• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Menteri Perdagangan Australia Akui Sadap SBY

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
0atpE.jpg
Ketika Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott tidak mengakui tindakan penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ada satu menteri yang menyatakan bahwa Australia melakukan penyadapan itu.

Menteri Perdagangan Andrew Robb mengklarifikasi ucapannya ketika diwawancara oleh Televisi ABC pada Rabu 27 November 2013 pagi waktu setempat. Robb mengutarakan bahwa Australia benar menyadap Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

"Amat disayangkan bahwa penyadapan yang terjadi beberapa tahun lalu, terkuak di publik," ujar Robb kepada ABC, yang dikutip Guardian, Rabu (27/11/2013).

"Tetapi hal itu terjadi. Itu adalah fakta kehidupan dan kami harus menghadapi itu. Perdana menteri masih berupaya untuk menangani dengan efektif," lanjutnya.

"Pemerintah saat ini benar-benar menunjukkan penyesalan mendalam terhadap tindakan (penyadapan) yang terjadi beberapa tahun lalu dan menyesali hal ini kepada Presiden (SBY) dan istri," tutur Robb.

Materi penyadapan terkuak melalui dokumen rahasia milik National Security Agency (NSA) yang dibocorkan oleh Edward Snowden. Penyadapan dilakukan Australia terhadap SBY, Ani Yudhoyono, dan beberapa pejabat dalam lingkaran kekuasaan pada 2009.

Hingga saat ini PM Abbott masih belum mengakui ataupun meminta maaf kepada Indonesia mengenai penyadapan. Bahkan dalam surat yang dikirim ke Presiden SBY, tidak menyebutkan permintaan maaf atau memberikan penjelasan resmi tentang penyadapan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.