di jaman serba entertain kayak gini..
musik, film, sinetron, novel, majalah dan sejenisnya itu.. adalah alat syi'ar paling mudah :)

dari mana pun datangnya hidayah Allah.. kita wajib bersyukur.

tapi terserah dontload deh.. :)
kita beda pandangan si
 
ya saya cuma mengingatkan, karena sinetron, film, novel, etc isinya terlalu banyak fitnah, baik syubhat maupun syahwat.

apalagi di jaman serba entertain kayak gini..
musik, film, sinetron, novel, majalah dan sejenisnya itu.. adalah alat syi'ar paling mudah

bener banget, tapi sayangnya, "cara" syiar tersebut banyak disalahgunakan
ex: sinetron bertemakan religi, tapi isinya tentang percintaan, lawakan menggunakan tema agama, subbahanallah, semoga mereka diberi ampunan.......

klo musik, ya tentu saja haram

Pernyataan ulama mengenai musik :

1. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
الْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِي الْقَلْبِ

“Nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati.” (Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malahi, 4/2, Al-Baihaqi dari jalannya, 10/223, dan Syu’abul Iman, 4/5098-5099. Dishahihkan Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 10. Diriwayatkan juga secara marfu’, namun sanadnya lemah)

2. Ishaq bin Thabba` rahimahullahu berkata: Aku bertanya kepada Malik bin Anas rahimahullahu tentang sebagian penduduk Madinah yang membolehkan nyanyian. Maka beliau mejawab: “Sesungguhnya menurut kami, orang-orang yang melakukannya adalah orang yang fasiq (rusak).” (Diriwayatkan Abu Bakr Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf: 32, dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 244, dengan sanad yang shahih)

Beliau juga ditanya: “Orang yang memukul genderang dan berseruling, lalu dia mendengarnya dan merasakan kenikmatan, baik di jalan atau di majelis?”
Beliau menjawab: “Hendaklah dia berdiri (meninggalkan majelis) jika ia merasa enak dengannya, kecuali jika ia duduk karena ada satu kebutuhan, atau dia tidak bisa berdiri. Adapun kalau di jalan, maka hendaklah dia mundur atau maju (hingga tidak mendengarnya).” (Al-Jami’, Al-Qairawani, 262)

3. Al-Imam Al-Auza’i rahimahullahu berkata: ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu menulis sebuah surat kepada ‘Umar bin Walid yang isinya: “… Dan engkau yang menyebarkan alat musik dan seruling, (itu) adalah perbuatan bid’ah dalam Islam.” (Diriwayatkan An-Nasa`i, 2/178, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 5/270. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 120)

4. ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash- Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148)
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abid Dunya (45), dari Al-Qasim bin Salman, dari Asy- Sya’bi, dia berkata: “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat biduan dan biduanita.” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 13)

5. Ibrahim bin Al-Mundzir rahimahullahu –seorang tsiqah (tepercaya) yang berasal dari Madinah, salah seorang guru Al-Imam Al-Bukhari Rahimahullah– ditanya: “Apakah engkau membolehkan nyanyian?” Beliau menjawab: “Aku berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada yang melakukannya menurut kami kecuali orang-orang fasiq.” (Diriwayatkan Al-Khallal dengan sanad yang shahih, lihat At-Tahrim hal. 100)

6. Ibnul Jauzi rahimahullahu berkata: “Para tokoh dari murid-murid Al-Imam Asy- Syafi’i rahimahullahu mengingkari nyanyian. Para pendahulu mereka, tidak diketahui ada perselisihan di antara mereka. Sementara para pembesar orang- orang belakangan, juga mengingkari hal tersebut. Di antara mereka adalah Abuth Thayyib Ath-Thabari, yang memiliki kitab yang dikarang khusus tentang tercela dan terlarangnya nyanyian.

Lalu beliau berkata: “Ini adalah ucapan para ulama Syafi’iyyah dan orang yang taat di antara mereka. Sesungguhnya yang memberi keringanan dalam hal tersebut dari mereka adalah orang-orang yang sedikit ilmunya serta didominasi oleh hawa nafsunya. Para fuqaha dari sahabat kami (para pengikut mazhab Hambali) menyatakan: ‘Tidak diterima persaksian seorang biduan dan para penari.’ Wallahul muwaffiq.” (Talbis Iblis, hal. 283-284)

7. Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191)

8. Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56)

9. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu di atas. (Majmu’ Fatawa, 11/576)

Masih banyak lagi pernyataan para ulama yang menjelaskan tentang haramnya musik beserta nyanyian.

Wallahu a’lam.
 
alhamdulillah.....

mba dapet hidayah melalui sinetron ntu.....

memang tidak semua org tergugah walopun dikasi gambaran dan nasehat scr langsung sekalipun.....tidak semua orang....!

Allah telah membuka pintu hidayahnya kepada kita....
sekarang tergantung kita menghayatinya.....

semoga anda termasuk orang yang bersyukur..... Amien
 
alhamdulillah.....

mba dapet hidayah melalui sinetron ntu.....

memang tidak semua org tergugah walopun dikasi gambaran dan nasehat scr langsung sekalipun.....tidak semua orang....!

Allah telah membuka pintu hidayahnya kepada kita....
sekarang tergantung kita menghayatinya.....

semoga anda termasuk orang yang bersyukur..... Amien

Alhamdulillah..

aku menyukai musik, dan hidup di dalam musik :)
kalau aku mampu.. ingin syiar melalui lagu..

ya wes.. kalo musik itu haram, jangan lagi nyanyi, "Thola'al badru alaiina.. minsani yaatil wadaa'.."

dan kalau musik itu haram.. jangan lagi ada suara di muka bumi ini..
karena semua suara yang timbul.... bahkan desahan nafas sekali pun.. -_-a
itu juga termasuk musik :D

mas Goldway.. aku salut ama yang kau cetak tebal :)
memang kayak gitu semestinya orang Muslim berkata..
sederhana, tapi ngena -_-a
makasih, ya.. >:D<
 
jangan objektif donk :D

saya mencoba memberi saran, jadi bukan menyudutkan, bukan pula ngomong asal sruduk, yah, saya mengingatkan sesama muslim...
he, klo tanggapannya gitu, mo nyanyi-nyanyi ya itu terserah anda, asal syiar nyanyi-nyanyinya nggak kayak orang nasrani, kita kan punya metode tersendiri dalam ISLAM, he....
sory, saya jadi senyum-senyum sendiri, semoga saran-saran saya tidak membuat terputusnya tali sliturahmi dan kasih sayang kita sebagai sesama muslim,... :D
 
Alhamdulillah..

aku menyukai musik, dan hidup di dalam musik :)
kalau aku mampu.. ingin syiar melalui lagu..

ya wes.. kalo musik itu haram, jangan lagi nyanyi, "Thola'al badru alaiina.. minsani yaatil wadaa'.."

dan kalau musik itu haram.. jangan lagi ada suara di muka bumi ini..
karena semua suara yang timbul.... bahkan desahan nafas sekali pun.. -_-a
itu juga termasuk musik :D

mas Goldway.. aku salut ama yang kau cetak tebal :)
memang kayak gitu semestinya orang Muslim berkata..
sederhana, tapi ngena -_-a
makasih, ya.. >:D<

ssssssttttt musik itu berisikan lagu juga kan...

Allah SWT mencintai keindahan, sehingga kita membaca AlQuran pun dengan nada yang indah dengan seindah indahnya suara seperti sedang bernyanyi...

So, kalau musik = Haram... saya sebagai umat islam yang bodoh ini hanya bisa :D

jangan objektif donk :D

saya mencoba memberi saran, jadi bukan menyudutkan, bukan pula ngomong asal sruduk, yah, saya mengingatkan sesama muslim...
he, klo tanggapannya gitu, mo nyanyi-nyanyi ya itu terserah anda, asal syiar nyanyi-nyanyinya nggak kayak orang nasrani, kita kan punya metode tersendiri dalam ISLAM, he....
sory, saya jadi senyum-senyum sendiri, semoga saran-saran saya tidak membuat terputusnya tali sliturahmi dan kasih sayang kita sebagai sesama muslim,... :D

Iya dong, jangan sampai putus silaturahmi... kita tetap share dan discuss aja, untuk kepastiannya kita tanyakan langsung ke ulama di sekitar kita...

>:D<
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.