• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Menkominfo Kunjungi Pabrik Ponsel Polytron Di Kudus

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
fpZET.jpg
Produsen aneka jenis eletronik, PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron), telah memproduksi telepon seluler (ponsel) canggih, yang mengadaptasi jaringan 4G. Ponsel yang diberi nama ZAP tersebut mulai dipasarkan secara pre-order, melalui situs www.belibeli.com sejak 20 Januari 2015 silam.

"Animo masyarakat menyambut kehadiran ponsel ini sangat luar biasa, lebih dari yang kami perkirakan," ujar Public Relation dan Marketing Event Manager Polytron, Santo Kadarusman, di sela-sela kunjungan menteri komunikasi dan informatikan (Menkominfo), Rudiantara, di pabrik ponsel tersebut, di Kudus, Senin (23/2).

Disampaikan, target penjualan ponsel di situs tersebut adalah 100 unit per hari. Nyatanya, pemesanan ponsel itu mencapai 500-1.000 unit per hari.

"Stock kita untuk pre-order awalnya memang cuma 5.000 unit, ternyata respon pasar sangat baik. Ponsel mulai bisa didistribusikan pada Maret mendatang," ucapnya.

Ditandaskan Santo, pihaknya siap menyambut regulasi Pemen Kominfo 7/2009, yang mengharuskan ponsel 4G tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)-nya mencapai 40 persen. Regulasi tersebut mulai efektif berlaku pada 2017 mendatang.

Sementara, regulasi yang berlaku saat ini, TKDN posel 4G adalah 30 persen. "Kami sangat siap menyambut regulasi pemerintah terkait ponsel 4G tersebut. Saat ini saja TKDN ZAP mencapai 35 persen," tandasnya.

Disampaikan, dalam pembuatan ponsel 4G, yang masih sulit dipenuhi oleh bahan baku dari dalam negeri adalah chip dan mainboardnya. "Yang bisa dipenuhi dari dalam negeri sementara ini adalah kardus, baterai, buku layar, dan headset," sambungnya.

Managing Directoor PT. Hartono Istana Teknologi, Hariono, mengatakan regulasi ponsel 4G, yang mengharuskan TKDN 40 persen itu, merupakan kesempatan luas bagi pabrikan lokal. "Itu harus kita manfaatkan secara maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara, mengatakan dalam penerapan teknologi 4G, ada dua hal yang harus diperhatikan. Yakni, sisi infrastruktur dan handset (ponsel).
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.