yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menilai, salah satu cara untuk membenahi PT Industri Kereta Api (INKA) adalah dengan memindahkan pusat kegiatannya dari Madiun, Jawa Timur. Menurut Jonan, pemindahan pusat kegiatan INKA ke kota besar akan merangsang banyak tenaga ahli muda yang mau bekerja di perusahaan tersebut.
"Tidak ada anak muda yang pintar-pintar mau kerja di Madiun. Dipindahkek ke Surabaya atau di mana gitu," ujar dia kepada Kompas.com, Senin (20/7/2015).
Selain menyarankan agar pusat kegiatan PT INKA dipindah ke kota lain, Jonan menilai, upaya lain yang perlu dilakukan pemerintah untuk membenahi PT INKA adalah dengan menyuntikkan danang yang besar untuk proses penelitian dan pengembangan. Bila cara ini dilakukan, ia yakin ke depannya kualitas kereta buatan PT INKA bisa lebih baik.
Meski membutuhkan proses yang tak singkat, Jonan menilai cara tersebut jauh lebih baik daripada yang dilakukan saat ini. Pemerintah memberikan danang bagi PT INKA untuk memproduksi kereta dalam jumlah banyak, namun kualitasnya dianggap buruk.
"Jadi caranya bukan dengan dikasih order banyak, terus disuruhngerjain. Bukan begitu," kata Jonan.
Lebih lanjut, Jonan mengatakan, PT INKA merupakan perusahaan yang berada di bawah wewenang Kementerian BUMN. Oleh karena itu, kewenangan untuk melakukan pembenahan terhadap perusahaan tersebut berada di bawah wewenang Menteri BUMN Rini Soemarno. Ia berharap saran yang disampaikannya bisa menjadi pertimbangan.
"Jadi dukungan pemerintah (Kementerian BUMN) harus bagus. Kalau enggak, ya saya aja yang jadi Dirut PT INKA," ujar mantan Dirut PT KAI ini.
"Tidak ada anak muda yang pintar-pintar mau kerja di Madiun. Dipindahkek ke Surabaya atau di mana gitu," ujar dia kepada Kompas.com, Senin (20/7/2015).
Selain menyarankan agar pusat kegiatan PT INKA dipindah ke kota lain, Jonan menilai, upaya lain yang perlu dilakukan pemerintah untuk membenahi PT INKA adalah dengan menyuntikkan danang yang besar untuk proses penelitian dan pengembangan. Bila cara ini dilakukan, ia yakin ke depannya kualitas kereta buatan PT INKA bisa lebih baik.
Meski membutuhkan proses yang tak singkat, Jonan menilai cara tersebut jauh lebih baik daripada yang dilakukan saat ini. Pemerintah memberikan danang bagi PT INKA untuk memproduksi kereta dalam jumlah banyak, namun kualitasnya dianggap buruk.
"Jadi caranya bukan dengan dikasih order banyak, terus disuruhngerjain. Bukan begitu," kata Jonan.
Lebih lanjut, Jonan mengatakan, PT INKA merupakan perusahaan yang berada di bawah wewenang Kementerian BUMN. Oleh karena itu, kewenangan untuk melakukan pembenahan terhadap perusahaan tersebut berada di bawah wewenang Menteri BUMN Rini Soemarno. Ia berharap saran yang disampaikannya bisa menjadi pertimbangan.
"Jadi dukungan pemerintah (Kementerian BUMN) harus bagus. Kalau enggak, ya saya aja yang jadi Dirut PT INKA," ujar mantan Dirut PT KAI ini.