• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

MENGHIDUPKAN JATI DIRI BANDARA KERTAJATI

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Sebutan bekennya: Bandara Kertajati.

Bandar udara terbesar kedua setelah Soekarno Hatta Airport. Ekspektasi dari Bandara Kertajati pun tinggi.

Bandara Kertajati disasar jadi area perhubungan udara global. Begitu harapnya Presiden Jokowi.Tercipta konektivitas penerbangan skala internasional di Bandara Kertajati.

Nantinya pun: Bandara Kertajati akan jadi penopang Bandara Soekarno Hatta.

Nah, kalau itu cita-cita diharapkan dari Bandara Kertajati berarti syaratnya: Indonesia tidak boleh menutup diri.

Kalau dianalogikan sebagai tabiat manusia maka jangan jadi pribadi yg introvert.

Lha bagaimana mau membentuk sosok yg dapat diterima semua orang tetap diri sendiri malas, enggan berteman atau bersosialisasi dengan pihak luar. Yang ada orang di luar pun tidak harap berinteraksi dengan diri kita. Akhirnya peduli saja, masa bodo dengan diri kita.

Begitu pun Bandara Kertajati. Targetnya harap jadi bandara yg diminati penerbangan internasional namun malas mengajak dunia luar (baca: negara lain) masuk, ya itu cuma jadi isapan jempol saja.

Bagaimana negara lain bersedia menerbangkan maskapai pesawatnya ke Bandara Kertajati bila di sini menutup diri.

Bagaimana negara luar mengetahui produksi Indonesia kalau tidak dipromosikan? Akhirnya barang produksi tersebut itu cuma barang dipajang saja.

Lalu pemerintah Indonesia berencara menggandeng investor asing untuk jadi kawan menghidupkan Bandara Kertajati, ya sah-sah saja. Amat wajar.

Seperti tadi sudah dipaparkan analoginya. Ingin rumah kita ramai tetap pagar sering dikunci. Maka rumah kita bakal terus sepi ibarat kuburan.

Ini soal strategi bisnis. Supaya Bandara Kertajati tetap membawa kebaikan kalau aktif. Dari potensi ekonomi untuk masyarakat hingga pemasukan keuangan negara dari kunjungan wisatawan.

Bukan soal bicara ketidakmampuan pemerinta Indonesia menghidupkan Bandara Kertajati dengan menggaet investor asing atau negara luar untuk berkolaborasi.

Hal ini lebih mengenai upaya memancing supaya maskapai penerbangan asing dapat berdatangan ke Indonesia. Makanya perlu strategi bisnis yg jitu.

Apalagi Bandara Kertajati adalah infrastruktur baru, masih banyak negara asing belum mengenal akrab. Perlu cara supaya Bandara Kertajati lebih ngetop bagi negara asing. Meski dengan cara tidak populer.

Lalu harus dipahami dari tujuan mengajak investor negara asing bermitra, bukan menegaskan Indonesia akan kehilangan kendali kepada Bandara Kertajati. Itu pikiran yg ngaco.

Asal diketahui saja, kekuasaan saham pemerintah Indonesia atas Bandara Kertajati sebanyak 83,88 persen (Pemprov Jawa Barat), 13,78 persen (PT Angkasa Pura II), 1,65 persen (Kopkar Praja), & 0,69 persen (Jasa Sarana).

Dari data itu sudah amat jelas kan bila Bandara Kertajati tetap milik Indonesia? Bukan dijual ke negara asing.

Negara asing itu cuma kawan bisnis. Bukan lantas jadi penguasa. Jadi tidak perlu khawatir Bandara Kertajati bakal berpindah tangan.

Dari ini semua sudah dapat dipahami kan kenapa pemerintah Indonesia harap bermitra dengan investor asing mengelola Bandara Kertajati? Supaya jernih mencermatinya.



Hari ini 16:27
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.