• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengenal HAMAS & FATAH : Fraksi Pembebas Palestina

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Mengenal HAMAS & FATAH : Fraksi Pembebas Palestina


Sobat Hiking - Fraksi Hamas & Fatah akhir-akhir ini ramai diperbincangkan karena perjuangannya melawan penjajah Israel. Di samping perjuangannya yg patut di hargai serta keberaniannya, "apakah agan & sista sudah tau siapa itu Hamas & Fatah?"

Hamas & Fatah merupakan dua partai politik dominan Palestina yg memiliki tujuan yg sama yaitu membebaskan Palestina dari pendudukan Israel. Namun terdapat disparitas ideologi antara Hamas & Fatah, Fatah dengan ideologi nasionalis sekular sedangkan Hamas dengan ideologi Islam. Perdedaan ideologi tersebut dianggap jadi penyebab tidak adanya kerja sama antara keduanya untuk membebaskan Palestina dari pendudukan Israel. Berikut dipaparkan mengenai Hamas & Fatah.

IDEOLOGI DAN PERGERAKAN HAMAS

Sejarah terbentuknya gerakan Hamas berawal dari protes atas ketidak puasan beberapa dari masyarakat Palestina kepada perjuangan melalui jalur diplomasi seperti yg dilakukan oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) & Fatah yg dipimpin oleh Yasser Arafat. Namun terbentuknya Hamas bukan semata-mata berawal dari seruan yg dilakukan oleh Syeikh Ahmad Yasin, ketika ia meminta rakyat Palestina untuk bersatu melawan militer Israel pada 14 Desember 1987 di Gaza. Namun gerakan ini sudah ada pada tahun 1930-an yg dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin (IM) di Palestina yg kemudian dititiskan kepada Hamas.

Stuktur organisasi Hamas memiliki basis tarbiyah & memiliki badan pelaksana (Maqtab Qiyadi) yg melaksanakan program dilapangan, badan ini terbagi jadi tiga divisi, yaitu divisi keamanan, militer, & politik. Divisi keamanan bertugas untuk mengumpulkan informasi intelejen Israel, sedangkn divisi militer bertugas mengumpulkan kekuatan masa & menyerang Israel, yg terakhir adalah divisi politik yg bertugas untuk memberikan pernyataan, publikasi, & menyelesaikan berbagai macam permasalahan politik yg ada.

Hamas yg merupakan turunan dari organisai Ikhwanul Muslimin (IM) yg lahir di Mesir pada tahun 1928 & memiliki ideologi Islam mewariskan ideologinya kepada Hamas. Ideologi Islam yg dipegang oleh Hamas membentuk tujuan mereka yg mengharapkan berdirinya negara Islam Palestina yg merdeka & berdaulat. Ditambah dengan kerangka Pan Islamisme yg melibatkan seluruh umat muslim dunia untuk bersama-sama melawan Israel, kerangka tersebut memperkuat ideologi Islam yg dianut oleh Hamas.

Hamas memperkenalkan dirinya sebagai gerakan pembebasan & perlawanan nasional Islam Palestina, & Islam dijadikan sebagai kerangka rujukannya. Gerakan Hamas ini terbagi jadi dua bidang yaitu gerakan di bidang sosial seperti pendidikan, & gerakan di bidang militer dengan mewadahi gerakan massal rakyat Palestina. Terbaginya fokus dari gerakan Hamas tersebut terjadi karena pada masa sebelum dikeluarkannya piagam pada tanggal 18 Agustus 1988, gerakan al-Mujamma al-Islami belum berhasil membentuk masyarakat Palestina yg berilmu, oleh karena itu Hamas berkeharapan untuk membenahi kelemahan tersebut.

Strategi gerakan Hamas di Palestina mengalama tiga fase. Fase pertama, Hamas mengerjakan langkah awal dengan cara membangun pendirian yg kokoh supaya memperkuat rantai selanjutnya dalam sebuah organisasi dengan cara membentuk generasi yg kuat & teruji. Fase kedua yg dialami oleh Hamas yaitu konflik non-militer dengan tentara pendudukan, & fase terakhir yaitu gerakan jihad melawan kekuatan zionis israel.

Perjuangan Hamas mengpakai senjata berkaitan erat dengan doktrin Jihad yg mereka pegang teguh, mereka meyakini bahwa apabila musuh-musuh Allah datang kewilayah muslim untuk merampas hak-hak kemerdekaan mereka, maka penduduk tersebut & seluruh muslim lainnya diwajibkan melawan (Abu-Amr, 1993).

Ideologi yg dianut oleh Hamas juga berpengaruh kepada sistem kepemimpinan mereka, Hamas memiliki sistem kepemimpinan yg disebut Majelis Syuro. Sistem tersebut merupakan sistem kepemimpinan bersama yg terdiri dari satu pemimpin yg dipercaya & dibantu oleh beberapa orang di majelis tersebut. Hamas yg bermula dari gerakan perjuangan Palestina atau cuma sebuah organisasi saja, bertransformasi jadi sebuah partai politik pada tahun 2005 yg ditandai dengan terlibatnya Hamas dalam pemilihan lokal yg pada akhirnya berhasil memenangkan parlemen pada tahun 2006. Gerakan yg secara de facto ini berhasil menguasai jalur gaza setelah berhasil mengalahkan presiden Palestina yaitu Mahmoud Abbas sejak tahun 2007.Ada beberapa hal yg membedakan Hamas dengan Fatah & PLO, mereka memegang teguh pendirian bahwa pendirian Israel sepenuhnya ilegal.

IDEOLOGI DAN PERGERAKAN FATAH

Fatah merupakan salah satu partai politik yg paling dominan di Palestina, uniknya partai ini berdiri di Kuwait pada tahun 1959 yg dipelopori oleh sekelompok pengungsi Palestina yg memiliki ideologi nasionalis sekuler. Ideologi yg dianut menciptakan partai politik Fatah lebih memilih cara diplomasi dimeja perundingan dengan Israel & mengurangi genjatan senjata yg mana bertolak belakang dengan cara Hamas. Sekularisme atau ideologi sekular banyak diartikan sebagai paham yg menolak ekstensi pengaturan sakral yg berasal dari suatu agama atau memisahkan politik dengan agama atau dengan aspek lainnya, menurut Auguste Comte hal itu dapat terjadi karena modernisasi. Pemahaman kepada ideologi sekular tersebutlah yg menciptakan ideologi Islam tidak dapat menerima konsep sekular.

Strategi pergerakan Fatah pada awalnya mengandalkan genjatan senjata sama halnya seperti yg dilakukan oleh Hamas, namun Fatah juga menempuh jalur diplomasi sebagai cara mereka untuk memperjuangkan Palestina. Fatah sendiri tidak sekeras Hamas yg sama sekali tidak mengakui adanya negara Israel, justru Fatah mengakui adanya negara Israel bahkan mereka sering mengerjakan perundingan.

Sebelum Fatah mengambil jalur diplomasi, dulu Fatah juga aktif dalam gerakan militer bersenjata yg dinamai al-Asifah, kelompok bersenjata ini mulai aktif bergerak pada tahun 1965, kelompok tersebut bermarkas di Tepi Barat, Gaza, & di beberapa negara Arab lainnya. Al-Asifah mengawali perjuangan mereka dengan melawan kependudukan Israel & terlibat dalam perang Arab-Israel 1967. Namun gerakan kelompok al-Asifah ini mengalami kegagalan setelah mereka terusir dari Yordania & Lebanon, kemudian mereka mengalami pengusiran lagi pada tahun 1970-an & 1980-an.

Setelah beberapa kali mengalami kegagalan maka al-Asifah dibawah naungan Fatah mengubah strategi perjuangan mereka dengan memilih jalur diplomasi untuk memperjuangkan kepentingannya. Namun bukan tanpa alasan Fatah memutuskan untuk mengambil langkah diplomasi, hal tersebut juga didukung oleh negara-negara Arab untuk lebih memilih jalur negosiasi setelah mereka terusir dari Beirut. Dengan demikian, maka Fatah melalui pemimpinnya yaitu Yasser Arafat menyatakan menghentikan & bahkan melepaskan gencatan senjata & mendukung resolusi 242 Dewan Keamanan PBB yg isinya mengantarkan Palestina kepada kepemilikan wilayah di Tepi Barat, Yerusalem Timur, & Gaza pada tahun 1967.

Pada tahun selanjutnya Fatah berhasil mengendalikan PLO & Yasser Arafat terpilih jadi Ketua Komite Eksekutif, kemudian PLO yg dipimpin oleh Arafat berhasil diakui oleh negara-negara Arab pada KTT Rabat, kemudian diakui oleh PBB & Israel dalam deklarasi Oslo sebagai perwakilan sah tunggal rakyat Palestina, berbagai pencapaian tersebut menciptakan Fatah jadi gerakan yg dominan di Palestina.

Refrensi bacaan:
Rahman, Badra J. (2020). Hamas & Fatah: Tekanan Ideologi dalam Membebaskan Palestina. Jurnal Ampera: A Research Journal on Politics and Islamic Civilization, 1(2), 81-92.


Hari ini 14:38
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.