• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengintip Praktik Pijat Payung di Solo

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
lGa7.jpg
TENDA berdinding terpal di emperan toko Jalan MT Arifin, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, itu tegak berdiri menjelang pukul 21.00 WIB. Di depan tenda itu, duduk perempuan berusia sepertiga abad. Berbalut baju lengan buntung berenda, celana jins ketat, seutas senyum terus dia tebar kepada orang yang berlalu-lalang di depannya.

Y (35) perempuan pemijat di Kota Solo itu, sesekali beranjak. Matanya menyisir setiap jengkal tanah, menggaruk kepala dan melipat tangan di dada. Terkadang dia berjalan mondar-mandir di muka bilik praktiknya.
Dia menjajakan jasa pijat, yang dikenal dengan sebutan “Pijat Payung”. Selain Y, masih banyak perempuan yang menjajakan pijat plus-plus itu. Tempat pemuas syahwat kalangan menengah bawah itu pun hingga saat ini masih sangat digemari.

Terlihat dari banyaknya orang yang datang menggunakan jasa para Pekerja Seks Komersial (PSK) berkedok pijat.

Hanya berbentuk bilik berukuran dua kali tiga meter, dengan dinding terpal tanpa penutup di bagian atapnya dan bertengger di atas trotoar depan pertokoan, itulah tempat para pria hidung belang melemaskan urat kemaluannya.

Y mengaku selama ini aman-aman saja menjalani praktik pijat tersebut. Bahkan, selama Joko Widodo (Jokowi) menjadi Wali Kota Solo, lokasi tersebut selalu aman dari razia tramtib.

"Masa Jokowi ngunjungin orang di pinggir jalan. Rumah Jokowi dekat sih kalau pakai motor cuma setengah jam dari sini (lokasi Pijat Payung)," katanya saat berbincang dengan Okezone, Senin (5/8/2013) malam.

Lokasi Pijat Payung, kata Y, memang sempat ditertibkan, namun tidak efektif. Bahkan, para PSK malah bermain dengan oknum polisi. Mereka memberikan iuran keamanan Rp40 ribu tiap bulannya.

Yanti yang sudah lima tahun melakoni pekerjaan sebagai PSK berharap ada yang memberikan pekerjaan terhadap dirinya. Pasalnya, tanpa pekerjaan yang halal, dia tak mungkin berhenti sebagai PSK karena harus membesarkan anak tunggalnya yang sudah menginjak usia sembilan tahun tanpa seorang suami.

Kendati dia juga menanti adanya pria yang akan meminangnya. "Ya kalau ada kerjaan lain mau, tapi kan emang ada yang mau kasih kerjaan," tukasnya lirih.

Selain itu dia juga menanti ada seorang pria yang mau menikahinya. Lokalisasi Pijat Payung dikenal warga sekitar Solo dengan istilah Hollywood Solo. Dilokasi itu terdapat belasan bilik, dalam satu bilik terdapat satu PSK yang siap melayani para pria hidung belang dengan tarif murah.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.