• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Menuntut ilmu terlalu tinggi bisa memicu stres?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. kis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

kis

IndoForum Junior E
No. Urut
281032
Sejak
23 Mei 2013
Pesan
1.661
Nilai reaksi
36
Poin
48
8FQC.jpg
Selama ini, orang-orang dengan pendidikan rendah cenderung mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena keterampilan yang kurang memadai. Namun ternyata penelitian terbaru mengungkap kalau menuntut ilmu terlalu tinggi juga bisa memicu stres. Bagaimana bisa?

Mereka yang menuntut ilmu tinggi-tinggi bisa dibilang sebagai 'overeducated'. Maksudnya, orang-orang tersebut mengenyam pendidikan terlalu lama dari syarat pekerjaan yang ditawarkan. Tipe orang overeducated itulah yang akhirnya berisiko tinggi mudah menderita depresi, demikian menurut para peneliti.

Sebagaimana dilansir dari Live Science, sekitar 16.600 karyawan berusia 25-60 tahun di 21 negara-negara di Eropa terlibat dalam penelitian tersebut.

Peneliti kemudian mengukur tingkat depresi karyawan berdasarkan jawaban dari survei yang telah dilaporkan pada pertemuan rutin American Sociological Association.

"Menuntut ilmu terlalu tinggi terkadang bisa memicu stres. Karena banyak orang akhirnya merasa tidak tertantang dengan pekerjaannya," papar peneliti Piet Bracke dari Ghent University di Belgia.

Orang-orang overeducated juga merasa pekerjaannya kurang membanggakan. Itulah penyebab dari depresi mereka.

Meskipun demikian, Bracke menegaskan kalau mengenyam pendidikan tinggi sama sekali bukan hal buruk dan perlu dihentikan. Maka dari itu, perusahaan memang perlu menolak pelamar yang tergolong 'terlalu sempurna' atau 'overqualified' demi menghindari stres dan depresi dari para karyawan.
 
Terakhir disunting:
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.