yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Satu curug yang sudah melegenda di tatar sunda adalah Curug Sindulang atau Curug Cinulang. Curug Sindulang membelah dua wilayah antara Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Curug di kawasan ini masuk kategori tertinggi karena mempunyai ketinggian sekitar lima puluh meter. Curug di sini kembar karena memiliki dua curug yang hampir sama persir antara tinggi dan deras airnya.
Muhamad Akin (90), seorang warga yang masih mewarisi cerita secara turun temurun mengatakan bahwa kata Curug Sindulang mempunyai arti tiga nama. Kata pertama Curug yang berarti air terjun. Kedua Sin yang berasal dari kata Sindang Wangi, dahulu kala kawasan ini merupakan tempat pengolahan teh dari perkebunan yang terdapat di Jatinangor dan sekitarnya, sejak zaman Belanda dan Jepang pengolahan teh ini diberinama Sindang Wangi. Kata ketiga yakni Dulang, warga setempat menamakan dulang tempat penampungan air yang terjun. Dulang ini membentuk kubangan-kubangan air yang cukup dalam dan dalam bahasa Sunda disebut leuwi. Ada lima leuwi yang ada yakni leuwi bulan, leuwi kacapi, leuwi pariuk, leuwi sawer, dan leuwi cinyawar.
Curug Sindulang merupakan air terjun yang tercipta karena proses patahan bumi yang mematahkan Sungai Citarik. Sungai Citarik sendiri memiliki 24 mata air yang berhulu dari Gunung Kareumbi. Warga percaya jika musim kemarau tiba, Sungai Citarik tidak akan pernah surut dan tetap akan melimpah karena memiliki 24 mata air tersebut. Di Musim Kemarau seperti saat ini Sungai Citarik sangat jernih dan segar. Sebagian warga percaya bahwa air di sini membawa berkah bagi kesehatan.
Tak perlu terjun ke air untuk merasakan segarnya Curug Cinulang, karena angin yang tercipta akibat hantaman air mengakibatkan buih-buih air yang berhembus terbawa hingga jarak belasan meter. Beberapa menit berada di antara buih tersebut maka badan kita akan basah kuyup.
Curug Sindulang sendiri merupakan tempat yang memiliki kenangan bagi sebagian orang. Pasalnya banyak pengunjung yang datang ketika masih lajang, selalu menyempatkan diri untuk berkunjung kembali setelah berkeluarga. Hal tersebut dikatakan oleh Cucu Suryana seorang warga Cicalengka. "Dulu saya ke sini ketika masih bersekolah dasar, mandi sepuasnya dan merasakan segarnya air. Hari ini saya ke sini membawa serta anak saya agar dia juga merasakan apa yang saya rasakan dulu. Sambil memberikan pelajaran bagi dia bahwa ada tempat wisata yang murah, menarik, dan tak jauh dari rumah," katanya.
Kawasan wisata Curug Sindulang terletak 38 kilometer dari Kota Bandung. Bisa ditempuh dengan kendaraan sekitar dua jam perjalanan untuk menuju lokasi. Berbagai alternatif bisa kita gunakan untuk menuju kawasan ini. Bisa dengan kendaraan mobil, motor, atau angkutan umum. Untuk kendaraan pribadi mobil dan motor setelah tiba di kawasan by pass Jalan Cicalengka akan ada penunjuk jalan di perempatan kawasan Desa Cikopo RSUD Cicalengka ke arah kiri. Dn ari jalur Cicalengka kita akan menempuh kawasan menanjak, berkelok, dengan pemandangan berbukit sekitar delapan kilometer. Jika menggunakan angkutan umum kita bisa turun di kawasan Stasiun Cicalengka. Dari sana ada angkutan umum dan ojeg. Jika menggunakan mobil angkutan umum kita akan ditarif Rp 7 ribu.