• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Menolak diajak Kencan, Polisi Dianiaya Banci

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
vji1Y.jpg

SURABAYA- Jangan sesekali meremehkan banci, karena meski perawakannya gemulai, ia bisa berubah garang. Contohnya, seorang anggota polisi dari Polsek Gayungan babak belur dianiaya pria berdandan perempuan ini.
Penganiayaan ini dirasakan oleh Kanit Reskrim Polsek Gayungan, AKP Sukoco. Ranti alias Muslikin, 35, bencong Waru ini hendak memeras dan merampas motornya saat anggota polisi tersebut menolak diajak kencan pada Minggu lalu.

Peristiwa menggelitik ini disampaikan Kapolsek Gayungan Kompol M Taufik melalui Kasie Humas Polsek Gayungan Aiptu Sunarto Senin (2/7/2012) malam. Ia mengatakan, kejadian ini berawal saat adanya aduan pemerasan yang dilakukan salah satu penghuni bundaran Waru tersebut.

Mendengar informasi itu, AKP Sukoco bersama tiga anggotanya pun langsung melakukan penyamaran dan pengecekan lokasi. Saat tiba, korban yang berpakaian layaknya orang biasa, berpura-pura cangkruk ditempat itu. Tujuannya, mencari target operasi (TO) yang sudah diketahui ciri-cirinya.

“Dari pengakuan yang masuk, waktu itu ciri pelaku berpakaian warna kuning dengan rambut di-cat merah. Untuk itulah, Kanit bersama dengan tiga anggota lainnya nyanggong di lokasi,” kata Aiptu Sunarto, Senin. Namun tak disangka, kedatangan korban ini justru langsung disambut oleh Ranti. Waria asli Pulo Wonokromo ini langsung menawari Sukoco untuk berkencan. Namun Sukoco langsung menolak.

Merasa tak berhasil merayu, si bencong lantas meminta uang cas sebagai penglaris senilai Rp20.000. Namun, saweran ini pun lagi-lagi ditolak Sukoco. Penolakan yang terakhir ini rupanya semakin membuat geram tersangka. Dengan mengeluarkan gunting, tersangka memaksa korban untuk bermain atau menyerahkan uangnya.

Merasa terancam, Kanit Reskrim ini pun melarikan diri mencari tempat yang aman. “Tapi tersangka tetap mengejar petugas yang saat itu memakai pakaian preman. Hingga kemudian tersangka memutuskan kembali dan bermaksud menguasai motor yang ditinggalkan korban,” jelasnya.

Saat tahu si banci mengincar motornya, AKP Sukoco otomatis putar balik dan berusaha mempertahankan motor yang dibawanya. Namun, tindakan Sukoco mendapat perlawanan tersangka. Mengetahui atasannya berkelahi, tiga anggota polisi lainnya pun berupaya ikut menangkap tersangka. Hingga akhirnya tersangka tidak berkutik dan menyerah.

“Saat dilakukan penggeledahan di dalam tas tersangka ditemukan satu gunting dengan panjang 25 cm. Selain itu barang bukti motor dengan nopol W 3709 XY milik anggota juga ikut kita amankan,” paparnya.
Akibat kejadian ini, AKP Sukoco menderita luka lebam ditangan dan kakinya. “Cuma luka lebam biasa saja,” celetuk AKP Sukoco.

Sementara Ranti alias Musliki mengaku menyesal atas perbuatannya. Ia bertutur, tidak mengetahui bahwa ‘mangsanya’ tersebut merupakan polisi yang sedang menyamar. “Saya benar-benar tidak tahu (kalau korban sasaran adalah anggota polisi). Memang lagi apesnya saya,” ujar Ranti alias Muslikin.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.