Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Oli motor memiliki fungsi untuk melumasi mesin di dalam motor supaya gesekan antar komponen dapat diredam seminimal mungkin. Selain itu, oli juga berperan dalam menjaga suhu mesin supaya tetap rendah meski sedang menyala.
Untuk mendapatkan fungsi maksimal, oli dibuat mengpakai bahan yg berbeda-beda. Mungkin ada yg sempat berpikir bahwa semua bahan oli sama aja, beda merek & tipe doang. Kayak gue dulu waktu masih bocah mikirnya begitu, hahaha. Padahal oli pasti dibuat dengan komposisi berbeda menyesuaikan kebutuhan kendaraan.
Berikut ini ada beberapa tipe oli berbeda yg biasa terdapat di pasaran:
sumber foto: https://bit.ly/3BNUc6v
Oli Mineral
Oli mineral dibuat dari minyak bumi yg diproses dengan cara penyulingan mineral tanpa tambahan zat aditif. Kelebihannya dapat menjaga mesin motor lebih awet, lebih tahan kepada penguapan, & getaran mesin lebih halus saat mesin motor dalam kondisi dharap. Harganya juga relatif lebih murah daripada oli sintetis.
Kekurangannya, oli mineral memiliki struktur molekul yg tidak seimbang, kekentalannya mudah berubah, & tidak tahan kepada cuaca ekstrem & suhu tinggi sehingga tidak dapat mendharapkan suhu mesin dengan maksimal. Oli tipe ini juga cenderung meninggalkan kerak pada permukaan parts mesin motor.
Oli Sintetis
Oli sintetis dibuat dari minyak bumi yg diproses secara kimiawi supaya mendapatkan kekentalan yg stabil & memiliki kemampuan pelumasan optimal dengan ditambah bahan aditif. Pada saat proses pembuatan, zat-zat tidak penting yg terdapat dalam bahan utama minyak bumi juga dikeluarkan melalui metode hydrocracking.
Oli tipe ini tidak mudah menggelap warnanya, lebih tahan kepada suhu/cuaca ekstrem sehingga sanggup menjaga mesin motor supaya tetap dharap, & menolong membersihkan mesin dari kerak karbon. Kekurangannya, oli sintetis mudah menguap sehingga jumlahnya mudah berkurang.
Oli Semi Sintetis
Sesuai namanya, oli semi sintetis adalah oli yg terbuat dari perpaduan bahan mineral & sintetis untuk menghasilkan kemampuan pelumasan yg oke. Dulu, oli tipe ini diklaim lebih cocok untuk melumasi mesin motor produksi baru dengan performa tinggi seperti motor sport. Kini, oli semi sintetis biasanya dipakai untuk mesin produksi baru yg masih mengpakai teknologi lama. Ada juga yg mengpakai oli ini untuk mesin-mesin non kendaraan seperti gergaji mesin, pemotong rumput, dll yg kerjanya tidak terlalu berat.
Oli Ester
Nah, ini oli tipe baru yg belum lama ramai di pasaran. Pada dasarnya, oli ester adalah oli sintetis atau oli semi sintetis yg diberi campuran ester. Umumnya kandungan ester tidak hingga 20%. Oli dengan kandungan ester memiliki antifriksi yg bagus sehingga sering dipakai untuk motor balap. Oli ini juga memiliki masa pakai yg lebih tahan lama. Kemampuannya untuk membersihkan kerak sisa-sisa pembakaran dari mesin juga cukup baik. Selain itu, ester juga sanggup membentuk semacam lapisan di sekeliling permukaan silinder sehingga melindunginya dari gesekan piston. Makanya gak heran, oli ester dapat dipakai lebih lama.
Kayaknya itu dulu ya tipe oli motor berdasarkan bahan pembuatannya. Mungkin di masa depan akan hadir lagi tipe oli yg terbuat dari bahan lainnya. Kalo ada yg mau nambahin atau ngasih pendapat soal tipe oli, silakan berkomentar aja ya, gan.
Untuk mendapatkan fungsi maksimal, oli dibuat mengpakai bahan yg berbeda-beda. Mungkin ada yg sempat berpikir bahwa semua bahan oli sama aja, beda merek & tipe doang. Kayak gue dulu waktu masih bocah mikirnya begitu, hahaha. Padahal oli pasti dibuat dengan komposisi berbeda menyesuaikan kebutuhan kendaraan.
Berikut ini ada beberapa tipe oli berbeda yg biasa terdapat di pasaran:
sumber foto: https://bit.ly/3BNUc6v
Oli Mineral
Oli mineral dibuat dari minyak bumi yg diproses dengan cara penyulingan mineral tanpa tambahan zat aditif. Kelebihannya dapat menjaga mesin motor lebih awet, lebih tahan kepada penguapan, & getaran mesin lebih halus saat mesin motor dalam kondisi dharap. Harganya juga relatif lebih murah daripada oli sintetis.
Kekurangannya, oli mineral memiliki struktur molekul yg tidak seimbang, kekentalannya mudah berubah, & tidak tahan kepada cuaca ekstrem & suhu tinggi sehingga tidak dapat mendharapkan suhu mesin dengan maksimal. Oli tipe ini juga cenderung meninggalkan kerak pada permukaan parts mesin motor.
Oli Sintetis
Oli sintetis dibuat dari minyak bumi yg diproses secara kimiawi supaya mendapatkan kekentalan yg stabil & memiliki kemampuan pelumasan optimal dengan ditambah bahan aditif. Pada saat proses pembuatan, zat-zat tidak penting yg terdapat dalam bahan utama minyak bumi juga dikeluarkan melalui metode hydrocracking.
Oli tipe ini tidak mudah menggelap warnanya, lebih tahan kepada suhu/cuaca ekstrem sehingga sanggup menjaga mesin motor supaya tetap dharap, & menolong membersihkan mesin dari kerak karbon. Kekurangannya, oli sintetis mudah menguap sehingga jumlahnya mudah berkurang.
Oli Semi Sintetis
Sesuai namanya, oli semi sintetis adalah oli yg terbuat dari perpaduan bahan mineral & sintetis untuk menghasilkan kemampuan pelumasan yg oke. Dulu, oli tipe ini diklaim lebih cocok untuk melumasi mesin motor produksi baru dengan performa tinggi seperti motor sport. Kini, oli semi sintetis biasanya dipakai untuk mesin produksi baru yg masih mengpakai teknologi lama. Ada juga yg mengpakai oli ini untuk mesin-mesin non kendaraan seperti gergaji mesin, pemotong rumput, dll yg kerjanya tidak terlalu berat.
Oli Ester
Nah, ini oli tipe baru yg belum lama ramai di pasaran. Pada dasarnya, oli ester adalah oli sintetis atau oli semi sintetis yg diberi campuran ester. Umumnya kandungan ester tidak hingga 20%. Oli dengan kandungan ester memiliki antifriksi yg bagus sehingga sering dipakai untuk motor balap. Oli ini juga memiliki masa pakai yg lebih tahan lama. Kemampuannya untuk membersihkan kerak sisa-sisa pembakaran dari mesin juga cukup baik. Selain itu, ester juga sanggup membentuk semacam lapisan di sekeliling permukaan silinder sehingga melindunginya dari gesekan piston. Makanya gak heran, oli ester dapat dipakai lebih lama.
Kayaknya itu dulu ya tipe oli motor berdasarkan bahan pembuatannya. Mungkin di masa depan akan hadir lagi tipe oli yg terbuat dari bahan lainnya. Kalo ada yg mau nambahin atau ngasih pendapat soal tipe oli, silakan berkomentar aja ya, gan.
Kemarin 23:22