Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Seorang hacker bernama Bjorka tengah menghebohkan tanah air hingga sekarang & keberadaannya masih jadi rahasia dimana masih jadi buruan pemerintah. Bagaimana tidak, lah wong aksinya seperti amat mudah dalam membobol data penting negara. Namanya saja hacker tentu dia harus pintar, licin & tersamar.
Indonesia sendiri sebenarnya pernah mengalami beberapa serangan hacker termasuk yg datang dari luar negeri. Meski begitu hacker yg dari versi lokal sendiri tidak kalah canggih dalam mengerjakan aksinya, intunya korban dibuat rugi & seolah 'ditelanjangi' di muka biasa hidung belangnya, tentu saja menciptakan para korbannya jadi geram & harap segera mengungkap siapa pelaku sebenarnya.
Beberapa kasus aksi hacker yg masih tersimpan dalam ingatan saya adalah
KASUS PERTAMA
Yaitu hacker dapat menembus database situs miliknya Polri, yaitu si hacker dapat mengumpulkan ribuan informasi log in pada 2021 tahun lalu.
Dimana data ini begitu sensitif karena berupa informasi nama, tempat tanggal lahir, nomor registrasi pokok, alamat, golongan darah, satuan kerja, suku, status pangkat, alamat email hingga list daftar pelanggaran yg pernah dilakukan anggotanya. Wew!
Setelah Polri mengerjakan investigasi dapat disimpulkan bahwa tujuan sang hacker ini adalah karena Polri dianggap tebang pilih dalam menamgani kasus & dari track recordnya sang hacker juga beberapa kali menyerang situs pemerintah di dunia untuk menunjukkan eksistensinya semata.
KASUS KEDUA
Meretas data pelanggan marketplace Tokopedia & sang hacker menjualnya secara ilegal di Dark Web. Kasus ini terjadi kalau tidak salah pada tahun 2020 dimana hasil penelusuran kemungkinan ada 91 juta akun penjual berhasil diretas hacker yg dijual sebesar 70 juta rupiah!
Data yg berhasil di embat sang hacker berupa data pribadi termasuk nama lengkap tanggal lahir, nama akun, nama tokonya, email, nomor hp, tanggal saat mendaftar & beberapa data terkait lainnya
KASUS KETIGA
Hacker menyerang situs penjualan tiket dot com tahun 2016 hingga pihal Citilink mengalami kerugian mencapai Rp2 miliar & Rp4.1 miliar.
Tidak dinyana pelakunya mungkin masih belum pengalaman dalam hal menyembunyikan diri & benar saja keberadaan sang hacker akhirnya tercium pihak kepolisian ternyata remaja berusia 19 tahun.
KASUS KEEMPAT
Situs Telkoms3l berhasil diambil alih & sang hacker sudah mengganti halaman depan situs kreasinya sendiri terjadi kalau tidak salah pada tahun 2017. Uniknya adalah sang hacker pada ciptaan itu menciptakan pesan supaya Telkomsel sebaiknya menurunkan harga quota yg dianggap terlalu mahal.
Kasus ini tentu saja mendapat respon pro & kontra & beruntung sang hacker tidak mengerjakan aksinya lebih jauh seperti mengambil data pribadi perusahaan & pelanggannya.
KASUS KELIMA
Sang hacker berhasil membobol situs BPJS Kesehatan & mencuri data 279 juta pengguna BPJS pada tahun 2021 tahun lalu.
Data pelanggan BPJS berupa NIK, alamat, email, nomor hp & juga keterangan jumlah gaji, yg kemudian dijual sang hacker seharga 0,15 bitcoin yg kalau dirupiahkan sekitar Rp 84 jutaan. Hacker yg bernama Kots terbukti menjual data pelanggan BPJS ke forum online Raid Forums.
KASUS KEENAM
Situs KPU (Komisi Pemilihan Umum) ternyata pernah juga merasakan situsnya di hack. Setelah sang hacker berhasil menguasai situs KPU dia lalu mengubah tampilan situs & mengganti nama-nama peserta partai pemilu sesuka hatinya.
Yang cukup mengejutkan setelah sang hacker berhasil ditangkap adalah seorang pemuda asal Jogjakarta, Danny Firmansyah yg mengpakai nama samaran Xnuxer mengatakan kalau situs KPU seharga Rp 152 milliar ini amat rentan disusupi & memang terbukti setelah tertangkapnya Danny situs KPU sering jadi korban kejahilan para hacker sebagai barometer skillnya.
Sebuah opini
Img. Gugel
Copyright 2016 - 2022 iskrim
All Rights Reserved | Member of Thread Creator Gen. 1 - KASKUS
Hari ini 06:41