• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengenali Gejala Autisme

penghancur_emperium

IndoForum Junior B
No. Urut
7
Sejak
22 Mar 2006
Pesan
2.477
Nilai reaksi
122
Poin
63
  • Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak-anak, bisa berupa gangguan bicara dan bahasa, interaksi sosial, dan perilaku. Gejalanya tampak sebelum sikecil berusia 3 tahun/
  • Tidak memiliki rasa tertarik kepada anak-anak lain.
  • Tidak pernah menggunakan telunjuk untuk menunjuk rasa tertariknya pada sesuatu.
  • Tidak pernah menatap mata Anda lebih dari 1-2 detik.
  • Dia tak pernah meniru Anda yang sedang membuat raut wajah tertentu.
  • Tidak memberikan reaksi bila namanya dipanggil.
  • Bila anda menunjuk pada sebuah mainandisisi lain ruangan, dia tidak pernah melihat pada mainan tersebut.
  • Tidak pernah bermain sandiwara boneka, entah itu pura-pura menyuapi boneka atau bicara ditelepon, dll
 
tambahan ada autis yg hiperaktif, tp ada autis yg pinter. dulu ada murid ku Tk yg autis juga, dia ga gitu suka kerjain tugas tp daya ingatnya utk menghafal TOP deh, nah yg skrg ada anak Tk B yg jg menunjukkan gejala autis yg cuek bgt, suka kasar dgn teman2nya dan tidak bisa mematuhi apa yg kita minta...ga tau kenapa ya anak jaman skrg byk yg autis, penyebabnya apa ya?
 
benarkah anak yang suka sering di depan komputer bisa terkena autis juga ?
 
klo gak salah autis itu ada kelainan di otak nya bukan?? CMIIW

trus gw liat di metro tv ada keluarga punya anak autis, katanya autis tuh gak mau ngomong sama sekali dan klo mau sesuatu cuma nangis/teriak...

benarkah anak yang suka sering di depan komputer bisa terkena autis juga ?
klo pemikiran aku sih kayanya ga bisa deh..
mgkn klo di depan komp terus (dlm kategori 'super-freak'), lebih tepat di namakan penyimpangan prilaku/gangguan psikologis...
itu menurut saya loh cc effie /heh
 
wew... gw didepan Kompie molo...... gawat neh.... tapi gw mah kerja euy :(
 
Ada yg autis stenga2 ga c? Tmn gw adeny agak2 gt, tp masi tergolong lmyn normal jg... Trus tmn gw itu duluny kecil jg agak2, eh gedeny malah jago mat
 
kl di depan comp kaya progamer geto kelak bisa jadi autis dunk hahaha, malah ada yg bilang tambal gigi.bener ga ya?
 
makanan zaman sekarang aneh2 sich, jadinya banyak yg autis....

tapi ngomong2 ada yg tau g' cari penyembuhan anak autis?
 
Tambahan pengetahuan ttg autisme nih....Kebetulan ada kenalan yang anaknya autis...
Setau aku autis muncul sejak dalam kandungan dan sudah bisa di deteksi sebelum anak berusia 3 tahun. Jadi klo duduk kelamaan di depan komputer asalkan anaknya normal dari lahir ga akan terkena autisme.
Namun penyebab secara pasti autis itu masi blom ada yang bisa menyatakan secara pasti. yg hanya di ketahui, autis itu terjadi karena adanya gangguan perkembangan otak bayi pada saat kehamilan... ( bisa terjadi pada trisemester awal kehamilan )

Dari saudaraku yang anaknya kena autis pernah bilang, apa karena dia pada awal2 kehamilan amat sangat suka makan makanan junk food kali yah, makanya anaknya kena autis... selama trisemester pertama kehamilannya... hampir tiap waktu makan dia selalu cari KFC dan sejenisnya... Padahal dia tau namanya junk food jelaslah tidak sehat dan mengandung protein tinggi.

Dan ternyata dari sebuah artikel diketahui bahwa pada anak2 autis terdapat tumpukan protein di dalam otaknya yang akhirnya berkembang menjadi autis.

ini aku sertakan artikelnya :
Jumlah anak yang terkena autisme makin bertambah. Di Canada dan Jepang pertambahan ini mencapai 40 persen sejak 1980. Di California sendiri pada tahun 2002 di-simpulkan terdapat 9 kasus autis per-harinya. Dengan adanya metode diagnosis yang kian berkembang hampir dipastikan jumlah anak yang ditemukan terkena Autisme akan semakin besar. Jumlah tersebut diatas sangat mengkhawatirkan mengingat sampai saat ini penyebab autisme masih misterius dan menjadi bahan perdebatan diantara para ahli dan dokter di dunia.

Sebagai contoh, perdebatan yang terjadi akhir akhir ini berkisar pada kemunkinan penyebab autisme yang disebabkan oleh vaksinasi anak. Peneliti dari Inggris Andrew Wakefield, Bernard Rimland dari Amerika mengadakan penelitian mengenai hubungan antara vaksinasi terutama MMR (measles, mumps rubella ) dan autisme. Penelitian lainnya membantah hasil penyelidikan tersebut tetapi beberapa orang tua anak penyandang autisme tidak puas dengan bantahan tersebut. Jeane Smith (USA) bersaksi didepan kongres Amerika : kelainan autis dinegeri ini sudah menjadi epidemi - saya dan banyak orang tua anak penderta autisme percaya bahwa anak mereka yang terkena autisme disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi.

Banyak pula ahli melakukan penelitian dan menyatakan bahwa bibit autisme telah ada jauh hari sebelum bayi dilahirkan bahkan sebelum vaksinasi dilakukan. Kelainan ini dikonfirmasikan dalam hasil pengamatan beberapa keluarga melalui gen autisme. Patricia Rodier, ahli embrio dari Amerika bahwa korelasi antara autisme dan cacat lahir yang disebabkan oleh thalidomide menyimpulkan bahwa kerusakan jaringan otak dapat terjadi paling awal 20 hari pada saat pembentukan janin. Peneliti lainnya, Minshew menemukan bahwa pada anak yang terkena autisme bagian otak yang mengendalikan pusat memory dan emosi menjadi lebih kecil dari pada anak normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gangguan perkembangan otak telah terjadi pada semester ketiga saat kehamilan atau pada saat kelahiran bayi.

Karin Nelson, ahli neorology Amerika mengadakan menyelidiki terhadap protein otak dari contoh darah bayi yang baru lahir. Empat sampel protein dari bayi normal mempunyai kadar protein yang kecil tetapi empat sampel berikutnya mempunyai kadar protein tinggi yang kemudian ditemukan bahwa bayi dengan kadar protein otak tinggi ini berkembang menjadi autisme dan keterbelakangan mental. Nelson menyimpulkan autisme terjadi sebelum kelahiran bayi.

Saat ini, para peneliti dan orang tua anak penyandang autisme boleh merasa lega mengingat perhatian dari negara besar di dunia mengenai kelainan autisme menjadi sangat serius. Sebelumnya, kelainan autisme hanya dianggap sebagai akibat dari perlakuan orang tua yang otoriter terhadap anaknya. Disamping itu, kemajuan teknologi memungkinkan untuk melakukan penelitian mengenai penyebab autisme secara genetik dan metabolik. Pada bulan Mei 2000 para peneliti di Amerika menemukan adanya tumpukan protein didalam otak bayi yang baru lahir yang kemudian bayi tersebut berkembang menjadi anak autisme. Temuan ini mungkin dapat menjadi kunci dalam menemukan penyebab utama autisme sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahannya.
sumber : puterakembara.org
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.