• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengenal Alamanda Shantika, Anak Kaskus Lulusan Binus & Pendiri Binar Academy

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Mengenal Alamanda Shantika, Anak Kaskus Lulusan Binus & Pendiri Binar Academy
Mengenal Alamanda Shantika, Anak Kaskus Lulusan Binus & Pendiri Binar Academy

Alamanda Shantika Santoso, begitu nama lengkapnya adalah seorang pakar IT khususnya pembuatan & desain situs & sistem coding yg lahir di Jakarta 12 Mei 1988. Ayah & ibunya memiliki latar belakang pendidik & menempuh pendidikan sebagai guru di salah satu universitas di London, Inggris. Dia adalah seorang yg sangat interest dengan horoskop & menganggap itu related dengan kejadian-kejadian dalam hidupnya. Dia mempercayai bahwa tanggal & hari kelahiran itu mengandung kode-kode yg akan menentukan peruntungan hidupnya di masa depan. Masa kecil Ala, panggilan akrabnya, di lewati dengan pengenalan pada angka-angka oleh ayahnya saat ia baru berusia 4 tahun. Di masa itu, iya sudah melewati pencapaian menghafalkan angka-angka hingga dengan ratusan bahkan menjumlahkannya, yg mana anak-anak seusianya bahkan belum mengerjakannya. Saat menginjak remaja di usia SMP & SMA, ia terkenal sebagai anak yg rebel & cenderung nakal atau istilah lebih kerennya "break the rule" & tidak suka pada aturan baku. Pernah waktu SMP, walaupun dia sekolah di Al-Azhar, Kemang yg juga sekolah akselerasi itu, oleh sebab kenakalannya ia malah sempat mengajak teman-temannya untuk merokok & saat SMA itu juga paling sering di tangkap karena bolos sekolah. Walaupun demikian, ia adalah seorang yg sangat cerdas. Selain menyukai matematika, ia juga menyukai musik & bahagia memainkan saxophone & piano. Lalu sekira umur 13 tahun, dia mulai tertarik & menekuni teknologi coding situs saat Indonesia berada di fase awal-awal mengenal & mengpakai internet.

Saat kuliah, Alamanda sebenarnya bukan termasuk orang yg paling cepat menyelesaikan studi. Ini di sebabkan oleh banyak hal diantaranya ia jarang masuk kuliah & yg paling mempengaruhi studinya adalah saat ayahnya menderita struk pada usia 45 tahun yg menyebabkan kelumpuhan pada beberapa anggota tubuhnya. Alamanda memilih kuliah di Bina Nusantara University karena dia harap mengambil double degree (titel ganda) yakni Matematika & Teknologi Informasi (TI). Ia menyelesaikan kuliahnya cukup lama yakni tujuh tahun, yg mana saat di kampus pun ia merupakan tipe yg masih rebel & sering mengcounter dosen dengan argumen-argumen yg kritik & mengharapkan pembaruan yg signifikan dalam bidang teknologi, khususnya di kampusnya saat itu. Ia juga memiliki cerita yg cukup menarik saat kuliah mulai dari menjual DVD bajakan yg dia burn sendiri, pernah jadi guru les privat hingga jualan tokek. Hal itu di lakukannya karena terinfluence oleh rekan-rekannya di Binus yg punya jiwa wirausaha yg tinggi. Pencapaian paling akbar saat masih kuliah adalah ia sempat jadi pembuat situs yg kemudian karena kepiawaiannya yg cuma membutuhkan satu hari untuk pengerjaan sehingga dia mendapatkan banyak orderan yg nilainya saat itu sekira 6-15 juta Rupiah. Kejadian ini kemudian membawanya ke dunia wirausaha yg menurutnya terjadi secara tidak sengaja hingga akhirnya terjun ke dunia fashion.

Dalam perkembangannya, Alamanda kemudian bergabung dengan kaskus & menciptakan komunitas yg bernama "Denim Heads", yg mana komunitas tersebut berisi orang-orang kutu buku tetapi bergelut di dunia fashion. Dalam komunitas tersebut mereka membahas tentang bagaimana menciptakan Jeans yg baik, mulai dari bagaimana cara menjahitnya hingga yg paling dasar bahannya di buat dari apa & lain sebagainya. Dari sini kemudian muncul teman-teman dalam komunitasnya yg menciptakan brand lokal & memunculkan produk-produk denim dengan brand lokal & Ala menolong mereka dengan mendesain situs untuk ajang promosi & berjualan secara online.

Saat selesai kuliah dalam mulai berkarir, ia memutuskan untuk menyudahi profesinya sebagai pembuat situs & mulai bekerja di sebuah perusahaan bernama Kartuku selama sekira 2 tahun. Di sana karirnya melonjak dengan cepat & sempat mendapat beberapa tawaran projek yg mana hal tersebut menciptakan dirinya jadi "public enemies" oleh sebab prestasinya. Dia menyatakan budaya "kesirikan" itu sudah jadi hal lumrah di kalangan orang Indonesia & itu terjadi di mana-mana. Dia juga sempat bergabung dengan startup Gojek, bentukan Nadiem Makarim yg kini Menteri Pendidikan & Kebudayaan RI. Ia menyatakan bahwa meskipun teknologi itu adalah semua tentang sains & kecerdasan otak, tetapi setiap orang juga harus memiliki pencerahan yg tinggi akan kecerdasan hati yg mana itu membawa kita untuk semakin mengenal siapa diri kita. Hal inilah yg kemudian mendasarinya & jadi semacam fislosofi organisasi baginya dalam membangun Binar Academy, sebuah sekolah Teknologi & Inovasi yg mengedepankan pencerahan & hati nurani. Dia juga percaya bahwa 5-10 tahun ke depan generasi muda Indonesia sanggup membangun 20 hingga 50 unicorn & sekaligus marketplacenya.

Sumber :
Kemarin 23:32
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.