• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah bisa??

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Berawal dari sebuah percakapan ringan sebelum tidur,

"Bun, mungkin tidak ya, ada sebuah kalimat yg begitu kuat hingga akhirnya dapat menyadarkan seseorang, khususnya penipu online?"

Di jawab "Mana mungkin ada, hati mereka sudah seperti batu, & mereka tidak harap untuk di sadarkan".

Hemmm gitu ya...

Saya sering kali dengar teman kantor, saat seorang penipu, mengaku-ngaku dari Dukcapil, yg dapat teman saya lakukan hanyalah mengulur-ulur waktu si penipu supaya waktu mereka sia-sia tdk di pakai utk menipu org lain.

Dari situ saya berfikir, di jendela yg begitu singkat, dapat tidak sih kita membalik keadaan, menguasai pikiran si penipu, lalu mengetuk pintu hatinya yg terdalam.

Setelah beberapa pekan berlalu..

Akhirnya saya dpt kesempatan untuk menguji hal itu, berawal saat ngelihat sebuah iklan di Facebook, sebuah laman FB dengan judul "Bantuan Hukum & Pemulihan Korban Penipuan" dengan 2.6rb follower, naluri anti-penipuan saya langsung aktif.​

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Saya lakukan sedikit research, baca-baca komentar di sana, lihat page transparansi dari laman tersebut, IP pengelola FB tersebut dari negara Thailand, Pakistandan Indonesia, wah fix ini pasti penipuan.

Modusnya sederhana, mereka seakan-akan memberikan sebuah "harapan" bagi korban penipuan online, dimana janjinya uang kita dapat kembali.​

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Iklan penipuan sejenis ini sebenarnya ada byk, saya menemukan 5 diantaranya :Sentra Bantuan Hukum & Pemulihan Penipuan (1rb follower), Pelayanan Masyarakat Korban Penipuan Online (sudah di take down) & layanin Hukum Penipuan Online (3.4rb follower), Posko pengakuan & Pemulihan Penipuan Online dll (16 follower), Angga Pradana SH (5.7rb follower). Saya perhatikan Page dengan model sejenis mulai bermunculan di pertengahan tahun 2025 ini.

Pertama-tama saya coba untuk hubungi admin FB mereka, untuk membongkar lebih lanjut seperti apa modus-nya. Saya hingga menciptakan percakapan palsu bolak-balik supaya lebih meyakinkan kalau saya adalah korban penipuan.​

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Percakapan singkat dari Facebook lalu di alihkan ke WhatsApp, dengan konsultan hukum gadungan yg mengaku namanya Yudhi Bimantara, S.H., M.H. (nama ini saya cari di google memang ada).​

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Terjadilah percakapan yg sama, di sini mereka mulai mengambil data dari saya/korban, yakni foto KTP, nomer rekening. Lalu menciptakan sebuah dokumen pelaporan hukum palsu, yg tentunya supaya saya semakin percaya kalau mereka benar-benar dari lembaga hukum.​

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Kemudian endingnya saya di lempar lagi ke nomer WhatsApp IPTU Ikra Sembiring, S.I.K.yakni seorang pakar IT (gadungan) dari kepolisian, untuk di tindak lanjuti.

Ini lah ciri khas dari skema penipuan, kita di lempar ke sana kemari, ke lembaga-lembaga, nama-nama dengan gelar panjang yg seakan-akan pakar di bidangnya, supaya kita lebih yakin & percaya kepada mereka.​

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Saya yakin 3 akun ini, atau 2 nomer WA ini adalah orang yg sama. Jadi ini saatnya mengerjakan eksperimen di awal yg sudah saya nanti-nantikan.

Sebelumnya, Saya biarkan cooling downselama 1 hari 1 malam dulu, supaya besoknya saya yg mengambil alih posisi percakapan, si penipu sudah merasa menang & juga penasaran terlihat dgn sering coba menghubungi saya via WA/telp.​

Besoknya..
Secara teori, ancaman yg paling menakutkan itu adalah saat keluarga atau orang terdekat kita yg di ancam, maka secara psikologis saya akan mengpakai teknik itu di awal percakapan, dengan membalik "ancaman"menjadi sebuah "harapan".​

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Kalimat saya :
"Bpk pasti punya keluarga yg bangga pd bpk.. Apa ini yg harap bpk wariskan kepada mereka?? Sebuah nama baik atau cuma sekedar aib? Semoga bpk dapat di berikan kesadaran, kalau apa yg di lakukan ini adalah sebuah kesalahan. Amiin"​

Di jawab :
"Baik kalau data data anda di salah pakai saya tidak bertanggung jawab"
Ternyata kalimat saya kurang di dengar, pdhal sudah coba meng-eksploitasi "warisan kenangan yg akan di kenang oleh anak cucunya". Warisan nama baik itu adalah hal sangat penting bagi manusia, saat kita mati tentu harap di kenang nama baiknya.

Saya berfikir mungkin si penipu tidak membaca dengan hatinya, lalu saya coba ingatkan kembali "Bacalah dengan hati & pikiran ya pak.."​

Dan "Zonk"lagi, dapat di baca di gambar.
Oke saya coba lagi, kalau mengetuk pintu dengan keras, maka pemilik rumah akan ketakutan, maka akan saya coba ketuk pintunya dengan perlahan, saya coba lepas topeng yg sedang dia pakai, yg mana pada akhirnya, saat semua atribut yg kita miliki terlepas, kita sama-sama cuma manusia biasa.​

Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Kalimat saya:
"Di balik nomor WhatsApp ini, di balik foto palsu yg bpk pakai, saya tahu ada seorang manusia biasa, yg jauh di dalam hatinya sadar, bahwa apa yg sedang dilakukan ini adalah sesuatu yg salah. Tidak ada mengatakan terlambat untuk berubah. Mulailah langkah baru, bukan untuk menipu, tetapi untuk menolong seseorang dengan tulus. Seperti yg sedang saya coba lakukan sekarang, mengetuk pelan hati bpk."​

Jawabnya :
"Jaga bicara anda"
"Jika anda melapor untuk bermain main jangan melapor"
Hemmm "bermain-main"ya, sebenarnya kita berdua sedang bermain-main pak, menipu itu kan coba membawa sebuah ide "kebohongan", yg kemas dengan cerdik & meyakinkan, supaya lawan bicara jadi yakin & percaya kalau hal tersebut bukanlah sebuah kebohongan.​


Saya coba tebak modus penipuannya di percakapan selanjutnya.
Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

Kalimat saya:
"Kalau saya tebak, setelah saya hubungin IPTU Ikra Sembiring, S.I.K. maka akan di giring ke berbagai hal/basa basi/dll yg ujungnya meminta biaya dari saya untuk memproses perkara, intinya pasti akan ada uang yg keluar dari saya, untuk hal-hal yg sebenarnya tidak di lakukan, bukankan bpk & team yg sebenarnya sedang "bermain-main."
Kalimat saya:
"Jika saya memilih stop makan akan di ancam data2 saya akan di salah pakai. Selain mencoba menipu sebenarnya bpk & team juga dpt data, yg mana itu di pakai utk menyerang korbannya juga"
Saat penipu itu mencoba untuk mengancam mengpakai data-data saya, maka saya juga coba metode mengancam ini saya kembalikan ke dia.
Kalimat saya:
"Bagai mana kalau saya sebenarnya adalah polisi, bagai mana kalau sebenarnya saat kita berbicara ini, team saya sedang melacak posisi IP Wifi, BTS seluler anda, bagai mana kalau anda akhirnya tertangkap & di penjara, apakah anda akan menyesal? Sebab & akibat itu ada, berubahlah sebelum terlambat ya pak.."
Dan tidak di balas oleh si penipu, gak papa, saya tidak akan lagsung putus asa, besok saya coba lagi, dengan kalimat-kalimat yg lebih pas.
Besoknya..
Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??

"Selamat pagi, Bapak.

Saya tahu, apa yg saya lakukan ini mungkin tidak akan langsung berhasil. Saya hanyalah manusia biasa, sama seperti Bpk yg juga sedang berusaha menjalani hidup dengan caranya sendiri..

Jika Bpk masih punya ayah atau ibu, coba lihat mata mereka dalam-dalam..

Jika Bpk memiliki istri, lihatlah senyum di wajahnya..

Jika Bpk punya anak, pandanglah masa depannya..

Dan kalau tak ada satu pun dari mereka, maka bayangkanlah semuanya nyata dalam pikiran Bpk..

Karena setiap orang di dunia ini pasti pernah jadi anak dari seseorang, & di hati setiap manusia, pasti masih tersisa setitik kebaikan yg harap di berikan kepada orang lain..

Orang-orang terdekat kita, mereka yg percaya tanpa syarat, mereka yg mungkin tak tahu apa yg sedang Bpk lakukan, merekalah yg paling akan terluka kalau kegelapan ini terus Bpk pelihara..

Uang dapat hilang, kesempatan dapat datang lagi, tetapi kepercayaan & doa orang yg mensayangi kita, sekali hancur, tak mudah utk kembali seperti semula..

Bpk, berhentilah sebelum semuanya terlambat. Karena di dunia ini, kejahatan sekecil apa pun tetap meninggalkan jejak, & begitu pula kebaikan sekecil apa pun, dapat menuntun kita untuk pulang..

Saya tidak sedang marah, saya cuma harap Bpk ingat.. bahwa setiap pesan yg Bpk kirim, setiap kebohongan yg Bpk susun, sebenarnya sedang melukai sisi terbaik dari diri Bpk sendiri..

Ini yg terakhir dari saya, ini hadiah kecil yg dapat saya berikan untuk bpk, semoga kata-kata saya dapat hingga ke hati bpk. Salam hangat dari saya."​

....
........
Setelah saya tunggu seharian hasilnya "ZONK"lagi saudara-saudara, tidak ada balasan sama sekali. Hening..
Ternyata memang tidak dapat ya, penipu cari kerja ya dengan cara menipu, & itu sangat sulit untuk di ubah. Mereka mengpakai keahlian manupulasi mereka & mungkin ada banyak orang yg percaya kepada mereka, kasihan ibarat sudah jatuh ke timpa tangga lagi.

Bagai mana menurut teman-teman, apakah hati si penipu mungkin sedikit ter goyah kan?

Apa pun hasilnya, saya sudah mencoba, jikapun si penipu tidak sadar, paling tidak cerita ini dapat menambah wawasan utk teman-teman yg membacannya.​

Bantu Report juga ya ke pihak Facebook, caranya :
Mengetuk hati sorang penipu. Apakah dapat??
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.