Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
HAI AGAN DAN SISTA!
Salah satu bencana alam yg paling banyak memakan korban adalah letusan gunung berapi. Mulai dari gempa vulkanik yg terus berguncang, material aktivitas vulkanis yg tak baik bagi kesehatan makhluk hidup, juga getaran dahsyat ketika gunung itu meletus, benar-benar meluluhlantakkan suatu daerah.
Sudah banyak bencana letusan gunung api terjadi di dunia. Namun, tercatat ada tujuh letusan gunung api yg paling dahsyat di dunia. Termasuk Gunung Tambora & Krakatau dari Indonesia.
Nah, kali ini ane mau ngebahas tentang tiga gunung api yg letusannya paling dahsyat di dunia.
"loh, kok tiga? Tapi katanya tujuh?"
Hehe, ane bagi jadi dua part, Gansis, biar thread-nya ga kepanjangan.
Nah, udah oke, kan? Kalau udah, skuy-lah! Langsung aja simak ulasan ane berikut ini!
1. Gunung Mont Pelee, Perancis
Sumber : Science Photo Library
Di peringkat pertama, ada Gunung Pelee dari Perancis. Gunung yg dahulunya tak terlalu terkenal di masyarakat. Namun, sejak letusannya 118 tahun lalu, dunia pun mengenang gunung ini sebab amukannya yg begitu dahsyat.
Tak cuma letusannya, tetapi konspirasi dari bencana yg menggulung habis kota St. Pierre ini, juga lekat dalam ingatan orang-orang.
St. Pierre sebelum erupsi Gunung Pelee. Sumber : wikimedia commons
Dilaporkan bahwa Gunung Pelee sudah menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanis sejak April 1902. Gas sulfur, gempa ringan, & peningkatan suhu sudah terjadi. Akan tetapi, pemerintah setempat malah menganggapi gejala itu dengan santai & meyakinkan kalau keadaan akan kondusif terkendali.
Namun, gejala lain mulai muncul & meresahkan warga St. Pierre. Kota yg pada masa itu sangat maju, pelabuhannya yg ramai, glamour, & jadi pusat budaya kolonial Perancis, mendadak diserang ratusan ular berdapat, ribuan semut kuning, & lipan-lipan besar. Hewan-hewan itu turun dari gunung & menyerang manusia. Karenanya, 50 nyawa manusia & 200 hewan ternak melayang.
5 Mei 1902, 23 pekerja di letak penyulingan rum tewas, sebab tempat itu diserang banjir bandang air panas yg turun dari gunung. Dari sini kita tahu, bahkan sebelum meletus pun Mont Pelee sudah memakan korban.
St. Pierre setelah erupsi Mont Pelee. Sumber : pinterest
Tak lama setelah itu, tsunami kecil mulai menerjang daerah dataran rendah kota St. Pierre, yg mana hal ini menguarkan ketakutan yg amat sangat pada masyarakat. Akhirnya, mereka (masyarakat, pen) mulai mengepak barang & harap mengungsi.
Namun, kalian tahu apa yg terjadi? Pemerintah melarang mereka pergi. Pemerintah meyakinkan bahwa keadaan akan segera terkendali & tidak akan terjadi hal yg buruk. Bahkan, gubernur juga menurunkan para tentara untuk menghadang warga yg harap keluar dari kota. Alhasil, warga pun tetap di rumah mereka dengan perasaan takut yg mencekam.
Sumber : reddit
Nyatanya, kondisi kondusif yg dijanjikan hanyalah isapan jempol belaka. 08 Mei 1902, Mont Pelee benar-benar mengamuk. Letusannya yg dahsyat, menyemburkan awan hitam, lahar, & batu-batu yg sangat besar. Dalam sekejap, kota St. Pierre pun disapu habis berikut 30.000 jiwa penduduknya.
Peristiwa ini benar-benar menoreh luka mendalam pada dada bumi Perancis. Terutama masyarakatnya yg terus bertanya, kenapa pemerintah seakan sengaja menumbalkan seluruh warga St. Pierre pada tragedi itu?
2. Gunung Nevado del Ruiz, Bogota
Nevado del Ruiz. Sumber : Electroverse
Di urutan kedua, ane sisipkan gunung tertinggi dari Pegunungan Andes, terletak di Kolombia, Bogota.
Dilaporkan bahwa sudah 150 tahun lamanya gunung ini tidak pernah meletus. Namun, siapa sangka, menjelang tengah malam pada 13 November 1985 gunung ini mengamuk dengan sangat dahsyat. Uap panas & material aktivitas vulkanis disemburkan hingga 30 km ke udara, kemudian jatuh menimpa wilayah di bawahnya.
Sumber : Sky Alert Blog
Karena letusan itu, gletser & salju di puncak Nevado mencair, kemudian mengalir deras menuruni gunung, lantas mengisi sungai-sungai di bawahnya. Karenanya, banjir bandang & longsor parah pun terjadi.
Sumber : World Abandoned
Seakan masih belum puas mengamuk, langit pun menurunkan hujan badai & angin kencang yg menyebabkan padamnya listrik & jaringan komunikasi. Karena hal itu, pejabat pertahanan sipil tidak dapat memberi peringatan pada Kota Amero, bahwa kurang dari 1 jam, aliran lahar akan menyerang kota itu.
Kota Amero setelah erupsi Gunung Nevado. Sumber : USGS
Nahas, sebab miskominikasi itu, Kota Amero pun tenggelam dalam lumpur serta puing-puing letusan gunung api. Setidaknya, sekitar 20.000 (sumber lain mengatakan 28.700) penduduk kota itu, ikut ditenggelamkan & tewas.
3. Gunung Tambora, Indonesia
Ilustrasi erupsi tambora. Sumber : IDN Times
Selanjutnya adalah bencana di bumi pertiwi yg terjadi pada tahun 1815. Dikatakan sebagai letusan gunung terdahsyat, sebab tak cuma berdampak pada Indonesia sendiri, tetapi juga dunia secara global.
Dikatakan bahwa berabad-abad lamanya Tambora tertidur, hingga pada tahun 1812, gunung ini mulai menunjukkan tanda bahwa ia sudah selesai dari tidur panjangnya. Gemuruh terdengar dari perutnya & gumpalan hitam membumbung dari atap Pulau Sumbawa itu.
Ilustrasi : warga melarikan diri ketika erupsi tambora terjadi. Sumber : Twitter
Benar saja, tiga tahun kemudian, tepatnya 10 April 1815, Tambora meletus dengan sangat dahsyat. Gemuruhnya terdengar hingga ke Makassar, Batavia, Jawa, Ternate, & Sumatera. Karena belum ada informasi itu adalah gunung meletus, masyarakat (di luar Pulau Sumbawa) menganggap itu adalah dentuman senjata perang.
Dalam catatannya, Gubernur Hindia-Belanda (Indonesia sebelum merdeka) asal Inggris--Thomas Stamford Raffles--menyebutkan bahwa letusan Tambora tiga kali lebih kuat daripada letusan Krakatau.
Karena peristiwa itu, awan abu tebal masih menyelimuti wilayah sekitar Tambora hingga 23 April 1815. Sementara gemuruhnya baru benar-benar berhenti pada 15 Juli 1815 & asap masih terlihat hingga 23 Agustus 1815.
Bencana vulkanik ini juga menyebabkan tsunami di beberapa daerah di Indonesia. Seperti di Sanggar, terjadi tsunami setinggi 4 meter, di Besuki jatim 1-2 meter, & di Maluku 2 meter.
Abu-abu letusan Tambora yg berterbangan jatuh ke laut & membentuk rakit batu apung, ditemukan hingga di dekat Kolkata, India, pada 3 Oktober 1815.
Ilustrasi : bumi tanpa musim panas. Sumber : macleansa
Seperti yg ane katakan di atas, bahwa tak cuma Indonesia yg terdampak oleh bencana ini, tetapi juga dunia secara global. Abu & awan hitam yg menutupi atmosfer dalam waktu cukup lama, sudah menyebabkan suhu bumi turun secara drastis hingga akhir 1815. Bahkan tahun itu (1815) hingga tahun berikutnya, disebut sebagai tahun 'tanpa musim panas' di Eropa.
Ilustrasi : gagal panen akibat erupsi Tambora. Sumber : Transient Canvas
Dunia jadi dharap & menyebabkan gagal panen di berbagai belahan dunia. Hal ini kemudian memicu penyakit tifus mewabah disertai bencana kelaparan.
Bahkan, karena bencana ini, kondisi bumi belum jua stabil hingga memasuki zaman ke-19. Sebab, 1883 disusul pula dengan mengamuknya Krakatau.
Gimana, nih, Gansis? Dahsyat & mengerikan, bukan? Ane pribadi dapat membayangkan bagaimana kacaunya ketika bencana itu terjadi. Ketakutan di mana-mana disertai kehancuran sejauh mata memandang.
Semoga kita dijauhkan, ya, dari bencana seperti itu di kemudian hari. Dan semoga jiwa-jiwa yg menemui ajalnya dalam tragedi itu mendapat tempat yg layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Aamiin.
Sekian thread ane kali ini, Gansis. Terima kasih sudah berkenan mampir.
A thread by :
@serbaserbi.com
Referensi : 1, 2, 3, 4
:
Hari ini 11:29
Salah satu bencana alam yg paling banyak memakan korban adalah letusan gunung berapi. Mulai dari gempa vulkanik yg terus berguncang, material aktivitas vulkanis yg tak baik bagi kesehatan makhluk hidup, juga getaran dahsyat ketika gunung itu meletus, benar-benar meluluhlantakkan suatu daerah.
Sudah banyak bencana letusan gunung api terjadi di dunia. Namun, tercatat ada tujuh letusan gunung api yg paling dahsyat di dunia. Termasuk Gunung Tambora & Krakatau dari Indonesia.
Nah, kali ini ane mau ngebahas tentang tiga gunung api yg letusannya paling dahsyat di dunia.
"loh, kok tiga? Tapi katanya tujuh?"
Hehe, ane bagi jadi dua part, Gansis, biar thread-nya ga kepanjangan.
Nah, udah oke, kan? Kalau udah, skuy-lah! Langsung aja simak ulasan ane berikut ini!
1. Gunung Mont Pelee, Perancis
Sumber : Science Photo Library
Di peringkat pertama, ada Gunung Pelee dari Perancis. Gunung yg dahulunya tak terlalu terkenal di masyarakat. Namun, sejak letusannya 118 tahun lalu, dunia pun mengenang gunung ini sebab amukannya yg begitu dahsyat.
Tak cuma letusannya, tetapi konspirasi dari bencana yg menggulung habis kota St. Pierre ini, juga lekat dalam ingatan orang-orang.
St. Pierre sebelum erupsi Gunung Pelee. Sumber : wikimedia commons
Dilaporkan bahwa Gunung Pelee sudah menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanis sejak April 1902. Gas sulfur, gempa ringan, & peningkatan suhu sudah terjadi. Akan tetapi, pemerintah setempat malah menganggapi gejala itu dengan santai & meyakinkan kalau keadaan akan kondusif terkendali.
Namun, gejala lain mulai muncul & meresahkan warga St. Pierre. Kota yg pada masa itu sangat maju, pelabuhannya yg ramai, glamour, & jadi pusat budaya kolonial Perancis, mendadak diserang ratusan ular berdapat, ribuan semut kuning, & lipan-lipan besar. Hewan-hewan itu turun dari gunung & menyerang manusia. Karenanya, 50 nyawa manusia & 200 hewan ternak melayang.
5 Mei 1902, 23 pekerja di letak penyulingan rum tewas, sebab tempat itu diserang banjir bandang air panas yg turun dari gunung. Dari sini kita tahu, bahkan sebelum meletus pun Mont Pelee sudah memakan korban.
St. Pierre setelah erupsi Mont Pelee. Sumber : pinterest
Tak lama setelah itu, tsunami kecil mulai menerjang daerah dataran rendah kota St. Pierre, yg mana hal ini menguarkan ketakutan yg amat sangat pada masyarakat. Akhirnya, mereka (masyarakat, pen) mulai mengepak barang & harap mengungsi.
Namun, kalian tahu apa yg terjadi? Pemerintah melarang mereka pergi. Pemerintah meyakinkan bahwa keadaan akan segera terkendali & tidak akan terjadi hal yg buruk. Bahkan, gubernur juga menurunkan para tentara untuk menghadang warga yg harap keluar dari kota. Alhasil, warga pun tetap di rumah mereka dengan perasaan takut yg mencekam.
Sumber : reddit
Nyatanya, kondisi kondusif yg dijanjikan hanyalah isapan jempol belaka. 08 Mei 1902, Mont Pelee benar-benar mengamuk. Letusannya yg dahsyat, menyemburkan awan hitam, lahar, & batu-batu yg sangat besar. Dalam sekejap, kota St. Pierre pun disapu habis berikut 30.000 jiwa penduduknya.
Peristiwa ini benar-benar menoreh luka mendalam pada dada bumi Perancis. Terutama masyarakatnya yg terus bertanya, kenapa pemerintah seakan sengaja menumbalkan seluruh warga St. Pierre pada tragedi itu?
2. Gunung Nevado del Ruiz, Bogota
Nevado del Ruiz. Sumber : Electroverse
Di urutan kedua, ane sisipkan gunung tertinggi dari Pegunungan Andes, terletak di Kolombia, Bogota.
Dilaporkan bahwa sudah 150 tahun lamanya gunung ini tidak pernah meletus. Namun, siapa sangka, menjelang tengah malam pada 13 November 1985 gunung ini mengamuk dengan sangat dahsyat. Uap panas & material aktivitas vulkanis disemburkan hingga 30 km ke udara, kemudian jatuh menimpa wilayah di bawahnya.
Sumber : Sky Alert Blog
Karena letusan itu, gletser & salju di puncak Nevado mencair, kemudian mengalir deras menuruni gunung, lantas mengisi sungai-sungai di bawahnya. Karenanya, banjir bandang & longsor parah pun terjadi.
Sumber : World Abandoned
Seakan masih belum puas mengamuk, langit pun menurunkan hujan badai & angin kencang yg menyebabkan padamnya listrik & jaringan komunikasi. Karena hal itu, pejabat pertahanan sipil tidak dapat memberi peringatan pada Kota Amero, bahwa kurang dari 1 jam, aliran lahar akan menyerang kota itu.
Kota Amero setelah erupsi Gunung Nevado. Sumber : USGS
Nahas, sebab miskominikasi itu, Kota Amero pun tenggelam dalam lumpur serta puing-puing letusan gunung api. Setidaknya, sekitar 20.000 (sumber lain mengatakan 28.700) penduduk kota itu, ikut ditenggelamkan & tewas.
3. Gunung Tambora, Indonesia
Ilustrasi erupsi tambora. Sumber : IDN Times
Selanjutnya adalah bencana di bumi pertiwi yg terjadi pada tahun 1815. Dikatakan sebagai letusan gunung terdahsyat, sebab tak cuma berdampak pada Indonesia sendiri, tetapi juga dunia secara global.
Dikatakan bahwa berabad-abad lamanya Tambora tertidur, hingga pada tahun 1812, gunung ini mulai menunjukkan tanda bahwa ia sudah selesai dari tidur panjangnya. Gemuruh terdengar dari perutnya & gumpalan hitam membumbung dari atap Pulau Sumbawa itu.
Ilustrasi : warga melarikan diri ketika erupsi tambora terjadi. Sumber : Twitter
Benar saja, tiga tahun kemudian, tepatnya 10 April 1815, Tambora meletus dengan sangat dahsyat. Gemuruhnya terdengar hingga ke Makassar, Batavia, Jawa, Ternate, & Sumatera. Karena belum ada informasi itu adalah gunung meletus, masyarakat (di luar Pulau Sumbawa) menganggap itu adalah dentuman senjata perang.
Dalam catatannya, Gubernur Hindia-Belanda (Indonesia sebelum merdeka) asal Inggris--Thomas Stamford Raffles--menyebutkan bahwa letusan Tambora tiga kali lebih kuat daripada letusan Krakatau.
Karena peristiwa itu, awan abu tebal masih menyelimuti wilayah sekitar Tambora hingga 23 April 1815. Sementara gemuruhnya baru benar-benar berhenti pada 15 Juli 1815 & asap masih terlihat hingga 23 Agustus 1815.
Bencana vulkanik ini juga menyebabkan tsunami di beberapa daerah di Indonesia. Seperti di Sanggar, terjadi tsunami setinggi 4 meter, di Besuki jatim 1-2 meter, & di Maluku 2 meter.
Abu-abu letusan Tambora yg berterbangan jatuh ke laut & membentuk rakit batu apung, ditemukan hingga di dekat Kolkata, India, pada 3 Oktober 1815.
Ilustrasi : bumi tanpa musim panas. Sumber : macleansa
Seperti yg ane katakan di atas, bahwa tak cuma Indonesia yg terdampak oleh bencana ini, tetapi juga dunia secara global. Abu & awan hitam yg menutupi atmosfer dalam waktu cukup lama, sudah menyebabkan suhu bumi turun secara drastis hingga akhir 1815. Bahkan tahun itu (1815) hingga tahun berikutnya, disebut sebagai tahun 'tanpa musim panas' di Eropa.
Ilustrasi : gagal panen akibat erupsi Tambora. Sumber : Transient Canvas
Dunia jadi dharap & menyebabkan gagal panen di berbagai belahan dunia. Hal ini kemudian memicu penyakit tifus mewabah disertai bencana kelaparan.
Bahkan, karena bencana ini, kondisi bumi belum jua stabil hingga memasuki zaman ke-19. Sebab, 1883 disusul pula dengan mengamuknya Krakatau.
Gimana, nih, Gansis? Dahsyat & mengerikan, bukan? Ane pribadi dapat membayangkan bagaimana kacaunya ketika bencana itu terjadi. Ketakutan di mana-mana disertai kehancuran sejauh mata memandang.
Semoga kita dijauhkan, ya, dari bencana seperti itu di kemudian hari. Dan semoga jiwa-jiwa yg menemui ajalnya dalam tragedi itu mendapat tempat yg layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Aamiin.
Sekian thread ane kali ini, Gansis. Terima kasih sudah berkenan mampir.
A thread by :
@serbaserbi.com
Referensi : 1, 2, 3, 4