Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pada tanggal 8 Maret 2014, pesawat maskapai penerbangan Malaysia Airlines MH370, dinyatakan hilang ketika mengerjakan perjalanan dari bandara internasional Kuala Lumpur, Malaysia, menuju ke bandara internasional Beijing, China.
Pesawat berjenis Boeing 777-200ER itu membawa 227 orang penumpang, 10 orang awak pesawat, & 2 orang pilot, yg kesemuanya dinyatakan dead in absentia.
Mereka terdiri dari :
- 6 orang warga negara Australia,
- 2 orang warga begara Kanada,
- 153 orang warga negara China,
- 4 orang warga negara Prancis,
- 5 orang warga negara India,
- 7 orang warga negara Indonesia,
- 2 orang warga negara Iran,
- 50 orang warga negara Malaysia,
- 1 orang warga negara Belanda,
- 2 orang warga negara New Zealand,
- 1 orang warga negara Rusia,
- 1 orang warga negara Taiwan,
- 2 orang warga negara Ukraina, dan
- 3 orang warga negara Amerika.
Selain itu, pesawat tersebut juga membawa muatan seberat 14.296 kg, & bahan bakar jet seberat 49.100 kg. Beban berat bahan bakar tersebut juga sudah termasuk bahan bakar untuk cadangan yg cukup dipakai untuk mengalihkan penerbangan ke bandara alternatif lain.
Dan durasi penerbangan yg dilakukan diperkirakan berlangsung selama 5 jam 34 menit, yg dijadwalkan berangkat jam 00.35 waktu setempat, & tiba di tempat tujuan jam 06.30 waktu setempat.
Pada jam 00.42 waktu setempat, MH370 mengerjakan lepas landas melalui jalur 32R & diperintahkan oleh Air Traffic Control (ATC) untuk menempuh level 180 yg tingginya diperkirakan sekitar 18.000 kaki.
Analisa suara yg sempat dilakukan saat investigasi memastikan bahwa saat pesawat masih berada di landasan, co-pilot mengerjakan komunikasi dengan ATC. Dan setelah pesawat lepas landas, komunikasi dilakukan antara pilot dengan ATC.
Sesaat setelahnya, komunikasi MH370 dilakukan dengan Lumpur Radar yg kemudian memerintahkan MH370 untuk menempuh level 350 yg tingginya diperkirakan sekitar 35.000 kaki. Hal tersebut dilakukan pada jam 00.46. Lima belas menit kemudian yaitu pada jam 01.01, awak pesawat melaporkan pada Lumpur Radar bahwa mereka sudah menempuh level 350. Dan pada jam 01.08, mereka kembali melaporkan hal yg sama.
Dengan mengpakai protokol Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS), laporan posisi & transmisi terakhir sempat diterima pada jam 01.06. Dan diantara data yg diterima, juga didapat informasi bahwa bahan bakar yg tersisa sekitar seberat 43.800 kg.
Kapten Shah sempat mengerjakan komunikasi verbal terakhir dengan Lumpur Radar pada jam 01.19 sebelum pada akhirnya komunikasi tersebut dipindahkan pada Ho Chi Minh ACC.
Quote:
Lumpur Radar : "Malaysian three seven zero, contact Ho Chi Minh one two zero decimal nine. Good night".
Flight 370 : "Good night. Malaysian three seven zero".
Flight 370 : "Good night. Malaysian three seven zero".
Ketika MH370 melewati wilayah udara Vietnam, kedua pilot diharapkan untuk menghubungi ATC di kota HoChi Minh. Bahkan pilot pesawat lain sempat ikut berusaha menghubungi pilot MH370 dengan mengpakai International Distress Frequency untuk menyampaikan pesan dari ATC Vietnam, meminta MH370 untuk segera menghubungi mereka. Pilot pesawat lain tersebut mengaku sempat membangun komunikasi dengan pilot MH370, namun yg dia dengar cuma gumaman.
Pada jam 01.20.31, MH370 masih sempat terlihat oleh radar di Kuala Lumpur ACC ketika melewati titik navigasi IGARI di Teluk Thailand, namun lima detik kemudian simbol Mode-S menghilang dari layar radar. Kemudian pada jam 01.21.13, MH370 menghilang dari layar radar ACC Kuala Lumpur. Dan diwaktu yg bersamaan juga menghilang dari layar radar ACC Ho Chi Minh.
Dari data transponder terakhir mengindikasikan bahwa MH370 terbang pada level 350 seperti yg diperintahkan & dengan laju 471 knots. Saat itu dinyatakan cuma ada beberapa awan & tidak ada hujan ataupun petir yg muncul. Dan menurut analisa yg dilakukan, MH370 diperkirakan masih mempunyai sisa bahan bakar seberat 41.500 kg sebelum pada akhirnya menghilang dari radar kedua.
Saat itu ketika transponder berhenti berfungsi, radar militer sempat menunjukkan bahwa MH370 berbelok ke kanan kemudian mulai berbelok ke kiri ke arah barat daya. Sejak jam 01.30.35 hingga jam 01.35, radar militer menunjukkan MH370 terbang pada ketinggian 35.700 kaki & dengan laju 496 knots.
Kemudian MH370 terlihat melewati Malaysia Peninsula dengan ketinggian fluktuatif antara 31.000-33.000 kaki. Bahkan sebuah radar sipil utama di bandara Sultan Ismail Petra, menemukan empat kali deteksi dari pesawat yg tidak diketahui antara jam 01.30.37 hingga jam 01.52.35. Jejak dari pesawat yg tidak diketahui tersebut sama persis dengan data yg dimiliki oleh militer.
Pada jam 01.52, MH370 diketahui melewati sebelah selatan pulau Penang. Dari sana, MH370 kemudian menyebrangi Selat Malaka, melewati VAMPI & Pulau Perak pada jam 02.03, setelah terbang di sepanjang rute udara N571 menuju titik MEKAR, NILAM, & kemungkinan IGOGU.
Lokasi terakhir yg diketahui dari & dekat batas radar militer Malaysia pada jam 02.20 adalah, 439 km dari Penang & 458 km dari barat laut bandara Penang, dengan ketinggian 29.500 kaki.
The Kuala Lumpur Aeronautical Rescue Coordination Centre (ARCC) secara resmi diaktifkan pada jam 05.30, empat jam setelah MH370 dinyatakan hilang. Dan upaya pencarian dimulai dari Teluk Thailand & Laut China Selatan. Dihari kedua pencarian, pihak Malaysia mengatakan bahwa rekaman radar mengindikasikan bahwa MH370 sempat berbalik arah. Oleh karena itu, letak pencarian diperluas hingga ke bagian Selat Malaka.
Kemudian pada tanggal 12 Maret, Royal Malaysian Air Force mengumumkan bahwa pesawat yg tidak diketahui yg diduga merupakan MH370, sudah mengerjakan perjalanan melintasi Malaysia Peninsula & terakhir terlihat oleh radar Malaysia 370 km dari barat laut Pulau Penang. Dengan begitu upaya pencarian ditingkatkan hingga ke Laut Andaman & Pantai Bengal.
Rekaman sinyal yg dikirim oleh MH370 & satelit komunikasi mengungkapkan bahwa MH370 masih melanjutkan penerbangan selama 6 jam kemudian setelah terlihat terakhir kali pada radar milik militer Malaysia. Analisa awal dari komunikasi ini menentukan bahwa MH370 terbang di sepanjang salah satu dari dua lengkungan, dimana sinyal terakhir dikirim.
Kemudian pada tanggal 15 Maret pihak berwajib mengumumkan akan meninggalkan upaya pencarian yg dilakukan di Laut China Selatan, Teluk Thailand, & Selat Malaka. Mereka akan meneruskan pencarian didua koridor. Lengkungan sebelah utara, yaitu dari sebelah utara Thailand menuju Kazakhstan.
Dua hari kemudian yaitu tanggal 17 Maret, Australia setuju untuk memimpin upaya pencarian yg dilakukan dari letak sebelah selatan Sumatera hingga ke Laut Hindia Selatan. Pencarian awal yg dilakukan dari tanggal 18 hingga 27 Maret tersebut difokuskan pada letak yg terletak 2.600 km sebelah barat daya kota Perth, yg luasnya sekitar 305.000 km persegi.
Penggambaran satelit dari daerah tersebut sempat dianalisa, beberapa objek & kemungkinan dua potongan puing sempat tertangkap selama upaya pencarian yg dilakukan dari tanggal 16 hingga 26 Maret. Namun tidak ada satupun dari objek atau kemungkinan puing tersebut ditemukan oleh pesawat atau kapal pencari.
Berdasarkan jejak terakhir MH370 yg sempat tertangkap radar & berdasarkan informasi terakhir tentang bahan bakar yg tersisa, pada tanggal 28 Maret pencarian kemuduan dilakukan di 1.100 km timur laut dari letak sebelumnya.
Antara tanggal 2-17 April, pencarian dilakukan untuk mendeteksi underwater locator beacons atau ULB yg terhubung pada rekaman penerbangan MH370, dimana baterainya diperkirakan akan kadaluarsa pada tanggal 7 April. ADV Ocean Shield milik Australia yg dilengkapi dengan towed pinger locator, Haixun 01 milik China yg dilengkapi dengan handheld hydrophone, & HMS Echo milik Malaysia yg dilengkapi dengan hull-mounted hydrophone, ketiganya mengerjakan pencarian tersebut.
Pencarian sonar kemudian dilakukan di dasar laut di dekat letak pendeteksian pada tanggal 14 April hingga 28 Mei, tanpa ada sedikitpun tanda-tanda keberadaan MH370. Dalam laporan yg dipublikasikan pada bulan Maret 2015, terungkap bahwa baterai ULB yg terhubung pada rekaman penerbangan MH370, sudah mengalami masa kadaluarsa sejak 2012 & tidak dapat dipakai.
Akhir Juni 2014, detail dari fase upaya pencarian selanjutnya diumumkan. Pihak resmi menyebutnya sebagai underwater search, kendati sebelumnya sudah dilakukan survey sonar di dasar laut. Area pencarian diproritaskan menjangkau ke daerah selatan & fase upaya pencarian ini dimulai tanggal 6 Oktober.
Pemerintah Malaysia, China, & Australia setuju untuk mengerjakan pencarian di dasar laut seluas 120.000 km persegi secara penuh. Dan mereka mengpakai tiga buah kapal yg dilengkapi dengan towed deep-water vehicles, yg mengpakai side-scan sonar, multi beam echo sounders, & kamera video untuk penglokasian & mengidentifikasi puing-puing MH370.
Kapal keempat yg dilengkapi dengan autonomous underwater vehicle, juga ikut serta mengerjakan upaya pencarian sejak bulan Januari hingga Maret 2015. Kapal keempat ini diturunkan untuk mengerjakan pencarian di daerah yg tidak dapat dijangkau secara efektif oleh alat yg dimiliki ketiga kapal sebelumnya.
Pada tanggal 17 Januari 2017, pemerintah Malaysia bersama dengan pemerintah China & Australia, ketiganya sepakat mengumumkan untuk menghentikan pencarian kepada MH370. Namun tepat sembilan bulan kemudian, pemerintah Malaysia menerima pengajuan dari tiga perusahaan kapal pencari. Fugro yg merupakan perusahaan milik Belanda, Ocean Infinity yg merupakan perusahaan milik Amerika, & perusahaan ketiga yg tidak diketahui identitasnya, untuk melanjutkan upaya pencarian kepada MH370.
Kemudian, puing-puing yg diduga merupakan bagian dari 9M-MRO yg sudah ditemukan, dikumpulkan. Diantaranya bagian flaperon sebelah kanan yg ditemukan pada akhir Juli 2015 di pantai Saint-Andr, Runion, sebuah pulau yg terletak di sebelah barat Laut Hindia.
Pada akhir Februari 2016, sebuah objek dengan tulisan "NO STEP" ditemukan di pantai Mozambique. Penemunya adalah seorang pemburu rongsokan yg bernama David Blaine Gibson, dia juga mengaku sudah menemukan lebih dari 20 keping potongan pesawat MH370. Hal ini menciptakannya percaya bahwa MH370 pada akhirnya akan ditemukan.
Gibson juga mengatakan bahwa hasil penemuannya di Madagaskar membuktikan bahwa selama ini pihak berwajib sudah mencari ditempat yg salah. Dan fakta bahwa tidak ada puing-puing yg ditemukan di Australia & Tasmania membuktikan bahwa letak kecelakaan berada di 36 sebelah utara dari sebelah selatan utara dimana mereka sebelumnya mengerjakan pencarian.
Selain itu sejumlah puing yg ditemukan selama Gibson mengerjakan pencarian, menyangkal salah satu teori yg menyebutkan bahwa pilot secara sengaja mengerjakan bunuh diri. Kemudian melenyapkan pesawat yg dia kendalikan dengan menenggelamkannya secara utuh, & menciptakan rahasia yg besar.
Menurut Gibson, teori tersebut dengan mudah dapat disangkal. Buktinya, kabin utama tidak secara utuh berada didalam air, tetapi hancur karena akibat yg disebabkan oleh sesuatu. Selain itu sayapnya cenderung ditarik kembali, tidak dibentangkan. Dan hal ini sudah diperiksa oleh pihak Boeing & pihak ATSB, & mereka menyimpulkan bahwa saat itu mereka berada diposisi setengah terbang dengan sayap ditarik, bukan berada diposisi mendarat. Jadi meluncur dengan sengaja dikendalikan atau tenggelam secara utuh sama sekali adalah hal yg benar-benar tidak terjadi.
Pada bulan Desember 2015, Liam Lotter mengatakan tentang penemuannya yg berupa puing berwarna abu setelah dia melihat berita tentang penemuan yg didapat oleh Blaine Gibson. Dugaan puing-puing MH370 juga ditemukan dipulau Runion pada tanggal 7 Maret 2016.
Kemudian pada tanggal 21 Maret 2016, seorang arkeologis Afrika Selatan yg bernama Neels Krueger menemukan puing berwarna abu di dekat pantai Mossel, Afrika Selatan. Pada puing tersebut terdapat logo Rolls Royce yg merupakan produsen mesin MH370.
Puing lainnya yg diduga merupakan bagian interior pesawat juga ditemukan di pantai Rodriguez, Mauritius, sekitar akhir Maret, & kemudian diperiksa oleh pihak berwajib. Dan pada tanggal 11 Mei 2016, mereka memastikan bahwa puing tersebut berasal dari MH370.
Pada tanggal 9 Juni 2016, harian The Sydney Morning Herald melaporkan bahwa seorang pria sudah menemukan puing pesawat yg lokasinya berada dipulau Kangguru, sebelah selatan Australia. Kementrian Transportasi Australia juga melaporkan penemuan puing pesawat dipulau Pemba, di luar pantai Tasmania. Dan pada tanggal 20 Juli, pemerintah Australia merilis sebuah foto yg merupakan puing yg berasal dari bagian sayap pesawat MH370.
bersambung ke post #2..
Sekian, & terimakasih.
*
*
*
*
*
sumber 1, sumber 2, sumber 3, sumber 4, sumber 5, sumber 6, sumber 7, sumber 8, sumber 9