• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengenal Hitobashira, Tradisi Tumbal Proyek

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Mengenal Hitobashira, Tradisi Tumbal Proyek


Manusia memiliki tiga kebutuhan yg paling dasar yg mana diketahui sebagai kebutuhan primer. Tiga kebutuhan tersebut adalah sandang, pangan & papan. Melewati berbagai jaman ketiga kebutuhan ini ikut berevolusi bersama manusia, tidak terkecuali kebutuhan sandang alias tempat tinggal.

Dulu manusia purba biasa tinggal di tempat proteksi alami seperti gua atau celah pohon namun sekarang manusia sudah belajar untuk membangun rumah sendiri dengan beton & besi. Meski begitu ada sebuah kisah unik yg berhubungan dengan pembangunan rumah & kisah ini berasa dari Jepang.

kisah tersebut berhubungan dengan proses konstruksi yg mana seorang manusia akan 'dimasukkan' ke dalam bangunan yg sedang dibangun & sengaja dikubur hidup-hidup sebagai bagian dari fondasi bangunan. Hal ini disebut dengan Hitobashira atau pilar manusia.

Mengenal Hitobashira, Tradisi Tumbal Proyek


Hal ini dilakukan karna adanya kepercayaan antik bahwa dapat lebih stabil & tahan lama dengan menyegel manusia di dalam tembok sebagai persembahan pada dewa. Kasus paling populer mengenai Hitobashira ini adalah saat pembangunan kastil Matsue di zaman ke tujuh belas. Saat itu pilar tengah dari bangunan sering saja ambruk karna berbagai alasan namun setelah mereka 'menyegel' seorang wanita di dalamnya pilar tersebut berhasil berdiri. Meski begitu arwah sang gadis yg dikorbankan dirumorkan menghantui bangunan tersebut.

Memang, tak ada bukti nyata bahwa tradisi Hitobashira ini sungguh-sungguh dilakukan namun ternyata memasukkan manusia ke dalam konstruksi sudah terjadi jauh sebelum itu yakni pada masa pembangunan tembok raksasa cina. Dikisahkan tubuh dari budak-budak yg tewas dalam pengerjaan tembok tersebut dikubur dalam tembok itu sendiri supaya tidak perlu repot-repot mengurus mayatnya.

Di Indonesia sendiri ada istilah 'tumbal proyek' yg cukup mirip dengan Hitobashira. Dikisahkan saat pembangunan jembatan para pekerja akan mencari dua orang anak untuk dikubur hidup-hidup di dalam pilar penyangga supaya roh mereka jadi penjaga jembatan sehingga jembatan tetap awet.

Mengenal Hitobashira, Tradisi Tumbal Proyek


Memang, sejak jaman dahulu sudah banyak cerita mengenai tumbal & segala macam hal yg sejenis. Entah apakah ini benar atau tidak semua itu kembali pada kita semua yg membacanya. Sekian dari saya & coba perhatikan baik-baik dinding rumah Anda, apakah ada sesuatu yg lain selain tiang & beton disana?

sumur Hari ini 18:00
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.