Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Di jaman sekarang ini sudah ribuan cara untuk menghabiskan uang, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik secara pintar ataupun secara goblok, baik secara sah ataupun tidak sah. Salah satu cara untuk menghabiskan uang yg beberapa tahun ini cukup banyak meresahkan para orangtua adalah menghabiskan uang untuk membeli sebuah item dalam game atau istilah kerennya, Pay to Win.
Karena berita-berita sering menyorot bocah-bocah yg mencuri dompet orangtua mereka untuk mengerjakan top-up maka kesan Pay to Win jadi benar-benar buruk di telinga masyarakat awam, terlebih bermain game masih sering dianggap sebagai kegiatan yg buang-buang waktu. Karenanya menghabiskan uang untuk sebuah game dianggap sebagai pencemaran nama baik yg berujung pada nama yg dicoret dari KK.
Namun, mari kita pikirkan lebih mendalam untuk sejenak. Sejak awal pembuatannya, game dianggap sebagai sarana untuk melepas stress, sebuah pelarian dari dunia yg begitu kejam ini. Perlahan-lahan game jadi semakin populer & banyak orang menggantungkan hidup di bidang ini sehingga pekerjaan-pekerjaan seperti Youtuber Gaming & Gamer Pro akhirnya tercipta.
Nah, kira-kira apa yg membedakan gamer pro dengan yg tidak? Jawabannya adalah skill. Seorang gamer dengan skill mumpuni harusnya dapat dengan mudah mengalahkan gamer yg menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli item-item langka. Lalu, bagaimana kalau Gamer Pro dibekali dengan perlengkapan Ultra Rare? Tentunya banyak yg akan membayar untuk melihat eksibisi itu.
Bagi youtuber-youtuber gaming, membeli item di dalam game dapat dibilang merupakan sebuah kewajiban karena penonton akan suka melihat yg seperti itu. Bagi Gamer Pro, membeli item berbayar juga merupakan kewajiban karena item-item berbayar memiliki kualitas yg lebih baik dibandingkan item gratis. Bagi mereka yg mencari uang di dalam game, menghabiskan uang untuk game adalah sebuah keharusan.
Lalu, bagaimana dengan orang-orang yg cuma bermain game sebagai hiburan?
Kebanyakan game (terutama multi-player) sering kali menciptakan kesal, khususnya kesal karena kalah. Untuk mengurangi kekesalan, beberapa orang akhirnya membeli item di dalam game supaya dapat menang melawan pemain lain. Untuk orang-orang yg punya kelebihan uang hal ini tentu bukan masalah, yg jadi permasalahan sebenarnya adalah bocah-bocah yg tergila-gila hingga-hingga mengerjakan segalanya supaya unggul dari teman-temannya.
Untuk bocah-bocah itu, menghabiskan uang untuk game tidak cuma sekedar tak penting melainkan berbahaya. Sejak awal, untuk apa bermain game kalau ujung-ujungnya malah jadi sumber stress? Ini juga berlaku untuk semua orang yg saat ini mempertimbangkan untuk jadi pemain Pay to Win. Pikirkan kembali, apa Anda harap membeli item itu untuk melepas stress? Kalau Anda stress memainkannya maka untuk apa Anda main game?
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya. Hari ini 11:00