Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hola Agan & Sista! Selamat pagi, siang, sore & malam bagi Gansis di seluruh dunia! Kali ini, ane bakal bahas seputar mengapa truk sering berjalan lambat & melampirkan 3 alasannya.
sumber gambar
Sebuah truk yg berjalan, seringkali berjalan dengan laju rendah. Biasanya, laju sebuah truk di jalan tol cuma sekitar 50-65 kilometer per jam saja, sangat berbeda dengan mobil yg seringkali dibawa kebut-kebutan hingga bahkan melebihi 150 kilometer per jam.
Tentu, hal ini mungkin cukup mengherankan di hati Agan & Sista. Kenapa sebuah truk sangat sering berjalan lambat, sementara mobil biasa lebih sering berjalan kencang? Nah, ane bakal bahas di thread ini.
Yang namanya truk, pasti buat bawa barang, atau beban yg berat. Yang namanya beban berat, pasti momentumnya besar. Yang namanya truk pasti ada remnya juga yg mengandalkan gesekan. Yang namanya rem dengan mengandalkan gesekan, semakin berat tekanan & semakin cepat rotor berputar, akan lebih cepat panas & kehilangan fungsinya. Yang namanya momentum pasti membebani rem, semakin akbar momentum bakal semakin berat kinerja rem.
Sebuah truk kalau berjalan dengan kencang, diatas 80km/jam misalnya, akan sangat berbahaya. Jika akan mengerem, rem berpotensi sangat tinggi untuk kehilangan kemampuannya & kepanasan alias "blong". Terlebih, dengan kebanyakan truk yg masih mengpakai rem tromol.
sumber gambar
Tak cuma itu saja. Mengerem mendadak pun akan sangat sulit dilakukan ketika mencapai laju yg tinggi. Jika di laju rendah saja seperti 50km/jam, truk 6x2 bermuatan penuh misalnya, sudah membutuhkan puluhan meter untuk mengerem. Belum lagi kalau di-overload. Belum lagi kalau di laju yg jauh lebih tinggi.
Bukan rahasia lagi kalau pengiriman barang perlu menjaga keutuhan barang yg dibawa. Akan sangat baik kalau barang masih dalam kondisi baik ketika hingga di tempat tujuan.
Jika truk berjalan dengan kencang, kalau ada sebuah bump atau jalan yg menggoncangkan mobil, truk akan "loncat" & barang berpotensi rusak. Jika barang yg dibawa adalah buah-buahan, baju, beras, cabai, sayuran, pasir, batang besi, atau semen mungkin masih utuh meski "terbanting" oleh goncangan diatas truk. Tetapi gimana kalau bawa barang elektronik? Gimana kalau bawa beton yg rawan patah?
sumber gambar
Nah, maka dari itu, supir memilih untuk menjalankan truk dengan laju yg rendah saja. Tak perlu tinggi-tinggi, itu salah satu alasan mengapa sebuah truk sering sekali berjalan pelan saja.
Sebuah truk memiliki nilai coefficient of drag atau "Cd", yg bermakna kendala angin yg akbar karena bentuknya yg tak aerodinamis, ground clearence yg tinggi, & besarnya dimensi truk tersebut.
Drag yg akbar ini menciptakan sebuah truk akan menciptakan buangan angin ke samping yg sangat besar, yg akan sangat berbahaya bagi mobil atau motor yg berpapasan. Tak lupa, drag akbar akan menghambat jalannya truk sehingga sulit untuk mencapai laju tinggi.
sumber gambar
Selain itu, ban truk itu cepat panas apabila dipacu dalam laju tinggi. Yup, cepat panas. Apalagi kalau ban tersebut adalah ban BIAS yg memang terkenal jauh lebih cepat panas dibanding ban Radial. Hal ini juga merupakan alasan mengapa truk sering berhenti di pinggir jalan, untuk mendharapkan ban
.
Jadi, gimana pendapat Gansis seputar thread ini? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih apabila Gansis mengoreksi informasi di thread ini yg salah!
Sumber: Opini Pribadi
Narasi: Opini Pribadi
Pic: Terlampir
Disclaimer: Thread ini tak bertujuan untuk menjatuhkan maupun mempromosikan siapapun.
Original Written By:@ulungrinjani
Kemarin 23:05
sumber gambar
Sebuah truk yg berjalan, seringkali berjalan dengan laju rendah. Biasanya, laju sebuah truk di jalan tol cuma sekitar 50-65 kilometer per jam saja, sangat berbeda dengan mobil yg seringkali dibawa kebut-kebutan hingga bahkan melebihi 150 kilometer per jam.
Tentu, hal ini mungkin cukup mengherankan di hati Agan & Sista. Kenapa sebuah truk sangat sering berjalan lambat, sementara mobil biasa lebih sering berjalan kencang? Nah, ane bakal bahas di thread ini.
1. Safety
sumber gambar
sumber gambar
Yang namanya truk, pasti buat bawa barang, atau beban yg berat. Yang namanya beban berat, pasti momentumnya besar. Yang namanya truk pasti ada remnya juga yg mengandalkan gesekan. Yang namanya rem dengan mengandalkan gesekan, semakin berat tekanan & semakin cepat rotor berputar, akan lebih cepat panas & kehilangan fungsinya. Yang namanya momentum pasti membebani rem, semakin akbar momentum bakal semakin berat kinerja rem.
Sebuah truk kalau berjalan dengan kencang, diatas 80km/jam misalnya, akan sangat berbahaya. Jika akan mengerem, rem berpotensi sangat tinggi untuk kehilangan kemampuannya & kepanasan alias "blong". Terlebih, dengan kebanyakan truk yg masih mengpakai rem tromol.
sumber gambar
Tak cuma itu saja. Mengerem mendadak pun akan sangat sulit dilakukan ketika mencapai laju yg tinggi. Jika di laju rendah saja seperti 50km/jam, truk 6x2 bermuatan penuh misalnya, sudah membutuhkan puluhan meter untuk mengerem. Belum lagi kalau di-overload. Belum lagi kalau di laju yg jauh lebih tinggi.
2. Menjaga Keutuhan Barang Yang Dibawa
sumber gambar
sumber gambar
Bukan rahasia lagi kalau pengiriman barang perlu menjaga keutuhan barang yg dibawa. Akan sangat baik kalau barang masih dalam kondisi baik ketika hingga di tempat tujuan.
Jika truk berjalan dengan kencang, kalau ada sebuah bump atau jalan yg menggoncangkan mobil, truk akan "loncat" & barang berpotensi rusak. Jika barang yg dibawa adalah buah-buahan, baju, beras, cabai, sayuran, pasir, batang besi, atau semen mungkin masih utuh meski "terbanting" oleh goncangan diatas truk. Tetapi gimana kalau bawa barang elektronik? Gimana kalau bawa beton yg rawan patah?
sumber gambar
Nah, maka dari itu, supir memilih untuk menjalankan truk dengan laju yg rendah saja. Tak perlu tinggi-tinggi, itu salah satu alasan mengapa sebuah truk sering sekali berjalan pelan saja.
3. Ban Yang Cepat Panas Dan Drag Yang Besar
sumber gambar
sumber gambar
Sebuah truk memiliki nilai coefficient of drag atau "Cd", yg bermakna kendala angin yg akbar karena bentuknya yg tak aerodinamis, ground clearence yg tinggi, & besarnya dimensi truk tersebut.
Drag yg akbar ini menciptakan sebuah truk akan menciptakan buangan angin ke samping yg sangat besar, yg akan sangat berbahaya bagi mobil atau motor yg berpapasan. Tak lupa, drag akbar akan menghambat jalannya truk sehingga sulit untuk mencapai laju tinggi.
sumber gambar
Selain itu, ban truk itu cepat panas apabila dipacu dalam laju tinggi. Yup, cepat panas. Apalagi kalau ban tersebut adalah ban BIAS yg memang terkenal jauh lebih cepat panas dibanding ban Radial. Hal ini juga merupakan alasan mengapa truk sering berhenti di pinggir jalan, untuk mendharapkan ban
Jadi, gimana pendapat Gansis seputar thread ini? Oh iya, ane akan sangat berterima kasih apabila Gansis mengoreksi informasi di thread ini yg salah!
Sumber: Opini Pribadi
Narasi: Opini Pribadi
Pic: Terlampir
Disclaimer: Thread ini tak bertujuan untuk menjatuhkan maupun mempromosikan siapapun.
Original Written By:@ulungrinjani
Kemarin 23:05