• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Selamat Datang di Hirarahmi Area!


Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : biografi.org​

Hari ini, 55 tahun berlalu sejak gugurnya tujuh pahlawan revolusi pada tragedi G30S/PKI. Satu di antara tujuh pahlawan yg gugur itu adalah letnan muda bernama Pierre Tendean.

Kali ini, Rahmi harap mengajak Gansis semua untuk mengenal & mengenang kisah Lettu Pierre Tendean secara ringkas.

Yuk simak thread Rahmi hingga habis!

1. Background Keluarga

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : Alinea.ID​

Bernama lengkap Pierre Andries Tendean, ia lahir sebagai pria berdarah blasteran Minahasa-Perancis--pada 21 Februari 1939 di Batavia. Ayahnya seorang dokter, bernama Dr. AL. Tendean. Ibunya wanita Belanda berdarah Perancis, bernama Maria Elizabeth Cornet. Lahir sebagai anak laki-laki satu-satunya dari tiga bersaudara--Mitzi Farre (kakak) & Roosniwidiati (adik), menjadikan Pierre sebagai anak emas yg amat disayang.

===

2. Pendidikan

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : jennyjazz.blogger​

Pierre kecil menamatkan pendidikan dasar di Sekolah Rakyat (SR) Boton, Magelang tahun 1945. Kemudian melanjutkan sekolah menengah perdana & atas di Semarang--tempat ayahnya bertugas di RSJ Pusat Semarang, tahun 1950. Selanjutnya, Pierre harap melanjutkan kuliahnya di akademi militer, akan tetapi ditentang oleh kedua orangtuanya. Ayah & Ibu Pierre mengharapkan anaknya itu belajar ilmu kedokteran UI atau ilmu insinyur ITB.

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : suar.id​

Namun, tekad kuat jadi seorang tentara yg Pierre bina sejak kecil, menciptakannya nekat untuk tetap mendaftar di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD), Bandung pada tahun 1958. Tekadnya itu juga didukung secara penuh oleh Mitzi, sang kakak. Dan untuk menyenangkan hati orang tuanya, Pierre tetap mendaftar di kedokteran UI. Namun, setelahnya ayah & ibu Pierre terpaksa merelakan anaknya masuk militer, setelah Pierre dinyatakan tidak lulus di kedokteran UI.

===

3. Militer Berprestasi


Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : nusantaratv.com​

Di ATEKAD, Pierre terkenal akan prestasinya. Di mana akhirnya, prestasi itu membawa Pierre lulus dengan pangkat letnan dua & langsung diangkat jadi Komandan Pleto Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/ Bukit Barisan, Medan.

Lalu, setahun setelahnya, pertengahan 1963, Pierre kembali melanjutkan belajar di Bogor pada bidang intelijen. Kemudian setelah tamat dari sana, ia langsung ditugaskan di Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat (DIPIAD), jadi mata-mata sehubungan dengan konfrontasi Indonesia & Malaysia.

Selain itu, Pierre juga terkenal aktif di bidang olahraga yg berada di akademi militernya itu.

===

4. Diangkat Menjadi Ajudan AH. Nasution.

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : historia​

Karena prestasinya, Pierre Tendean pernah diperebutkan oleh tiga jenderal sekaligus untuk dijadikan ajudan mereka. Yaitu oleh Jenderal AH. Nasution, Jenderal Hartawan, & Jenderal Kadarsan. Di mana akhirnya, pada 15 April 1965, Pierre Tendean diangkat jadi ajudan jenderal akbar TNI, Jend. AH. Nasution.

Selama jadi ajudan jenderal akbar tersebut, Pierre juga terkenal dekat dengan anak-anak atasannya itu. Yaitu Hendrianti Sahara Nasution & Ade Irma Suryani. Dilansir dari kanal Youtube Kompas TV, Hendrianti mengaku kalau Om Pierre--sebutan anak-anak AH. Nasution pada Pierre--kerap membelikan mereka cokelat, khususnya untuk Ade Irma yg waktu itu masih berusia 5 tahun.

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : gramho​

Kedekatan Pierre dengan Ade Irma juga ditunjukkan dengan diajaknya putri kecil AH. Nasution tersebut, ke perkawinan adik Pierre (Rooswidiati) di Magelang pada Juli 1965. Bahkan keduanya sempat berfoto berdua--yang kini dipajang di Museum AH. Nasution.

===

5. Pierre & G30S/PKI

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : travelkompas​

Dini hari pada 1 Oktober 1965, punggawa Tjakrabirawa datang & mengepung kediaman AH. Nasution. Istri jenderal akbar yg tiba-tiba terbangun karena suara gaduh, lantas membuka pintu & kaget melihat punggawa bersenjata di rumahnya. Bergegas ia menutup pintu & membangunkan sang suami & putri sulungnya. Namun, tembakan beruntun yg dilepaskan punggawa Tjakrabirawa menembus punggung Ade Irma, & menciptakan bocah 5 tahun itu kehilangan nyawanya.

Di kamar lain, Hendrianti yg juga terbangun karena suara gaduh, tak mengira kalau ada punggawa bersenjata di rumahnya. Ia malah berpikir kalau itu adalah suara mesin AC yg rusak, sehingga saat itu pun berniat untuk membangunkan Pierre Tendean. Setelah mendengar pengakuan Hendrianti, Pierre bergegas ke depan pintu, & langsung dihadang oleh Pasukan Tjakrabirawa. Saat itu juga punggawa tersebut menangkap Pierre, sedangkan jenderal AH. Nasution berhasil kabur setelah memanjati pagar tembok yg tinggi di rumahnya.

Beberapa sumber mengatakan, kalau punggawa Tjakrabirawa mengira kalau Pierre adalah Jend. AH. Nasution, sebab keadaan saat itu cukup gelap. Sumber lain mengatakan, kalau Pierre sendiri yg mengaku bahwa ialah Jend. AH. Nasution, & kemudian ditangkap.

Entah mana yg pasti, yg jelas, saat itu Pierre ditangkap, disiksa bersama para jenderal lainnya, hingga meregang nyawa setelah dikubur dalam kondisi sekarat di sumur Lubang Buaya.

===

6. Kisah Cinta Pierre & Rukmini

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : riausky.com​

Lahir sebagai pria blasteran nan tampan, menciptakan Pierre digilai para wanita. Namun, sikap Pierre yg memang tak terlalu tertarik dengan kisah asmara, tak menanggapi banyak akan rayuan beberapa gadis yg menaksirnya. Melihat hal itu, teman sejawat Pierre-- Satrijo Wibowo & Setijono Hadi--mencomblangkan Pierre dengan gadis keturunan Jawa yg tinggal di Medan--yaitu Nurindah Rukmini Chamin.

Rupanya, es batu di hati Pierre langsung luluh melihat pribadi Rukmini yg tak cuma ayu, tetapi juga lembut & sederhana. Akhirnya, Pierre pun memutuskan untuk menjajak secara serius hubungannya dengan Rukmini.

Asrama Pierre yg di Sei Sikambing rupanya dekat dengan rumah Rukmini di Jln. Sekip 4B, menciptakan Tendean kerap bertandang ke rumah kekasih hatinya itu. Hingga pertengahan 1963, Pierre selesai bertugas di Medan, & belajar bidang intelijen di Bogor. Saat itu pula, Pierre & Mimin--panggilan sayang Pierre pada Rukmini--menjalani kasih jarak jauh. Sebagai jembatannya, mereka bertukar cerita lewat surat & telegram. Sesekali, di masa cuti tugas, Pierre datang ke Medan untuk menemui tambatan hatinya.

31 Juli 1965, Pierre kembali datang ke Medan, mendampingi Jend. AH. Nasution dalam tugas peninjauan di Medan. Hal ini langsung dimanfaatkan Pierre untuk menyambangi Rukmini di kediamannya. Saat itu pula, Pierre & keluarga Rukmini menyusun rencana perkawinan mereka, yg ditetapkan akan diselenggarakan pada Desember 1965.

Namun, detik ini seluruh Indonesia tahu, bahwa asa hanyalah harapan. Pernikahan itu tak pernah terlaksana karena pada 1 Oktober 1965, Pierre tewas di tragedi nahas G30S/PKI. Tragedi ini menggugurkan mimpi dua sejoli itu, berikut menjejakkan luka mendalam di hati Rukmini.

===

7. Akhir Kisah​

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean


4 Oktober 1965, ketujuh jasad jenderal yg dikuburkan di sumur Lubang Buaya, diangkat seluruhnya. Kemudian diangkut ke RS Gatot Subroto untuk dibersihkan, lalu disemayamkan di markas akbar Angkatan Darat di Jln. Merdeka Utara.

5 Oktober 1965, keluarga Pierre Tendean pun dijemput di Semarang, untuk menyaksikan prosesi pemakaman putra semata wayang keluarga itu, di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : biografiku.com​

Tentu dapat kita bayangkan, bagaimana haru birunya prosesi pemakaman itu. Bahkan Maria Cornet, ibu Pierre Tendean, sempat meratap sambil menyalahkan Mitzi Ferre (kakak Pierre) yg mendukung niat Pierre jadi tentara. Bahkan, semenjak kematiannya, ibu Pierre sering dirundung duka yg menyebabkan kondisi kesehatannya menurun.

===

Mengenal & Mengenang Sosok Pierre Tendean

Sumber : totabuan.news​

Pierre bersama tujuh jenderal lainnya dianugerahi penghargaan sebagai Pahlawan Revolusi pada tanggal 05 Oktober 1965. Secara anumerta, pangkat Pierre pun dipromosikan sebagai Kapten, atas jasa & pengabdiannya selama ini pada negara.

===​

Itulah, Gansis. Kisah hidup Pierre Tendean. Hari ini, ia beserta pahlawan revolusi lainnya memang sudah tiada. Akan tetapi, kisah akan pengabdian & akhir hidup mereka akan sering dikenang di sanubari rakyat Indonesia. Mereka tidak mati sia-sia. Melainkan gugur atas nama bangsa Indonesia.

Hari ini, Rahmi mengajak Gansis semua untuk memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, supaya para pahlawan kita mendapatkan tempat yg sangat layak di sisi-Nya. Aamiin.

Sekian Thread Rahmi hari ini.

===

Terima kasih sudah berkenan mampir. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak di kolom komentar & bagi cendolnya. Ingatlah untuk sering berkomentar santai & santun.

Sampai jumpa di thread Rahmi​
selanjutnya!

===​

Referensi :
1/2/3/4/5 Hari ini 10:52
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.