Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dahulu, banyak pihak yg menyangka bahwa keputusan George W. Bush untuk menginvasi Irak bukanlah perang antar agama. Tetapi apa pun dalihnya, perang pasti sering berakhir dengan hancurnya segala bidang kehidupan manusia, salah satunya adalah kehidupan beragama. Irak pun mengalaminya. Apalagi setelah diketahui bahwa Israel pun terlibat dalam Perang AS-Irak tahun 2003, maka semakin kuatlah sangkaan tersebut. Ternyata Yahudi, Yahudi Zionis Kau, Amerika hanyalah nama samaran. Pantas masjid pun dibom. Zionis bedebah . Ini adalah makian spontan yg keluar dari mulut-mulut ibu rumah tangga di Irak yg berkumpul bersama warga lainnya, karena mengetahui onggokkan tank di hadapan mereka adalah buatan Israel & sempat melubangi tiang utama Masjid Al Huda di Irak. Yang jelas, ada dua negara kapitalis yaitu AS & Inggris yg menyerang ke sebuah negara yg penyerangannya dibantu Israel. Negara itu adalah Irak. Kenapa? Karena kebencian mereka kepada agama Islam & umatnya . Pernyataan ini merupakan potongan orasi Nadji Mahdi Salih Al Hadithi, Duta Besar Irak untuk Indonesia masa pemerintahan Saddam Hussein, dalam acara Tablig Solidaritas Untuk Muslim Irak di Masjid Pusdai Jabar pada tanggal 6 April 2003, atas undangan FUUI (Forum Ulama Umat Indonesia).
Pesan yg terkandung dalam dua fakta di atas memang cukup relevan dengan kenyataan yg ada. Karena pada bulan Maret 2003, tatkala AS & sekutu sedang gencar-gencarnya menghujani Irak dengan rudal-rudalnya, di tempat peristirahatan Camp David, Bush mengerjakan kebaktian dengan memanggil Tim Doa Kepresidenan AS yg terdiri dari Pendeta Pat Robertson, Dr. Jerry Falwell, Pendeta Bob Jones Jr., Pastor Deacon Fred, Harry Hardwick, & Juru Bicara Kepresidenan Ari Fleischer. Dalam kebaktian ini Bush berkata: As you know, our righteous Crusade against Islamia has now entered its third day, and so this morning, as nearly a dozen innocent American soldiers march toward their senseless and untimely afternoon deaths, let us take a moment to raise up our passion fruit mimosas in a jubilant toast to Jesus!Kemudian pada akhir acara kebaktian tersebut Bush berujar: Sebagai penutup, Saya ingatkan kepada Tim Doa Kepresidenan bahwa betapa pentingnya kita berpatokan pada ayat suci, biarkan saja kalau ada kecurigaan bahwa perang ini merupakan aksi ambil untung tanpa rasa malu & mempertaruhkan keamanan nasional. Melihat dari fakta-fakta & isi dari kebaktian Bush di atas, jelaslah bahwa George W. Bush adalah seorang nasrani pembela zionisme alias Zionisme Kristen. Apa itu Zionisme Kristen?
Secara sederhana, Christian Zionism(Zionisme Kristen) didefinisikan sebagai umat nasrani yg mendukung zionisme. Para zionis kristen menganggap diri mereka sebagai pelindung & pembela bagi bangsaYahudi & khususnya negara Israel. Saat ini di Amerika Serikat terdapat 250 organisasi zionis kristen. Di tambah lagi, para politisi Inggris seperti Lord Shaftesbury, Palmerston, Lloyd George, Balfour, T.E. Lawrence & Jendral Allenby juga adalah para zionis kristen. Di zaman ke-20, banyak politisi Amerika yg merupakan zionis kristen, termasuk Ronald Reagen & Jimmie Carter .
Teologi zionisme kristen terbagi ke dalam tiga bagian:
1. Biblical Literalism, yaitu cara pemahaman kata-kata dalam tiap-tiap ayat Injil secara harfiah & tanpa syarat.
2. Covenant Chosenness. Karena biblical literalism-nya, zionis kristen percaya bahwa bangsa Yahudi merupakan kaum opsi Tuhan & memiliki suatu hubungan unik dengan Tuhan. Janji tanah kepada Abraham tetap benar hingga kini bagi para keturunan Isaac, Jacob & Joseph. Dalam Genesis 15:18 Tuhan menyatakan luas dari tanah tersebut: On that day the LORD made a covenant with Abram and said, To your descendants I give this land, from the river of Egypt to the great river, the Euphrates.
3. Restorationism. Teologi zionisme kristen didasarkan pada suatu keyakinan kepada Restorationism, yaitu janji tanah yg diberikan kepada Abraham, Isaac, Jacob & Joseph adalah tanpa syarat & abadi. Untuk itu, para zionis kristen mendukung Yahudi untuk kembali ke Palestina & menguasai apa yg menurut mereka sebagai warisan abadi mereka .
Teologi zionisme di atas lantas membentuk landasan ideologi & pandangan politik mereka. Terdapat tiga aspek ideologis zionisme kristen yg mempengaruhi pencarian keadilan di Timur Tengah, yaitu:
1. Sikap kepada bangsa Arab & Palestina.Para zionis kristen, karena pesayang Israel, adalah tanpa kecuali juga membenci bangsa Arab & Palestina. Kehancuran Uni Soviet, bangkitnya Islam militan, kemenangan sekutu di Perang Teluk I, & permulaan dari milenium ketiga, sudah menciptakan kaum Fundamentalis semakin memiliki spekulasi-spekulasi imajinatif, sementara berbagai stereotip buatan kaum Orientalis masih tetap berperan dalam memunculkan prasangka anti-Arab yg sama.
2. Pandangan masa depan menurut wahyu.Perang Enam Hari pada tahun 1967, merupakan titik penting bagi kepentingan kristen evangelis kepada Israel & zionisme. Sebagai contoh, mendiang Jerry Falwell (semasa hidupnya adalah seorang pendeta terkenal di AS) tidak memulai membicarakan Israel masa kini hingga setelah kemenangan militer Israel tahun 1967. Falwell benar-benar berubah. Dia terjun ke dunia politik & jadi seorang pendukung loyal negara zionis. kemenangan hebat Israel menciptakan suatu pengaruh yg begitu besar, tidak cuma kepada Falwell tetapi kepada mayoritas rakyat Negeri Paman Sam. Ingat bahwa pada tahun 1967, AS kalah dalam Perang Vietnam. Banyak orang Amerika yg merasakan kekalahan, ketidakberdayaan & keputusasaan. Banyak orang Amerika, termasuk Falwell, jadi memuja Israel, yg mereka pandang kuat secara militer & tidak terkalahkan. Mereka memberikan persetujuan tanpa henti kepada pengambilalihan Arab oleh Israel, karena mereka merasa penaklukan ini sebagai kekuatan & kebajikan.
3. Kebencian kepada pembicaraan damai.Bagaimanapun juga, kebenaran Tuhan adalah yg berkuasa & sudah ditulis bahwa tanah yg Dia janjikan kepada rakyat-NYA tidak untuk dibagi dua. Akan jadi kesalahan yg lebih jauh lagi bagi bangsa-bangsa kalau mengakui sebuah negara Palestina di wilayah Eretz Israel. Sehingga tidak mengherankan Persetujuan Damai Oslo dikritik dengan tajam oleh kelompok-kelompok zionis kristen yg melihatnya sebagai ancaman kepada perwujudan Eretz Israel.
Oleh sebab itu, selama zionisme-kristen berkuasa, selain faktor ekonomi, politik, militer, & sepak terjang AS di Timur Tengah, tampaknya pandangan religius zionisme-kristen didasari pula oleh tiga pandangan politik ideologis sebagai berikut:
1. Mendirikan negara Israel di tanah Palestina secara utuh adalah absolut & tidak dapat diganggu gugat.
2. Eretz Israeladalah negaranya bangsa Yahudi. Menurut ajaran zionis kristen, Tuhan sudah memberikan janji kepada Abraham (Nabi Ibrahim A.S), keturunan Isaac (Nabi Ishak A.S), Jacob (Nabi Yakub A.S) & Joseph (Nabi Yusuf A.S), yaitu bangsa Yahudi berupa pemberian tanah yg luasnya mulai dari sungai Mesir (Nil) hingga sungai Efrat. Jika ditarik garis lurus dari empat titik yg berasal dari hulu & hilir dua sungai tersebut, maka luas Israel meliputi Irak, Suriah, Libanon, Jordania, Palestina, & Mesir.
3. Kebencian AS, khususnya umat zionis kristen, kepada bangsa Arab & Palestina yg beragama Islam tetap & terus tumbuh karena mereka merupakan penghalang pandangan masa depan menurut wahyu Tuhannya umat zionis kristen.
Lalu bagaimana sikap bangsa Yahudi sendiri kepada umat zionis kristen? Bangsa Yahudi dengan zionismenya ternyata tidak akan pernah mungkin menempatkan bangsa atau umat mana pun, apalagi yg tidak memiliki keturunan darah Yahudi, sebagai kawan sejajarnya. Ini juga berlaku bagi umat zionis kristen. Pemikiran seperti itu lahir karena zionisme memiliki paham:
1. Kaum Yahudi adalah Umat Pilihan Tuhan, memiliki derajat & keunggulan di atas bangsa-bangsa mana pun. Bangsa-bangsa non-Yahudi tergolong sebagai goyim, yg artinya subhuman, kaum budak, & karenanya bangsa non-Yahudi tidak boleh & tidak dapat diperlakukan sebagai manusia.
2. Berdasarkan prinsip rasis tersebut, kaum Yahudi menghalalkan segala cara kepada kaum goyim, termasuk cara-cara terorisme sebagai modus operandi utama untuk membangun negara Israel.
3. Negara Israel, sejak dicita-citakan hingga dengan berdirinya sebagai suatu negara, didirikan di atas pondasi terorisme oleh negara hingga dengan sekarang .
Banyak fakta yg menggambarkan perlakuan rasis Yahudi kepada bangsa lain. Salah satunya adalah adalah sikap zalim Israel kepada Amerika Serikat yg ditutupi rapat-rapat oleh setiap presiden Amerika Serikat hingga sekarang. Peristiwa ini merupakan fakta terburuk dalam perjalanan sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat. Fakta tersebut adalah serangan Israel kepada USS Liberty.
Hari memalukan sekaligus memilukan tersebut bertanggal 8 Juni 1967. Kala itu, USS Liberty sedang berlayar ke arah timur di kawasan Laut Tengah (Mediterania), lalu menelusuri garis pantai ke arah barat, sekitar 25 Km dekat Semenanjung Sinai. Angin sepoi-sepoi bertiup sepanjang hari, sehingga menciptakan bendera Amerika Serikat terlihat jelas berkibar. Sebagai kapal penghimpun data intelejen, USS Liberty tidak dilengkapi dengan peralatan berat tempur. Kapal ini cuma bersenjatakan beberapa senjata mesin ringan sebagai pertahanan dirinya. Pada jam 6 pagi, awak USS Liberty mendeteksi adanya sebuah pesawat yg terbang perlahan mengitari kapal & kemudian pergi. Pesawat terbang itu ternyata Noratlas, milik Israel. Selang satu jam, Noratlas kembali terbang mendekati Liberty. Kali ini, Noratlas melayang tidak lebih dari 70 meter di atas Liberty & jelas sekali terlihat berlambangkan Bintang Daud (bendera Israel). Para awak Liberty & pilot Noratlas saling melambaikan tangan. Noratlas terbang bolak-balik mendekati USS Liberty setiap beberapa menit hingga jam 1 siang. Lalu pada jam 2 siang, petaka itu pun terjadi.
Tiga buah jet tempur Mirage langsung menembakkan roket ke arah USS Liberty. Roket-roket itu menghancurkan senapan-senapan & antena kapal. Selain roket, 3 buah Mirage tersebut dilengkapi dengan Mystere (alat untuk menjatuhkan bom Napalm) & berulangkali memberondong Liberty. Setelah diserang selama 20 menit, USS Liberty menderita 821 lubang di seluruh tubuh & deknya. Seratus lubang di antaranya berukuran roket. Begitu mirage-mirage itu pergi, penembakan tidak lantas berhenti. Tiga buah kapal torpedo mengambil alih penyerangan dengan melontarkan 5 buah torpedo. Salah satu torpedo itu berhasil merobek lambung kapal seluas hampir 15 meter & menewaskan 25 awak kapal. Menjelang sore hari, peluru terakhir ditembakkan sehingga USS Liberty benar-benar rusak berat: tak bermesin, tanpa kekuatan, & tiada kendali. Meskipun kapal sudah rusak berat, McConagle, sang kapten USS Liberty, ternyata sanggup menyelamatkan diri meski terluka parah di pahanyadengan bersembunyi di anjungan. Total waktu penyerangan itu adalah 75 menit.
Lantas, bagaimana reaksi Washington kepada Tel Aviv? Pemerintahan di Washington sama sekali tidak mengeluarkan perintah kepada kapal induk lainnya atau pesawat manapun untuk menyelamatkan USS Liberty. Padahal, posisi USS Saratoga (salah satu kapal induk tempur Amerika yg mengangkut skuadron jet tempur di atas deknya) cuma berjarak 30 menit dari USS Liberty. Justru setelah seharian penuh terombang-ambing di lautan lepas, barulah dua kapal perusak Amerika Serikat datang menghampiri USS Liberty untuk menolong & mengerjakan perbaikan. Sekitar satu jam setelah kabar tentang insiden Liberty terdengar, pemerintah Israel segera menghubungi atase Laut Amerika Serikat di Tel Aviv & berdalih bahwa pasukannya salah serang karena menyangka USS Liberty sebagai sebuah kapal milik Mesir. Lyndon B. Johnson, presiden Amerika Serikat kala itu, menerima begitu saja permintaan maaf lisan tersebut.
Sementara itu di Capitol Hill, salah satu organisasi lobi zionis-israel bernama AIPAC (America-Israel Public Affair Committee) bergerak cepat melobi para anggota kongres untuk mengamankan insiden Liberty itu, supaya rakyat Amerika tidak mengetahui peristiwa ini. Hasilnya, Presiden Lyndon B. Johnson bersedia memimpin langsung upaya untuk merahasiakan insiden Liberty, sehingga setelah 16 tahun Lyndon B. Johnson lengser dari kepresidenan, rakyat Amerika pada umumnya tidak mengetahui peristiwa mengenaskan ini. Selanjutnya, Smith Hempstone, koresponden Washington Star, menginfomasikan dari Tel Aviv: Dalam sepekan setelah Israel menyerang Liberty, tak satupun orang Israel yg sedih mengungkapkan penyesalan atas kematian orang-orang Amerika ini.
Presentasi Dr. Stephen Sizer
Oleh sebab itu, wajar saja kalau banyak kritikan dialamatkan kepada umat zionis kristen ini. Salah satunya bahkan datang dari seorang pendeta dari Christ Church, Virginia Water, yg juga seorang dosen di School of Theology, Westminster College Oxford, bernama Dr. Stephen Sizer. Sang pendeta menyatakan bahwa intinya, Christian Zionismgagal untuk memahami secara mendalam tentang masalah-masalah antara Palestina dengan Israel. Hal ini mendistorsi Bibel & mengecilkan pesan universal penting Nasrani, yaitu mengasihi semua umat manusia atas nama Tuhan. Ini adalah kondisi yg diyakini banyak orang bahwa pemerintah Israel harap enaknya sendiri, dengan sinisnya menyambut baik Christian Zionists selama mereka tunduk & mendukung kebijakan pemerintah Israel. Akankah umat zionis kristen lainnya menyadari kenyataan ini? Entahlah. Hanya Tuhan yg tahu.
Referensi:
Christian Zionism
ChristianZionism.org is a place to discover and explore God’s heart for the Holy Land. Christian Zionism merges theology and politics. It teaches that the secular State of Israel is a fulfillment of Biblical prophecy. Christian zionism, Christian zionism education, what is Christian zionism, Christi
Sudaneseonline.com
Stephen Sizer, Christian Zionism and its impact on justice, Al-Aqsa Journal, 2000.
Paul Findley, MEREKA BERANI BICARA: Menggugat Dominasi Lobi Yahudi, Penerjemah: Hamid Basyaib, Penerbit Mizan, Bandung, 1990.
Achmad Setiyaji, "Zionis Israel di Belakang Invasi Amerika", Pikiran Rakyat, 7 April 2003.
Hari ini 14:32