• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengenal "Wanita Listrik" Asal Semarang

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Mengenal Wanita Listrik Asal Semarang


Tri Mumpuni dijuluki perempuan listrik & mendapat ragam penghargaan internasional karena dianggap jadi pahlawan yg menerangi desa terpencil.
Awalnya, dia bersama suaminya Iskandar Budisaroso Kuntoadji sering keluar masuk desa untuk melihat sumber air yg melimpah. Kebanyakan, desa yg melimpah sumber airnya justru belum mendapat akses listrik dari PLN.
Menurut wanita kelahiran Semarang, 6 Agustus 1964 ini, selain berlimpah, posisi geografis desa di Indonesia umumnya cocok untuk mengembangkan PLTMH. Dengan memanfaatkan sungai yg memiliki disparitas ketinggian, air dapat dialirkan untuk menggerakkan turbin yg tersambung ke generator.
Salah satu desa yg perdana kali ia terangi listrik dari pembangkit adalah Dusun Palanggaran & Cicemet yg berada di kaki Gunung Halimun, Sukabumi, Jawa Barat pada 1997. Untuk mencapai tempat itu, Tri Mumpuni beserta timnya harus berjalan kaki selama sembilan jam atau naik motor yg rodanya diberi rantai sebab jalan setapaknya licin.
Demikian juga di Desa Kamanggih, Kecamatan Kahaungu Eti, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Puluhan tahun warga desa tersebut hidup tanpa listrik, bahkan untuk mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari membutuhkan waktu 7 jam.
Rumah-rumah warga banyak berada di atas bukit, sementara ketersediaan air ada di bawah bukit. Namun kini, sudah terang benderang, bahkan ketersediaan air untuk kebutuhan hidup pun dapat didapatkan dengan mudah melalui pompa listrik.
Akhirnya, berbekal teknologi sederhana, melalui Institut Bisnis & Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) yg dipegangnya, dia sudah menerangi setidaknya 65 desa-desa terpencil di pelosok Nusantara.
Dikutip dari DW Indonesia, dirinya merasa apa yg dilakukan ini merupakan lifetime commitment'.
"Bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat jadi komitmen seumur hidup. Saya pikir saya menikmati & itu jadi passion saya, tuturnya.

Sumber Hari ini 11:06
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.