• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengenal Beragam Jenis Kimchi, Yuk!

galau adv

IndoForum Beginner A
No. Urut
281582
Sejak
25 Jun 2013
Pesan
1.172
Nilai reaksi
24
Poin
38
Cr7xW.jpg
MENGGUNAKAN teknik slow cooked, menjadikan makanan Korea lezat dan menyehatkan. Terlebih kebanyakan hidangan terbuat dari sayuran lokal dan saus yang difermentasikan.

Makanan Korea merupakan salah satu makanan Asia yang paling terkenal. Kombinasi bahan-bahan yang digunakan dalam hidangan ini tidak hanya menciptakan rasa yang menarik, juga manfaat yang baik bagi kesehatan. Itulah mengapa sebagian besar hidangan Korea memiliki komponen yang seimbang, warna yang menarik, dan nutrisi yang melimpah.

“Dan, citarasa makanan kami datang dari tangan,” ujar Chef Hwang Jong Min selaku Sous Chef JW Marriott Seoul, saat jumpa pers promosi Taste of Korea di JW Marriott Jakarta, baru-baru ini.

Pernyataan chef peraih gold medal dalam ajang Seoul International Culinary Competition ini sukses membuat bingung pengunjung serentak. Hwang kemudian diminta mendemokan cara membuat kimchi sederhana.

Cukup dengan potongan sawi putih, lobak, wortel, dan daun kucai yang diaduk dengan pasta cabai. Pasta cabai ini bisa ditemukan di supermarket Korea yang ada di Jakarta. Komposisinya bawang putih, jahe, dan sirup jagung. Jadi, meski namanya pasta cabai, tapi tidak pedas.

Penggunaan pasta cabai ini cukup disiram pada kimchi dan bisa juga menambahkan minyak dan bubuk wijen. Dengan cekatan Hwang mengaduk-aduk kimchi hingga tercampur rata menggunakan tangan yang sudah dibungkus sarung tangan karet.

“Rasa asli Korea berasal dari tangan,” ujarnya sambil tertawa, yang sekaligus menjawab kebingungan di awal.

Usai mengaduk hingga merata, kimchi kemudian dibagikan untuk dicoba. Menurut Hwang, kimchi setelah diolah sebaiknya disimpan di chiller selama 5 hari minimal guna mendapat rasa yang enak setelah proses fermentasi.

“Sebaiknya disimpan di suhu 4 derajat Celsius,” sebut Hwang.

Lebih jauh ia mengatakan, di Negeri Ginseng, kimchi yang sudah berusia tahunan justru berharga mahal seperti wine. “Ada yang sudah berusia 6 tahun, bahkan lebih. Rasanya lebih asam dan kimchi ini harganya cukup mahal,” tutur Hwang.

Kimchi di Korea ternyata memiliki beragam jenis isi. Antara lain baechu kimchi, terbuat dari fermentasi sawi putih, dan dibumbui dengan bubuk cabai, bawang putih, dan minyak ikan. Oisobagi kimchi, jenis kimchi ini berbahan dasar mentimun. Timun dipotong dan dibelah tidak terputus dan diisi aneka sayuran dan bumbu. Biasanya dihidangkan sebagai pelengkap sup lobak.

Terakhir bossam kimchi yang menggunakan sawi sebagai pembungkusnya dan di dalamnya berisi buah-buahan, kacang-kacangan, dan seafood. Semua bahan dicampur, lalu dibungkus menggunakan sawi putih. Kimchi jenis ini termasuk sulit pembuatannya.

Pada kesempatan Taste of Korea yang berlangsung hingga akhir Oktober ini menghadirkan beberapa hidangan populer Korea. Seperti ge jang (salad dari kepiting), jab che (bihun dengan sayur dan jamur), sam ge juk (bubur ayam), bin dae duck (panekuk), kalbi (iga sapi panggang), kkori jjim (tumis buntut sapi), dan bibimbap (nasi campur dengan sayuran).

Sayur dan saus yang sudah terfermentasi tersebut merupakan teknik memasak klasik dan tradisional dari Korea yang sekaligus menjadikannya sebagai seni. Hidangan ini merupakan salah satu makanan tersehat di dunia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.