Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Margonda adalah salah satu pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia yg meninggal saat pertempuran melawan tentara Inggris pada 16 November 1945. Namanya pun diabadikan sebagai nama jalan utama dikawasan Depok
Terlahir dengan nama Margana & akbar di Kota Bogor, Margonda mengenyam pendidikan sebagai analis kimia di Balai Penyelidik Kimia Bogor yg dulunya bernama Analysten Cursus. Dia pun sempat mengikuti pelatihan penerbang cadangan di Luchtvaart Afdeeling (Departemen Penerbangan Belanda). Namun tidak berlangsung lama, karena pada 1942 Belanda menyerah & berlalih kekuasaan ke Jepang.
Selain itu, Margonda berjumpa dengan seorang perempuan yg bernama Maemunah & menikahinya saat usianya 25 tahun, sedangkan Maemunah lebih muda darinya. Setelah menikah, Margonda dikaruniakan seorang anak yg bernama Jopiatini, nama JOP diambil dari tempat pertemuan pertama antara Margonda & Maemunah.
Setelah Jepang ditaklukan oleh Amerika Serikat dengan serangan bom atomnya yg mengenai Kota Nagasaki & Hiroshima pada 1945. Margonda aktif membentuk laskar-laskar dengan mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) bersama tokoh-tokoh diwilayah Bogor & Depok. Namun organisasi yg ia bentuk tidak berlangsung lama, setelah pecah anggotanya bergabung dengan kelompok-kelompok kecil (BKR, Pesindo, KRISS).
Pecahnya laskar yg dibuat oleh Margonda, menciptakan dia masuk kedalam organisasi Badan Keamanan Rakyat (BKR). Setelah mengikuti pendidikan kemiliteran yg singkat, Margonda dimasukan ke Batalion Kota Bogor dengan pangkat Letnan Muda.
Terjadinya peristiwa Gedoran Depok yg berawal dari menolaknya warga Kota Depok untuk mengakui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 menciptakan para pejuang menyerbu & mengepung dari segala penjuru mata angin wilayah tersebut. Maka terjadi lah perang pada tanggal 11 Oktober 1945 yg mengakibatkan korban berjatuhan. Pihak para pejuang pun sempat menguasai Kota Depok, namun tidak berlangsung lama, setelah Netherlands-Indies Civiele Administration (NICA) membonceng sekutu untuk membebaskan para tawanan dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR) & mengambil alih wilayah tersebut.
Pada 16 November 1945 terjadi lah perang antara pihak pejuang dengan penjajah dengan sandi saat itu Serangan Kilat. Margonda & para pejuang sepakat untuk mengambil alih kembali Kota Depok, namun diantara ratusan pejuang yg gugur saat itu, terdapat pimpinan AMRI, yaitu Margonda ikut gugur dalam perang tersebut. Margonda gugur dikawasan Kali Bata, Kota Depok, Pancoran Mas yg jadi saksi bisu peristiwa tersebut.
Spoiler for Refresnsi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Margonda
https://historia.id/urban/articles/k...a-6m42P/page/1
https://news.detik.com/berita/d-3067...ggal-di-jaktim
Margonda Sang Legenda Revolusi
Margonda bukan sekadar nama jalan raya di Depok. Gugur dalam perjuangan, namun tak diketahui di mana pusaranya.