• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Menggarap Peluang Usaha dari "Junk Mail"

Constantine

IndoForum Senior A
No. Urut
64676
Sejak
19 Feb 2009
Pesan
6.946
Nilai reaksi
320
Poin
83
Kesuksesan berbisnis juga dipengaruhi ketajaman intuisi pebisnisnya. Coba saja perhatikan, berapa banyak orang yang berwirausaha tetapi tak juga sukses dengan usahanya. Salah satu faktor penyebabnya adalah mereka kurang jeli melihat peluang lantaran tak didukung intuisi yang tajam. Intuisi bisa dilatih dengan berbagai cara, bahkan melalui e-mail sampah yang memenuhi kotak masuk di akun e-mail atau surat elektronik (surel) Anda.

"Jika sering mendapat junk mail, Anda beruntung karena kita bisa menggunakan surat sampah tersebut untuk melatih intuisi," papar Tom Martin Charles Ifle, mentor coach yang juga praktisi hipnoterapi, dalam bukunya yang berjudul Big Brain Big Money.

Lantas seperti apa cara melatih intuisi? Tom menjelaskannya lebih rinci:

Simpan dan analisis surel sampah
Surel sampah bisa mendatangkan ide bisnis dan peluang usaha. Jangan buang surat sampah selama satu atau dua bulan. Baca sekilas sebelum Anda buang. Lihat persamaan surat-surat tersebut. Apakah Anda melihat iklan, penawaran, produk baru, dan seterusnya? Apa yang Anda simpulkan dari surat-surat tersebut?

Analisis brosur hingga papan iklan
Brosur, berbagai selebaran iklan, hingga papan iklan bisa menjadi sumber penghasilan. Bukan dengan memproduksinya, melainkan dari Anda bisa mempelajari pasar dari media iklan ini. Setiap kali Anda berkesempatan mengunjungi berbagai kota, bacalah koran lokal, brosur, atau iklan pada papan reklame di kota tujuan. Penilaian apa yang Anda bisa simpulkan tentang ekonomi, standar hidup, dan kebiasaan kota tersebut? Apa yang bisa Anda duplikasi dan tiru darinya?

Amati dan analisis tayangan televisi atau film
Tontonan yang sedang populer tak sekadar hiburan bagi Anda yang memiliki intuisi tajam. Ada hal menarik yang bisa Anda amati dari sana, dianalisis, bahkan menjadi peluang usaha. Amati tontotan populer di layar kaca atau film yang sedang digemari pasar, termasuk bacaan atau lagu yang sedang hangat dibicarakan orang. Setelah itu, tanyakan kepada diri Anda, apa yang sedang diminati orang? Nilai-nilai apa yang penting saat ini? Siapa tokoh populer yang sedang dikagumi, dan mengapa mereka populer? Anda tengah melatih intuisi dan membaca tren dari cara ini.

Belajar dari seminar
Ilmu bisa didapatkan dengan berbagai cara atau dari pengalaman orang lain yang sudah lebih dahulu sukses. Menghadiri konferensi, seminar, lokakarya, pelatihan, bedah buku, atau seminar gratis tak hanya akan mengasah otak, tetapi juga melatih intuisi. Pelajari apa yang membuat orang tertarik untuk hadir. Cara-cara ini membantu Anda menajamkan intuisi.

Dengarkan radio
Sarana hiburan seperti radio tak hanya bisa dimanfaatkan untuk memanjakan telinga. Simak siaran radio lalu tanyakan kepada diri sendiri, siapa target pasar radio ini? Apa sasaran mereka? Siapa pendengarnya? Mengapa orang mau beriklan? Anda bisa meraba tren dan menajamkan intuisi yang bisa menjadi modal Anda untuk menggarap peluang usaha darinya.

Sumber: Kompas
 
Salah satunya adalah tren upin-ipin, banyak produk yg menggunakan baik nama maupun gambar darinya
 
kuncinya gampang, jangan malas dan tetap berusaha ;))
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.