Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bagaimana Cara Mengatur Keuangan ala Li-Ka Shing?
Setiap orang memiliki cara mengatur keuangan yg berbeda-beda. Apa yg dilakukan teman kita dapat jadi berhasil untuknya, tetapi belum tentuk cocok bbuat kita. Itulah gunanya proses trial and error. Tidak ada yg salah atau benar, tetapi tepat atau tidak untuk kita.
Ada banyak metode budgeting yg disarankan, salah satunya mengatur keuangan ala Li Ka-Shing, seorang pengusaha & investor asal Hong Kong yg berhasil membangun bisnisnya dari nol. Li Ka-Shing mempunyai bisnis dalam berbagai bidang seperti real estate, pelabuhan, listrik, telekomunikasi, & internet.
Selain itu ia diketahui karena ketaatannya pada nilai-nilai moral & hidup sederhana. Li Ka-Shing menyarankan supaya pendapatan dibagi jadi 5 bagian utama, yaitu untuk hidup, bersosial, pengembangan diri, berlibur, & investasi.
Bagi Lima Penghasilanmu
"No matter how much you earn, always remember to divide it into five parts proportionately"
- Li Ka-Shing
1. Pos Biaya Hidup (30% dari Penghasilan)
Pos pengeluaran yg paling penting ialah pos biaya hidup, pos ini fokus memfokuskan untuk belanja kebutuhan hidup sehari-hari dengan rincian 30% dari penghasilan. Sedapat mungkin atur biaya kebutuhan hidup bulanan supaya tidak melebihi budget 30% dari penghasilan.
Salah satunya adalah dengan mementingkan makan daripada jajan. Atau, kalau harap lebih hemat, kalian dapat memasak sendiri makanan yg kalian konsumsi sehari-hari dibanding harus sering membeli makanan di luar.
2. Pos Sosialisasi (20% dari Penghasilan)
Berhemat & hidup dengan budget pas-pasan bukan berarti kalian harus di rumah saja tanpa perlu kemana-mana. Mulailah perluas networking dengan memaksimalkan budget 20% dari penghasilan. Sosialisasi disini dengan orang-orang yg lebih sukses, lebih pintar, & lebih baik dalam bidangnya. Lakukan hal tersebut setidaknya satu kali dalam sebulan. Dengan begitu, lingkaran pertemanan kalian menghasilkan nilai yg luar biasa.
3. Pos Pengembangan Diri (15% dari Penghasilan)
Sudah lulus & sudah bekerja bukan berarti berhenti belajar. Di sela-sela kesibukan pekerjaan, Li Ka-Shing menyarankan untuk mengembangkan diri dengan cara rajin membaca buku, mengikuti kursus-kursus bahasa atau kemampuan khusus, hingga datang ke acara seminar atau workshop menarik yg dapat menambah wawasan kalian. Gunakanlah 15% dari penghasilan kalian supaya dapat terus berkembang & meningkatkan kompetensi diri.
4. Pos Liburan (10% dari Penghasilan)
Selain pengembangan diri, setiap orang pasti membutuhkan reward berupa liburan. Gunakan pengalaman pergi ke beberapa destinasi wisata untuk menyegarkan diri sekaligus melihat potensi-potensi yg dapat dikembangkan sekembalinya ke rumah. Jadi, sisihkanlah 10% penghasilan kalian untuk liburan, tidak perlu sering-sering, paling tidak kalian dapat berlibur minimal setahun sekali supaya dapat rileks & kembali bekerja dengan penuh semangat, juga kalian akan mendapatkan pengalaman yg dapat memperkaya hidup.
5. Pos Investasi (25% dari Penghasilan)
Banyak orang yg baru mulai bekerja, apalagi dengan penghasilan pas-pasan, belum merasa investasi itu penting untuk dimiliki. Selain itu, mereka juga merasa lebih baik budget untuk investasi dialihkan untuk keperluan sehari-hari. Justru investasi sebaiknya dimulai sedini mungkin, berapa pun nominal yg dapat kalian sisihkan dari total penghasilan. Jika dilihat kedepan, keperluan sehari-hari tidak akan pernah berhenti & inflasi akan berdampak pada meningkatnya nilai jual barang. Li Ka-Shing mengalokasikan danang sebesar 25% dari hasil kerja untuk investasi. Dan yg terpenting, mulailah sedini mungkin, bahkan sejak bulan perdana anda menerima gaji dari kantor.
Kesimpulan
Perihal 5 pos yg dihinggakan Li Ka-Shing, tidak akan berjalan kalau kalian tidak memiliki niat. Masalah finansial jadi masalah yg sensitif di segala usia. Apalagi bagi kalian yg baru setengah dekade bekerja, di mana banyak keharapan yg sulit dikontrol. Alih-alih beralasan karena dulu tidak sanggup memiliki barang A,B & C, sekarang waktunya membeli barang-barang tersebut.
Sekilas terkesan ada sisi balas dendam pribadi. Tetapi ini tidak akan pernah habis kalau kalian menuruti hawa nafsu konsumtif. Li Ka-Shing mengerjakan cara-cara ini dari ia sebelum sukses. Otomatis ini jadi kebiasaan yg terus dijalankan hingga kesuksesan tersebut didapatkan. Setelah kalian mengetahui cara mengatur keuangan yg benar ala Li Ka-Shing saya harap kalian dapat menerapkannya secara perlahan dalam kehidupan kalian.
Hari ini 16:08