Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sama-sama menuju sebuah fase pernikahan, namun tetap ada yg beda bila akan menikahi seorang janda. Ada tantangan yg luar biasa, & perlu diimbangi dengan berbagai persiapan. Apa saja?
Salah satunya persiapan yg datang dari diri sendiri. Benar-benar yakin sepenuh hati dengan pilihan. Terlebih ada begitu banyak stigma yg kerap menjatuhkan posisi seorang janda. Sedang Anda merupakan pria single dengan segala kelebihan. Opsi menikah dengan janda dapat dinilai sebagai kesalahan akbar & cuma membawa pada kesengsaraan.
Namun jangan terjebak pada pandangan seperti ini terus menerus. Kembali pada opsi yg semestinya dilandasi pencerahan & sayang. Bukan cuma menitikberatkan pada asmara, melainkan juga niat baik untuk menjadikan perkawinan sebagai perjuangan bersama. Menuju kehidupan yg bahagia & damai hingga maut memisahkan nanti.
Mental wajib kuat
Tanpa diminta, membangun mental yg kuat harus diinisiasi sendiri. Apalagi kelak Anda akan berperan sebagai kepala keluarga. Label janda belum tentu menghilang bagi pasangan walau ia sudah menikah dengan Anda. Ditambah aneka hembusan gosip & terpaan badai yg dapat datang kapan saja serta dari siapa saja. Rekatkan hubungan supaya tak satupun isu tak sehat menyelip di antara Anda & dia.
Abaikan stigma
Butuh trust yg kuat satu dengan yg lain. Guna menangkis stigma yg sangat mungkin pada akhirnya berpengaruh ke pendirian & putusan menikah. Coba bicarakan setiap hal yg dirasa. Tak ada gunanya membiarkan bayangan yg berkembang di alam pikiran sendiri & menciptakan hubungan berantakan. Padahal belum tentu benar.
Menerima apa adanya
Tentu Anda harus menerima dia apa adanya. Dengan segala masa lalunya. Yang mungkin lebih banyak cerita bahagia, atau malah sebaliknya. Plus menerima anak yg sudah pasti akan jadi tanggung jawab Anda begitu menyandang status suami. Di samping juga menerima pengalamannya yg lebih dalam membina hubungan pernikahan. Anggap saja pengalamannya sebagai ajang belajar & menutupi kekurangan yg belum Anda pahami.
Lebih baik fokus ke masa depan
Daripada memusingkan bayang-bayang serta isu yg tak berkesudahan, ada baiknya dialihkan pada rencana masa depan.
Bagaimana sebaiknya membina rekanan perkawinan yg perdana bagi Anda & kedua baginya, bagaimana mengasuh anak, bagaimana mengatur keuangan, tempat apa saja yg harap dikunjungi, & sebagainya. Fokus yg membawa kebaikan.
Menjaga silaturahmi
Persiapan lain yg tak kalah penting adalah menjaga silaturahmi. Di antaranya ada keluarga akbar & saudara-saudara terdekat sang istri. Termasuk komunikasi hangat dengan mantan dari istri. Sehubungan dengan adanya anak yg memerlukan rekanan harmoni dalam lingkaran keluarganya. Harmoni yg juga berpengaruh pada kedamaian pernikahan.
Restu
Satu lagi yg tak boleh terlewat ialah restu. Khususnya dari orang tua atau nuclear family. Izin menikah sebagai bekal akbar menuju fase baru dengan penuh kelegaan. Sekaligus support system tangguh yg dibutuhkan untuk menghadapi berbagai gemuruh cobaan. (LAF)
SING MAU NIKAH KARO JANDA/JENDES/RONDHO SILAHKAN DICOBA
SOURCE : https://etalasebintaro.com/2020/01/2...-dipersiapkan/ Hari ini 15:42