hendladi
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 113568
- Sejak
- 15 Jan 2011
- Pesan
- 685
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
KOMPAS.com - Alun-alun Gresik, Jalan Pahlawan, Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik Jawa Timur, Rabu (9/3) dipadati warga yang ingin menyaksikan karnaval budaya. Berbagai corak seni tradisional di Gresik bisa disaksikan pada gelaran budaya dalam rangka peringatan hari jadi Kota Gresik ke-524 dan Hari Ulang Tahun Pemkab Gresik ke-37.
Jaran jenggo, pencak macan, tradisi sedekah bumi Betiring, tradisi Tegal Desa Setro dan gulat okol Menganti, kemanten mider, ngarak kemanten sunat, mudun lemah bagi bayi usia tujuh bulan, tradisi ngelamar dan makcomblang, tradisi pengantin pesisiran, dan tradisi lainnya yang masih terpelihara hingga kini disajikan dalam pawai budaya ini. Damar kurung dan replika pudak, sebagai ikon khas Gresik juga diarak dalam pawai. Bahkan seni reog Ponorogo, jaran kepang, barongsay, musik dari barang bekas, musik patrol, dan tradisi Gurdo Kecamatan Dukun pun turut memeriahkan pawai budaya Gresik.
Dalam pawai itu juga disertai narasi setiap jenis kesenian yang ditampilkan, diantaranya soal Gulat Okol. Sekitar 900 tahun lalu terjadi kemarau panjang menimpa Desa Setro sehingga banyak tanaman mati. Begitu ada turun hujan, anak-anak penggembala kambing sangat riang. Mereka dengan riang menyambut hujan dengan srokol-srokolan (main dorong-dorongan hingga menjatuhkan lawan atau bergulat hingga salah satu yang terjatuh dianggap kalah).
Tradisi itu menjadi rangkaian sedekah bumi hingga saat ini. Sejumlah pegulat okol pun memeragakan gulat okol saat berhenti sambil menunggu peserta di depannya berjalan. Dulunya gulat okol dilaksanakan di sawah menyambut datangnya hujan. Gulat okol didahului dengan sedekah bumi yang diarak keliling desa.
Seni tradisi Gresik lain yang terancam punah adalah pencak macan. Pencak macan merupakan salah satu seni warisan leluhur yang mulai tergilas zaman. Kesenian itu merupan seni pengantar pengantin khas warga pesisir utara khususnya di Kelurahan Lumpur dan Kroman. Pencak macan mulai terpinggirkan. Kini hanya muncul saat menjamu tamu manca Negara atau dipentaskan di sekolah sebagai upaya melestarikannya.
Pencak macan perlu dikemas menjadi seni pertunjukkan, yang atraktif. Seni pencak macan merupakan perpaduan antara pencak silat, dengan iringan gamelan Jawa dan rebana. Seni pencak macan, secara filosofis melambangkan perjalanan manusia dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Seni ini, diperankan tiga sosok, dengan tiga karakter yang berbeda, diantaranya macan, melambangkan seorang suami, dengan semangat pantang menyerah. Monyet, melambangkan, seorang isteri, dengan cita-cita yang luhur, untuk mewujudkan keluarga yang sakinah. Satu lagi sosok gondoruwo, atau hantu, melambangkan angkara murka, yang akan menggoda perjalanan anak manusia dalam mengarungi bahtera rumah tangganya.
Sementara kepiawaian jaran jenggo yang menari-nari mengikuti iringan musik cukup menarik perhatian. Di atasnya duduk anak kecil, tetapi kuda jenggo terus berjoget sesuai irama. Kadang menggerakkan kepala, memutar-mutar badannya membuat warga tertawa gembira. "Lucu kudanya joget," teriak Andini seorang bocah saat menyaksikan jenggo beraksi.
Identitas Gresik sebagai kota santri juga tampak menonjol dalam pawai. Identitas itu diantaranya berupa seni hadrah, tarian rancak terbang, mandailingan, dan tembang-tembang bernafaskan religi yang diiringi rebana dan tanjidor. Sekilas tarian mirip raian salman Aceh menyemarakkan pawai. Pawai budaya ini melibatkan sekolah, guru-guru, dinas dan instansi di Gresik.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, dan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim bersama pimpinan satuan kerja perangkat daerah di Kabupaten Gresik dan muspida juga memeriahkan pawa budaya. Rombongan bupati dengan 40 kereta kuda yang dihias berangkat dari Kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Jalan Dr Soetomo, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Pahlawan dan berakhir di alun-alun Gresik.
Dari Jalan Jaksa Agung Suprapto menuju alun-alun dimeriahkan dengan hadirnya komonitas sepeda kuno Paguyuban Sepeda Kebo Gresik (PasekGres). Dari alun-alun Bupati memberangkatkan peserta pawai budaya.
Sambari mengatakan, pawai seni budaya ini digelar untuk melestarikan dan secara langsung memperkenalkan budaya Gresik langsung kepada masyarakat. Pawai seni dan budaya ini lain dibanding tahun sebelumnya. Pawai seni budaya hari jadi Kota Gresik dan Pemkab diikuti 80 peserta dengan menempuh jarak 10 kilometer yang dimulai dari halaman Kantor Pemkab dan berakhir di alun-alun.
Rencananya pawai seni dan budaya ini akan dikemas lebih baik lagi pada tahun depan sekaligus memperkenalkan ke wisatawan. Sambari berharap di tengah kemajuan kota Gresik yang ditumbuhi industri, seni budaya yang bersifat religi jangan sampai punah. Kalau bisa pada tahun depan pesertanya dari perusahaan-perusahaan maupun komunitas budaya yang ada di Gresik, kata Sambari.