yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Dalam rangka kunjungannya itu, Mari Elka Pangestu sempat berjalan keliling pasar yang menjadi pusat perdagangan tekstil terbesar di Jawa Tengah. Selain menemui para pedagang kain maupun pakaian batik, ia juga mendatangi sejumlah pedagang kerajinan untuk perlengkapan upacara pernikahan.
Saat mendatangi salah satu pedagang batik dan sarung, Mari pun sempat bertanya-tanya tentang harga sarung yang dipajang secara bertingkat itu. Mengetahui harganya cukup murah, lantas Menparekraf itu pun langsung memborong sarung yang harganya sekitar Rp17.500 per biji untuk persiapan Lebaran nanti.
"Tadi saya beli sarung sebanyak dua kodi. Belanja sarung itu untuk persiapan menyambut Lebaran nanti," kata dia.
Setelah membeli sarung, kemudian Mari Elka Pangestu kembali berjalan berkeliling pasar untuk menemui para pedagang. Ia pun mencoba menyempatkan diri untuk bertanya tentang harga tdan motif batik. Ketika menyebut motif batik wahyu tumurun, sang penjual pun langsung menunjukkannya kepada sang menteri. Harga kain batik tulis dan cap itu dibanderol dengan kisaran harga sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per kain.
"Ya, akhirnya saya beli kain batik motif wahyu tumurun itu seperti tema pada kegiatan Solo Batik Carnival kemarin. Ya, katanya biar wahyunya turun. Selain batik motif itu, saya juga beli desain batik yang lain yang belum saya koleksi," sebutnya
Belum cukup puas, Mari Elka Pangestu pun juga membeli kain jumputan di pedagang kain batik lainnya saat kembali melanjutkannya kelilingnya di Pasar Klewer itu. Ia membeli sebanyak tiga lembar kain jumputan yang berwarna-warni. Kain tersebut per lembarnya dibanderol harga sekitar Rp75 ribu. "Harganya di Pasar Klewer murah lhoo," ujarnya
Setelah puas membeli kain batik dan sarung, Mari Elka Pangestu pun mendatangi kerajinan perlengkapan untuk pernikahan. Ia pun sempat bertanya-tanya tentang beraneka ragam produk kerajinan yang dijualnya. Kemudian, menparekraf itu pun langsung tertarik untuk membeli dua konde. Dua konde tersebut dihargai sekitar Rp300 ribu.
Kedatangan Mari Elka Pangestu ke Pasar Klewer untuk melihat dari dekat perkembangan dan perdagangan batik maupun produk kerajinan lainnya di pasar tersebut. Pasalnya, pihak kementerian sedang mengajukan ke UNESCO bahwa Solo menjadi creative city. Dengan menjadi kota kreatif maka perkembangan dan pelestarian batik akan tetap terjaga.