yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pengadaan gedung baru untuk membantu kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sulit terealisasi. Halangan tak hanya datang dari Komisi Hukum DPR yang belum juga mencabut tanda bintang untuk mencairkan anggaran pembangunan gedung baru. Usulan agar KPK menggunakan gedung kosong pun tak semudah yang dibayangkan.
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengatakan, masih ada satu gedung yang belum ditempati. Namun, gedung tersebut bukan diperuntukkan bagi KPK. Ia menambahkan, gedung itu banyak peminatnya, apalagi, lembaga-lembaga negara termasuk kementerian masih banyak yang belum memiliki gedung.
"Tentu kementerian harus mendapat prioritas," kata Agus Marto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 4 Juli 2012. "Jadi cukup banyak yang berminat, tetapi belum bisa dipenuhi."
Apakah berarti KPK tidak akan mendapatkan gedung?
"Saya belum bisa mengatakan itu karena yang punya posisi menjawab itu adalah Dirjen Kekayaan Negara. Tetapi tidak besar harapannya," kata dia.
Untuk diketahui, Ditjen Kekayaan Negara adalah institusi pemerintah yang bertugas untuk mengelola seluruh aset milik pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN).
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR, I Gede Pasek Suardika mengatakan tidak bisa memaksa kehendak masing-masing fraksi di DPR untuk memuluskan niat KPK memiliki gedung yang lebih luas.
Pasek menghimbau KPK agar tidak lagi meributkan soal anggaran yang diberi label 'bintang'. Selanjutnya kata dia lebih baik memikirkan soal anggaran 2013, dimana pada mata anggaran tahun mendatang KPK bisa mengajukan kembali.
"Kita pikirkan saja soal anggaran tahun 2013, nanti kita tidak usah ribut lagi soal bintang. Nanti kan pembahasan 2013 lagi KPK akan membahas lagi soal gedung," kata dia.
Sementara pemerintah dan DPR belum bersikap jelas, masyarakat sudah bergerak membantu KPK. Caranya, dengan menggelar saweran untuk pembangunan gedung komisi antikorupsi. Dari buruh, pedagang kaki lima, akademisi, mahasiswa, aktivis, bahkan tokoh masyarakat. Uang lebih dari Rp100 juta telah terkumpul.
Masyarakat yang antusias pun punya cara lain untuk menunjukkan dukungannya, misalnya dengan mengirimkan pintu besi untuk gedung KPK baru, atau di Makassar, aktivis melakukan gerakan pengumpulan sejuta batu bata.
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo mengatakan, masih ada satu gedung yang belum ditempati. Namun, gedung tersebut bukan diperuntukkan bagi KPK. Ia menambahkan, gedung itu banyak peminatnya, apalagi, lembaga-lembaga negara termasuk kementerian masih banyak yang belum memiliki gedung.
"Tentu kementerian harus mendapat prioritas," kata Agus Marto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 4 Juli 2012. "Jadi cukup banyak yang berminat, tetapi belum bisa dipenuhi."
Apakah berarti KPK tidak akan mendapatkan gedung?
"Saya belum bisa mengatakan itu karena yang punya posisi menjawab itu adalah Dirjen Kekayaan Negara. Tetapi tidak besar harapannya," kata dia.
Untuk diketahui, Ditjen Kekayaan Negara adalah institusi pemerintah yang bertugas untuk mengelola seluruh aset milik pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN).
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR, I Gede Pasek Suardika mengatakan tidak bisa memaksa kehendak masing-masing fraksi di DPR untuk memuluskan niat KPK memiliki gedung yang lebih luas.
Pasek menghimbau KPK agar tidak lagi meributkan soal anggaran yang diberi label 'bintang'. Selanjutnya kata dia lebih baik memikirkan soal anggaran 2013, dimana pada mata anggaran tahun mendatang KPK bisa mengajukan kembali.
"Kita pikirkan saja soal anggaran tahun 2013, nanti kita tidak usah ribut lagi soal bintang. Nanti kan pembahasan 2013 lagi KPK akan membahas lagi soal gedung," kata dia.
Sementara pemerintah dan DPR belum bersikap jelas, masyarakat sudah bergerak membantu KPK. Caranya, dengan menggelar saweran untuk pembangunan gedung komisi antikorupsi. Dari buruh, pedagang kaki lima, akademisi, mahasiswa, aktivis, bahkan tokoh masyarakat. Uang lebih dari Rp100 juta telah terkumpul.
Masyarakat yang antusias pun punya cara lain untuk menunjukkan dukungannya, misalnya dengan mengirimkan pintu besi untuk gedung KPK baru, atau di Makassar, aktivis melakukan gerakan pengumpulan sejuta batu bata.