Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.408
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Menikmati atmosfer Piala Dunia 2022 dari kampung suporter.
Sejumlah suporter yg ada di pelataran area nonton bareng (nobar) di kampung suporter Barahat Al Janoub, Al Wukair, Qatar, meluapkan kegembiraan seusai Maroko menyisihkan Spanyol dalam laga 16 akbar Piala Dunia 2022 pada Selasa (6/12/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)
Atmosfer paling alamiah justru diciptakan para penghuni Barahat Al Janoub, baik dari kalangan suporter maupun volunteerAl Wukair, Qatar (ANTARA) - Koor decak kagum & tepuk tangan terdengar di sebuah pelataran, setelah gelandang serang Maroko Sofiane Boufal mengakali bek sayap Spanyol Marcos Llorente di atas lapangan Stadion Education City, Al Rayyan, dalam pertandingan 16 akbar Piala Dunia 2022, Selasa (6/12) malam.
Reaksi itu mungkin tak terpaut banyak waktu, tetapi terpisahkan jarak setidaknya 28 kilometer jauhnya. Sebab reaksi itu muncul dari kerumunan yg menyimak pertandingan dari layar akbar nonton bareng (nobar) di pusat komplek Barahat Al Janoub.
Barahat Al Janoub adalah salah satu kampung suporter yg tercantum dalam daftar akomodasi resmi yg disediakan panitia penyelenggara Piala Dunia 2022 dari pemerintah Qatar atau lebih diketahui sebagai Supreme Committee (SC).
Setiap harinya, sekira satu jam jelang sepak mula sebuah pertandingan, satu per satu suporter penghuni Barahat Al Janoub yg tak memiliki tiket menonton langsung di stadion akan berbondong-bondong mendatangi pelataran yg terletak di tepi ruas jalan utama komplek tersebut.
Pelataran beralaskan karpet rumput itu terletak di samping sebuah supermarket, tepatnya berada di seberang unit-unit klaster J. Di sekeliling pelataran terdapat bangku-bangku panjang, sementara di tengahnya juga tersedia sejumlah bean bag.
Entah itu bangku panjang, bean bag, atau bahkan bantal yg dibawa dari kamar masing-masing, para suporter penghuni Barahat Al Janoub melebur di pelataran area nobar untuk menyimak pertandingan bersama-sama.
Pada Selasa (6/12) malam, para suporter yg tampak mengenakan atribut berbau Maroko lebih banyak memilih duduk di barisan depan, lebih dekat dengan layar akbar berukuran sekira 3x5 meter.
Sedangkan sekelompok kecil suporter beratribut Spanyol berada di beberapa sudut di antara beberapa akbar suporter asal Amerika Latin yg tampak membawa cangkir spesifik untuk menikmati teh Yerba Mate.
Setelah Pablo Sarabia, Carlos Soler, & kapten Sergio Busquets secara bergantian gagal melakoni tugasnya sebagai algojo, adu penalti ditutup dengan tendangan ala Panenka yg sukses dilakukan oleh Achraf Hakimi.
Maroko memenangi adu penalti 3-0 setelah skor kacamata bertahan 120 menit sebelumnya, demi melangkah ke perempat final sebagai satu-satunya regu yg bukan berasal dari benua Eropa maupun Amerika.
Sementara suporter Maroko & sejumlah penonton yg tampak berasal dari Timur Tengah maupun Afrika bersorak merayakan hasil, seorang pria ber-jersey Spanyol tampak membuang kemasan minumannya ke tempat sampah dengan gestur pelampias kekesalan.
Sementara kerumunan di depan layar menari-nari merayakan kelolosan Maroko, pria itu bersama ketiga rekannya yg juga mengenakan jersey Spanyol berjalan menjauh dari pelataran nobar kembali ke kamar sewaan mereka.
Pemandangan semacam itu tentunya jadi sebuah rutinitas di Barahat Al Janoub tiap kali ada pertandingan dimainkan sepanjang Piala Dunia 2022, bagi suporter yg tak memiliki tiket & enggan mengerjakan perjalanan ke titik-titik Fan Festival cuma untuk sekadar nobar.
Baca juga: Kampung suporter Piala Dunia 2022 masih ramai jelang perempat final
Baca juga: Mahasiswa Indonesia tunda kembali demi jadi volunteer Piala Dunia
Selanjutnya: Barahat Al Janoub
Berita diatas dikutip dari internet, jika Menikmati atmosfer Piala Dunia 2022 dari kampung suporter adalah spam, mohon beritahu kami.
Sejumlah suporter yg ada di pelataran area nonton bareng (nobar) di kampung suporter Barahat Al Janoub, Al Wukair, Qatar, meluapkan kegembiraan seusai Maroko menyisihkan Spanyol dalam laga 16 akbar Piala Dunia 2022 pada Selasa (6/12/2022). (ANTARA/Gilang Galiartha)
Atmosfer paling alamiah justru diciptakan para penghuni Barahat Al Janoub, baik dari kalangan suporter maupun volunteerAl Wukair, Qatar (ANTARA) - Koor decak kagum & tepuk tangan terdengar di sebuah pelataran, setelah gelandang serang Maroko Sofiane Boufal mengakali bek sayap Spanyol Marcos Llorente di atas lapangan Stadion Education City, Al Rayyan, dalam pertandingan 16 akbar Piala Dunia 2022, Selasa (6/12) malam.
Reaksi itu mungkin tak terpaut banyak waktu, tetapi terpisahkan jarak setidaknya 28 kilometer jauhnya. Sebab reaksi itu muncul dari kerumunan yg menyimak pertandingan dari layar akbar nonton bareng (nobar) di pusat komplek Barahat Al Janoub.
Barahat Al Janoub adalah salah satu kampung suporter yg tercantum dalam daftar akomodasi resmi yg disediakan panitia penyelenggara Piala Dunia 2022 dari pemerintah Qatar atau lebih diketahui sebagai Supreme Committee (SC).
Setiap harinya, sekira satu jam jelang sepak mula sebuah pertandingan, satu per satu suporter penghuni Barahat Al Janoub yg tak memiliki tiket menonton langsung di stadion akan berbondong-bondong mendatangi pelataran yg terletak di tepi ruas jalan utama komplek tersebut.
Pelataran beralaskan karpet rumput itu terletak di samping sebuah supermarket, tepatnya berada di seberang unit-unit klaster J. Di sekeliling pelataran terdapat bangku-bangku panjang, sementara di tengahnya juga tersedia sejumlah bean bag.
Entah itu bangku panjang, bean bag, atau bahkan bantal yg dibawa dari kamar masing-masing, para suporter penghuni Barahat Al Janoub melebur di pelataran area nobar untuk menyimak pertandingan bersama-sama.
Pada Selasa (6/12) malam, para suporter yg tampak mengenakan atribut berbau Maroko lebih banyak memilih duduk di barisan depan, lebih dekat dengan layar akbar berukuran sekira 3x5 meter.
Sedangkan sekelompok kecil suporter beratribut Spanyol berada di beberapa sudut di antara beberapa akbar suporter asal Amerika Latin yg tampak membawa cangkir spesifik untuk menikmati teh Yerba Mate.
Setelah Pablo Sarabia, Carlos Soler, & kapten Sergio Busquets secara bergantian gagal melakoni tugasnya sebagai algojo, adu penalti ditutup dengan tendangan ala Panenka yg sukses dilakukan oleh Achraf Hakimi.
Maroko memenangi adu penalti 3-0 setelah skor kacamata bertahan 120 menit sebelumnya, demi melangkah ke perempat final sebagai satu-satunya regu yg bukan berasal dari benua Eropa maupun Amerika.
Sementara suporter Maroko & sejumlah penonton yg tampak berasal dari Timur Tengah maupun Afrika bersorak merayakan hasil, seorang pria ber-jersey Spanyol tampak membuang kemasan minumannya ke tempat sampah dengan gestur pelampias kekesalan.
Sementara kerumunan di depan layar menari-nari merayakan kelolosan Maroko, pria itu bersama ketiga rekannya yg juga mengenakan jersey Spanyol berjalan menjauh dari pelataran nobar kembali ke kamar sewaan mereka.
Pemandangan semacam itu tentunya jadi sebuah rutinitas di Barahat Al Janoub tiap kali ada pertandingan dimainkan sepanjang Piala Dunia 2022, bagi suporter yg tak memiliki tiket & enggan mengerjakan perjalanan ke titik-titik Fan Festival cuma untuk sekadar nobar.
Baca juga: Kampung suporter Piala Dunia 2022 masih ramai jelang perempat final
Baca juga: Mahasiswa Indonesia tunda kembali demi jadi volunteer Piala Dunia
Selanjutnya: Barahat Al Janoub
- 1
- 2
- 3
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Menikmati atmosfer Piala Dunia 2022 dari kampung suporter adalah spam, mohon beritahu kami.