Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kebanyakan orang yg memiliki pasangan dengan gangguan ini, tidak menyadari kalau pasangannya mengidap OLD. Mereka merasa pasangannya cuma menunjukan kasih sayang atau mungkin mereka belum menyadari hingga dampaknya terasa.
Tidak dapat menerima penolakan.
Penolakan / putus adalah suatu hal yg paling dibenci oleh pengidap OLD. Bukannya menerima & menghargai keputusan dari pasangan atau gebetan, dia cenderung menunjukan sikap marah, meyakinkan kembali dengan sedikit memaksa, bahkan dapat saja dia mengacuhkan sikap penolakan itu sendiri, & menganggap tidak pernah terjadi penolakan atau memutuskan hubungan.
Ini terjadi karna delusi penderita tentang perasaan pasangannya, yg merasa bahwa pasangannya memiliki perasaan yg sama dengan dirinya. Jika ada penolakan atau putus, ya dia berfikir itu karna dipengaruhi orang lain, bukan karna perasaan pasangannya.
Cemburu tanpa alasan yg jelas.
Pengidap OLD pun sering merasa cemburu dengan hal kecil atau alasan yg tidak masuk akal. Mulai dari cemburu pada teman kerja yg mungkin menghubungi pasangannya untuk kepentingan kerja, atau bahkan pada orang lain yg sekedar menyapa.
Orang ini akan marah atau curiga, kalau pasangannya membalas dengan waktu yg lama, padahal pasangannya punya kehidupan pribadi seperti mandi, makan, atau bahkan kumpul keluarga.
Perasaan curiga atau cemburu ini berasal dari ketidak percayaan & ketakutan berlebih akan kehilangan sosok yg ia sayangi. Dalam sebuah hubungan, pengidap OLD cenderung membentuk hubungan posesif & penuh aturan.
Selalu memantau kehidupan orang yg dia Sukai.
Penderita OLD sanggup menciptakan orang yg ia sukai kehilangan privasi bahkan ketenangan hidup. Dia akan mencari tahu semua hal yg berkaitan dengan orang yg ia sukai, seperti teman dekatnya, kehidupan sehari-harinya, bahkan hingga mencari tahu soal pasangannya yg baru. Jika sedang menjalin sebuah hubungan, penderita OLD sering meminta foto pasangan baik itu sedang makan, istirahat, rebahan, atau hangout sama temen. Dia bakal sering minta anda kirim foto.
Bahkan dia tidak segan loh untuk menyadap media sosial kamu.
Hal ini terjadi karena dia merasa gelisah & tidak suka kalau orang yg ia sukai memiliki teman dekat, sahabat, apalagi pasangan selain dirinya. Jika dia tidak dapat memilikinya maka orang lainpun tidak boleh.
Berusaha mengendalikan kehidupan pasangan.
Penderita OLD, sering bahagia menunjukan argumen baik dilingkungan pertemanan atau hubungan. Dalam sebuah hubungan biasanya dia adalah orang yg paling banyak meminta & menuntut, kembali ke semua point diatas soal perilaku yg dia tunjukan memiliki tujuan untuk mengendalikan pasangan sesuai dengan apa yg dia harapkan.
Tidak akan bertahan lama dalam sebuah hubungan.
Dalam sebuah hubungan, rata-rata orang tidak akan menyadari kalau pasangannya mengidap gangguan ini. Karna obsesi & sayang memang hampir mirip, yg membedakan adalah bagaimana seseorang memperlakukan pasangannya.
Padahal ada beberapa disparitas di antara keduanya.
Cinta sejati akan membutuhkan pengertian & komunikasi kepada pasangannya, sedangkan sayang yg sifatnya obsesif justru akan menuntut orang yg dia suka untuk tunduk pada tuntuntan orang tersebut, seperti menuntut untuk tidak punya pasangan lain meski mereka sudah berpisah, orang tersebut akan menolak kenyataan, bahwa hubungan mereka sudah berakhir.
Cinta sejati juga memprioritaskan kebahagiaan orang yg dia suka & menerimanya dengan segala kekurangan serta kelebihannya, sementara obsessive love akan melibatkan kekerasan fisik atau pelecehan emosional hingga tak mau mengakui kekurangan yg ada pada orang yg dia sayang sebagai bentuk delusi, so menurut dia apa yg dia perintahkan untuk pasangan adalah yg terbaik & itu benar. Padahal nyatanya TIDAK! Itu cuma ego dia semata.
Berakhirnya hubungan seperti ini biasanya karna orang yg dia sayangi merasa jenuh dengan pengekangan & sifat egois penderita OLD itu sendiri.
Mengganggu privasi.
Pernah gak punya gebetan tetapi keponya sampe setengah mati? Punya pacar yg sering nanya anda lagi dimana? Nelponin terus saat anda gak bales? Bahkan sampe bikin clone media sosial untuk kepoin anda dibelakang dia? Wah patut di curigai, penderita OLD akan mengacuhkan norma privasi seseorang loh. Saking keponya dia bahkan dapat mengerjakan segala cara untuk masuk ke kehidupan kamu, baik dengan menyadap, clone medsos, atau bahkan lewat orang lain, dapat nyuruh temennya kepoin kamu, tanya tanya soal kamu, wah serem deh.
Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apa yg menyebabkan seseorang mengidap OLD, namun dari beberapa sumber yg saya kumpulkan, OLD disebabkan oleh:
Disinhibited social engagement disorder.
Reactive attachment disorder (RAD).
Gangguan kepribadian ambang (borderline).
Memiliki kecemburuan delusi.
Etomania.
Obsessive-compulsive disorder (OCD).
Penyakit diatas memiliki gejala obsesi sama seperti OLD namun pada hal yg lain.
Karna OLD termasuk pada penyakit gangguan mental, dapat dikendalikan dengan bantuan obat anti kecemasan atau anti depresan, serta diberikan terapi perilaku kognitif, terapi perilaku dialektik, & terapi bicara.
Kayanya cukup deh thread tentang OLD kali ini, kita lanjut dilain kesempatan dengan thread psikologi lainnya.
Jika ada tambahan silahkan ditulis ajah yah.
Terimaksih
Semoga bermanfaat.
Tulisan
Little.sirius
Referensi web
Halodoc|Idntimes|Tirto|Universitas Binus Psikologi
Referensi buku
Journal psikologi VI unpad|FREUD journal
Sumber gambar
1|2|3|4|5|6