Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Selamat datang di thread ane
Langsung aja kita bahas topik utama kita
Langsung aja kita bahas topik utama kita
Setiap orang punya hak untuk berpendapat namun dapatkah pendapat tersebut dipertanggungjawabkan.
Memang dasar culture yg membawa diri kita jadi pembicara ulung. Jangankan membicarakan hal-hal yg berat seperti politik, saham, atau pemerintahan. Kita lebih sering membicarakan hal-hal yg ringan seperti kebiasaan orang lain, aktivitas orang lain atau sesuatu yg berhubungan dengan orang lain.
Ghibah namanya atau diketahui juga dengan ngrasani atau rasan-rasan. Disitulah opini dapat dikeluarkan dengan leluasa, dari yg opini biasa hingga yg ditambahi bumbu-bumbu.
Ada ungkapan "Jangan lihat siapa yg berbicara, tetapi apa yg dibicarakan", ungkapan ini tepat kalau ditujukan untuk manusia yg dapat berpikir rasional & normal. Jika itu diterapkan pada masyarakat kita yg agak radikal dapat-dapat banyak orang bodoh yg memimpin negeri ini. Eh, tetapi kan sudah terlanjur terjadi.
Beberapa hal yg sering terjadi ketika mengeluarkan opini berikut ini perlu dipikirkan lagi.
Lempar batu sembunyi tangan
Asal lempar pendapat tak peduli dengan etika atau norma, kalau berani untuk bertanggung jawab sih oke saja. Namun yg terjadi si pelaku malah cuci tangan setelah heboh & ricuh di publik. Makannya kita sering lihat klarifikasi dari segelintir orang yg tidak punya opsi lagi menangani masalah yg dibuatnya. Sepertinya maaf memang jurus paling dahsyat di negeri ini.
Beda pendapat artinya musuh
Ada cerita tentan orang ribut gara-gara berbeda pendapat soal bubur diaduk atau tidak. Ternyata semudah itu menciptakan orang bertengkar, tak perlu effort yg berlebihan. Beda pendapat bukan berarti semua hal dari diri kita beda, namun cuma cara pandang dalam suatu masalah saja. Jika memang harap diskusi soal cara pandang itu harus dilakukan dengan kepala dharap. Bukan dengan siapa yg lebih keras bicaranya atau lebih banyak omongnya.
Merasa paling pintar ketika diskusi
Siapa sih yg mau dipandang bodoh, setiap orang punya ego untuk dipandang jadi orang yg superior dibanding yg lainnya. Dengan merasa pintar pada saat diskusi cuma menciptakan kita merasa bahwa penjelasan orang lain tidak masuk akal & sia-sia saja terjadi diskusi. Ada ungkapan "Kosongkan cangkir ketika memulai diskusi", yg berarti setiap mau belajar sesuatu kosongkan pikiranmu seakan tidak tau atau baru perdana kali belajar. Teknik ini dapat dipakai saat diskusi ataupun belajar.
Kembali pada validasi tadi, setiap orang boleh saja mengeluarkan opini seliar mungkin. Namun harus dilihat lingkupnya & hal yg harus dipertanggungjawabkan dibelakangnya. Jangan asal lempar opini tanpa pikir panjang, karena setiap opini perlu pertanggungjawaban pada akhirnya.
Jika ada tambahan dari
dan
dapat ditambahkan di kolom komentar
dapat ditambahkan di kolom komentar
Quote:
Sekian dari ane semoga thread ane
dapat bermanfaat bagi kita semua
Kalo ngasih ini
makasih
dan dikasih ini
juga nggak nolak
kalo cuma mampir Alhamdulillah
dapat bermanfaat bagi kita semua
Kalo ngasih ini
dan dikasih ini
kalo cuma mampir Alhamdulillah
Sumber : Keresahan & Pengalaman pribadi
Gambar : Google Images, Pixabay, Pexels serta editan sendiri
Opini,Lempar_batu,Diskusi,
Hari ini 20:09