• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Menjelajah indahnya 'gunung api' Raja Herodes

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
t2S4Z.jpg
Dari kejauhan, Herodium sekilas tampak seperti gunung berapi. Namun sayangnya, itu bukan gunung berapi melainkan sebuah benteng yang dibangun oleh Raja Herodes. Terletak 12 km di sebelah selatan Yerusalem, di gurun Yudea, Herodium dibangun antara 23 dan 15 SM.

Istana Raja Herodes dan bentengnya sengaja dibangun di atas sebuah bukit. Kompleks itu dikelilingi oleh tujuh tembok berlapis ganda di mana Herodes membangun sebuah istana. Di dalam istana itu, sang raja membangun halaman lapang dan pemandian mewah.
eBD8.jpg
Menjadi puncak tertinggi di gurun Yudea, Herodium dibangun menghadap padang pasir dengan panorama pegunungan Moab di sebelah timur dan Bukit Yudea di barat. Menurut sejarawan Yahudi Josephus Romawi, Herodium dibangun di tempat di mana Herodes meraih kemenangan atas musuh-musuhnya - Hasmonean dan Parthia - pada 40 SM.
pAVBK.jpg
Untuk memperingati hari istimewa itu, sang raja kemudian membangun sebuah benteng dan istana di sana. Herodium juga dianggap penting karena ini adalah satu-satunya monumen yang dibangun untuk mengenangnya. Benteng ini juga diyakini sebagai tempat sang raja menghabiskan tahun-tahun terakhirnya.

Setelah kematian Herodes pada 4 SM, Herodium menjadi bagian dari kerajaan Arkhelaus, putra Herodes. Arkhelaus memerintah selama sekitar 10 tahun. Kemudian Herodium jatuh ke tangan para pemberontak pada masa pemberontakan Bar Kokhba pada abad ke-2. Para pemberontak menggunakan benteng ini sebagai bagian dari pertahanan mereka.
GVUae.jpg
Mereka juga menggali terowongan rahasia di sekitar sumur-sumur dan bersembunyi di sana. Wisatawan masih bisa melalui terowongan tersebut hingga hari ini. Meski situs ini dianggap penting, Herodium sangat jarang dikunjungi hingga abad ke-5.

Barulah pada tahun 1970-an, para arkeolog mulai menjelajahi situs tersebut. Ketika penggalian berlangsung, mereka melakukan restorasi besar-besaran pada struktur Herodium. Kini, wisatawan bisa berjalan dengan nyaman di bagian atas benteng, memanjat dinding dan menikmati pemandangan daerah sekitarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.