Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Menkopolhukam Mahfud Dituding Ejek Perempuan
OLEHEDITOR
01 JUNE 2020 06:13
Dewi Kanti
Gemapos.ID (Jakarta)Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyatakan guyonan yg dihinggakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, & Keamanan (Polhukam) Mahfud MD ihwal virus korona & istri menempatkan perempuan sebagai bahan ejekan Selain itu mengukuhkan stereotipe negatif kepada perempuan atau rekanan yg timpang antara laki-laki & perempuan serta memupuk budaya menyalahkan perempuan korban (blaming the victim. Dalam mengatasi Covid-19 semestinya pemerintah memastikan perempuan tetap kondusif & terlindungi, mengatakan Komisioner Komnas Perempuan Dewi Kanti, Minggu (31/5/2020). Pernyataan tersebut juga dinilai kontraproduktif dengan upaya membangun rekanan yg setara antara suami & istri di dalam perkimpoian. Selain itu menganalogikan virus korona dengan istri, menunjukkan kurangnya empati kepada korban karena penaklukan dapat diasumsikan dengan bentuk kekerasan baik fisik, psikis, seksual maupun penelantaran.\ "Komnas Perempuan memandang, sangat tidak bijaksana & tidak tepat bila pejabat publik menyamakan Covid-19 dengan istri (perempuan), jelasnya. Relasi suami-istri bukan ruang dominasi & supremasi sehingga istri harus ditaklukkan sebagaimana penaklukan kepada Covid-19. Analogi tersebut secara tidak langsung juga menyejajarkan istri sebagai bukan manusia. Jika budaya misoginis ini terus dipelihara dalam lingkaran pejabat publik maka upaya menghilangkan kekerasan kepada perempuan akan terus mengalami hambatan," tandasnya. Sementara itu dari pantauan Komnas Perempuan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) meningkat saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi Covid-19. Saat ini Komnas Perempuan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (KPPPA), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, serta organisasi kemasyarakatan bahu-membahu mencegah & menangani korban KDRT, ujarnya. Komnas Perempuan berpandangan layanin yg dapat diakses para korban di masa pandemic Covid-19 sangat terbatas. Sebelumnya, Mahfud menceritakan meme tentang virus korona yg ia peroleh dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman & Investasi (Marev) Luhut Binsar Pandjaitan. Meme tersebut menganalogikan virus korona selayaknya istri. Judulnya itu dalam bahasa Inggris. Corona is like your wife. Corona itu seperti istrimu, ketika anda mau mengawini, anda berpikir anda dapat menaklukkan dia, tetapi sesudah jadi istrimu, anda tidak dapat menaklukkan istrimu," katamua dalam sambutannya di acara halalbihalal Ikatan Alumnu (IKA) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) yg disiarkan di kanal YouTube UNS, Selasa (26/5/2020).(mam)
www.gemapos.id
Hari ini 20:50
OLEHEDITOR
01 JUNE 2020 06:13
Dewi Kanti
Gemapos.ID (Jakarta)Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyatakan guyonan yg dihinggakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, & Keamanan (Polhukam) Mahfud MD ihwal virus korona & istri menempatkan perempuan sebagai bahan ejekan Selain itu mengukuhkan stereotipe negatif kepada perempuan atau rekanan yg timpang antara laki-laki & perempuan serta memupuk budaya menyalahkan perempuan korban (blaming the victim. Dalam mengatasi Covid-19 semestinya pemerintah memastikan perempuan tetap kondusif & terlindungi, mengatakan Komisioner Komnas Perempuan Dewi Kanti, Minggu (31/5/2020). Pernyataan tersebut juga dinilai kontraproduktif dengan upaya membangun rekanan yg setara antara suami & istri di dalam perkimpoian. Selain itu menganalogikan virus korona dengan istri, menunjukkan kurangnya empati kepada korban karena penaklukan dapat diasumsikan dengan bentuk kekerasan baik fisik, psikis, seksual maupun penelantaran.\ "Komnas Perempuan memandang, sangat tidak bijaksana & tidak tepat bila pejabat publik menyamakan Covid-19 dengan istri (perempuan), jelasnya. Relasi suami-istri bukan ruang dominasi & supremasi sehingga istri harus ditaklukkan sebagaimana penaklukan kepada Covid-19. Analogi tersebut secara tidak langsung juga menyejajarkan istri sebagai bukan manusia. Jika budaya misoginis ini terus dipelihara dalam lingkaran pejabat publik maka upaya menghilangkan kekerasan kepada perempuan akan terus mengalami hambatan," tandasnya. Sementara itu dari pantauan Komnas Perempuan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) meningkat saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi Covid-19. Saat ini Komnas Perempuan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (KPPPA), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, serta organisasi kemasyarakatan bahu-membahu mencegah & menangani korban KDRT, ujarnya. Komnas Perempuan berpandangan layanin yg dapat diakses para korban di masa pandemic Covid-19 sangat terbatas. Sebelumnya, Mahfud menceritakan meme tentang virus korona yg ia peroleh dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman & Investasi (Marev) Luhut Binsar Pandjaitan. Meme tersebut menganalogikan virus korona selayaknya istri. Judulnya itu dalam bahasa Inggris. Corona is like your wife. Corona itu seperti istrimu, ketika anda mau mengawini, anda berpikir anda dapat menaklukkan dia, tetapi sesudah jadi istrimu, anda tidak dapat menaklukkan istrimu," katamua dalam sambutannya di acara halalbihalal Ikatan Alumnu (IKA) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) yg disiarkan di kanal YouTube UNS, Selasa (26/5/2020).(mam)
Menkopolhukam Mahfud Dituding Ejek Perempuan
“Dalam mengatasi Covid-19 semestinya pemerintah memastikan perempuan tetap aman dan terlindungi,” kata Komisioner Komnas Perempuan Dewi Kanti, Minggu (31/5/2020).
www.gemapos.id
Hari ini 20:50