yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Teh telah di kenal sejak 2.732 SM di Cina. Meski berasal dari Negeri Tirai Bambu, tradisi minum teh tak hanya ada dikenal di Asia saja, tetapi juga Negara Eropa. Salah satunya Inggris, negara kerajaan ini memiliki tradisi minum teh yang dikenal dengan nama tea time atau afternoon tea.
Budaya tea time juga memiliki cerita sejarah yang menarik untuk dikupas. Dimulai dari masuknya ke Inggris, jenis teh pertama yang dikenal, hingga mengapa budaya tea time sangat erat hubungannya dengan kerajaan Inggris. Yuk, ikuti perjalanannya!
1662
Teh pertama kali masuk ke Inggris dibawa oleh istri seorang Portugis, Charless II yang bernama Catehrine of Braganza. Wanita bangsawan ini pun mulai menjamu para tamu-tamunya dengan teh. Aromanya yang khas dan rasanya yang ringan membuat teh banyak digemari. Bahkan teh kini telah menjadi bagian budaya dalam kehidupan masyarakat Inggris
1706
Melalui tokonya Tom’s Coffe House di London, Thomas Twining mulai memperkenal teh melalui minuman yang ia jual. Siapa sangka, kalau minuman asli Cina banyak digemari, hal inilah yang membuat Twining terus memproduksinya dan mendirikan sebuah pabrik teh.
1784
Meski teh telah dijual di pasaran, tidak semua orang dapat menikmatinya. Harga pajak teh yang masih dimonopili Cina membuat harganya menjadi mahal dan hanya kaum bangsawan saja yang dapat menikmatinya. Kendala lainnya adalah hanya kaum pria saja yang dapat minum di café. Untuk para wanita yang ingin menikmati teh ia harus membeli melalui kurir pribadinya. Di tahun inilah Twining membangun sebuah ruangan yang hanya dapat dimasuki oleh kaum wanita.
1830-1834
Di tahun ini merupakan pertawa kalinya Twining mulai mem-blended teh buatannya. Nama Earl Grey mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pencinta teh. Nama ini diambil dari bangsawan Inggris yang bernama Charles Earl Gray II. Bangsawan ini meminta Twining untuk membuatkan teh seperti yang ia nikmati saat berkunjung ke Cina.
1837
Ini adalah pertama kalinya Queen Victoria memberikan sertifikat pada Twining untuk menjadi supplier utama teh ke dalam kerajaan, bahkan hingga kini namanya pun tetap hadir dalam acara kerajaan.
Afternoon Tea atau Tea Time
Budaya minum teh di Inggris sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini berawal dari bangsawan Inggris yang bernama Anna. Dalam kalangan bangsawan mengenal waktu makan dengan jarak yang lama. Dibutuhkan waktu 8 jam untuk menikmati makan malam usai makan siang. Rasa lapar yang tak tertahan dinetralkan dengan minum teh dan hidangan kecil. Karena yang menikmati kaum bangsawan, peranti yang digunakan pun harus mewah dan memiliki tata cara tersendiri. Inilah yang membuat budaya minum teh dikenal hingga kini. Tea time biasanya dilakukan sekitar jam 3 sore.
Prince of Wales Tea
Ada cerita unik dan romantisme di balik nama teh satu ini. Teh ini sengaja dibuat untuk menghormati pangeran Edward saat meninggalkan tahta demi kekasihnya. Hal lain yang menarik lainnya adalah Prince of Wales Tea tidak boleh dijual di Inggris dan negara persemakmuran Inggris. Jadi, Anda pun bisa mencicip aroma khas pangeran Inggris dalam minuman Anda.
Budaya tea time juga memiliki cerita sejarah yang menarik untuk dikupas. Dimulai dari masuknya ke Inggris, jenis teh pertama yang dikenal, hingga mengapa budaya tea time sangat erat hubungannya dengan kerajaan Inggris. Yuk, ikuti perjalanannya!
1662
Teh pertama kali masuk ke Inggris dibawa oleh istri seorang Portugis, Charless II yang bernama Catehrine of Braganza. Wanita bangsawan ini pun mulai menjamu para tamu-tamunya dengan teh. Aromanya yang khas dan rasanya yang ringan membuat teh banyak digemari. Bahkan teh kini telah menjadi bagian budaya dalam kehidupan masyarakat Inggris
1706
Melalui tokonya Tom’s Coffe House di London, Thomas Twining mulai memperkenal teh melalui minuman yang ia jual. Siapa sangka, kalau minuman asli Cina banyak digemari, hal inilah yang membuat Twining terus memproduksinya dan mendirikan sebuah pabrik teh.
1784
Meski teh telah dijual di pasaran, tidak semua orang dapat menikmatinya. Harga pajak teh yang masih dimonopili Cina membuat harganya menjadi mahal dan hanya kaum bangsawan saja yang dapat menikmatinya. Kendala lainnya adalah hanya kaum pria saja yang dapat minum di café. Untuk para wanita yang ingin menikmati teh ia harus membeli melalui kurir pribadinya. Di tahun inilah Twining membangun sebuah ruangan yang hanya dapat dimasuki oleh kaum wanita.
1830-1834
Di tahun ini merupakan pertawa kalinya Twining mulai mem-blended teh buatannya. Nama Earl Grey mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pencinta teh. Nama ini diambil dari bangsawan Inggris yang bernama Charles Earl Gray II. Bangsawan ini meminta Twining untuk membuatkan teh seperti yang ia nikmati saat berkunjung ke Cina.
1837
Ini adalah pertama kalinya Queen Victoria memberikan sertifikat pada Twining untuk menjadi supplier utama teh ke dalam kerajaan, bahkan hingga kini namanya pun tetap hadir dalam acara kerajaan.
Afternoon Tea atau Tea Time
Budaya minum teh di Inggris sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini berawal dari bangsawan Inggris yang bernama Anna. Dalam kalangan bangsawan mengenal waktu makan dengan jarak yang lama. Dibutuhkan waktu 8 jam untuk menikmati makan malam usai makan siang. Rasa lapar yang tak tertahan dinetralkan dengan minum teh dan hidangan kecil. Karena yang menikmati kaum bangsawan, peranti yang digunakan pun harus mewah dan memiliki tata cara tersendiri. Inilah yang membuat budaya minum teh dikenal hingga kini. Tea time biasanya dilakukan sekitar jam 3 sore.
Prince of Wales Tea
Ada cerita unik dan romantisme di balik nama teh satu ini. Teh ini sengaja dibuat untuk menghormati pangeran Edward saat meninggalkan tahta demi kekasihnya. Hal lain yang menarik lainnya adalah Prince of Wales Tea tidak boleh dijual di Inggris dan negara persemakmuran Inggris. Jadi, Anda pun bisa mencicip aroma khas pangeran Inggris dalam minuman Anda.