• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Menyuarakan Kebenaran berujung kematian

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Salim kancil namanya, ia tinggal di sebuah desa selok awer-awer, kecamatan pasirian Lumajang, Jawa timu,pekerjaanya sehari-hari ialah jadi nelayang.

Pada sewaktu hari, ia bersama kawanya mengerjakan protes akibat adanya penambangan ilegal di desanya. Yang di khawatirkan, akan merusak kelestarian alam.

Perlawanan ia pun di mulai secara diam-diam bersama kawanya , supaya aktivitas perlawanan mereka tidak di ketahui, Akhirnya perlawanan salim kancil pun mulai di ketahui regu 12 yaitu mantan kepala desa mereka sendiri.

Ancaman intimindasi pun mulai berdatangan, namun, semangat memperjuangkan untuk hak hidup & menolak tambang malah semakin membesar.

Kemudian salim kancil melaporkan intimindasi & ancaman para petani yg menolak tambang ke kepolisian sektor pasirian.

KORNOLOGI

Atas nihilnya tanggapan dari aparat, Salim pun kemudian membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa Selok Awar-awar (FORUM) yg terdiri dari 11 warga untuk angkatan pertama, yakni Tosan, Iksan Sumar, Ansori, Sapari, Abdul Hamid, Turiman, Muhammad Hariyadi, Rosyid, Mohammad Imam, & Ridwan. Mereka mulai mengerjakan gerakan advokasi protes tentang penambangan pasir yg mengakibatkan rusaknya lingkungan di desa Selok Awar-awar, dengan cara bersurat kepada Pemerintahan Desa Selok Awar-Awar, Pemerintahan Kecamatan Pasirian bahkan kepada Pemerintahan Kabupaten Lumajang.

Pada Juni, kelompok ini menyurati Bupati Lumajang As'at Malik untuk meminta audiensi tentang penolakan tambang pasir, tetapi tidak mendapatkan tanggapan.

Pada 9 September 2015, FORUM mengerjakan aksi damai dengan cara memberhentikan aktivitas penambangan pasir & truk muatan pasir di Balai Desa Selok Awar-Awar yg menghasilkan surat pernyataan dari Kepala desa Selok Awar-Awar untuk menghentikan penambangan pasir.
Pada hari yg sama, Salim & warga yg menolak tambang pasir tersebut mengaku mendapat ancaman pembunuhan. Menurut mereka pengirimnya adalah regu 12 yg diketuai Desir.

Warga melaporkannya kepada aparat, tetapi sekali lagi, tidak mendapatkan tanggapan.
25 September 2015, FORUM merencanakan aksi penolakan tambang pasir pada Sabtu, 26 September pukul 07:30 pagi.

26 September 2015, Tosan, rekan Salim, mulai aksi pada pukul 07:00 dengan menyebar selebaran aksi damai tolak tambang di depan rumahnya bersama Imam. Kemudian ada satu orang yg melintas & membaca selebaran tersebut sambil memarahi Tosan & Imam. Enam puluh menit kemudian, Salim didatangi oleh puluhan orang di rumahnya. Ia diseret ke Balai Desa & dianiaya hingga meninggal dunia.

Pada tanggal, sabtu, 26 September 2015,salim tewas terbunuh oleh sekelompok orang di Balai desa selok awer-awer, kecamatan pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa timur. Kemarin 23:09
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.