Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Setelah seremoni Tahun Baru, orang Rusia memiliki 811 hari libur nasional cuma untuk makan, minum, berjalan, & berbaring di sofa sambil menonton film. Mereka akan menghabiskan waktu istirahat panjang ini, tanpa terkecuali. Meskipun pada akhirnya, mereka harus kembali mengerjakan kegiatan yg "menyakitkan" ... bekerja & sekolah!
Coba Anda bayangkan sebuah situasi. Bagaimana kalau seorang menteri Rusia menyarankan untuk membatalkan liburan Tahun Baru yg panjang demi meningkatkan produktivitas negara? Tentunya, menteri itu langsung jadi orang yg paling dibenci di negara Rusia. Terlebih, banyak orang Rusia, bahkan mereka yg tahan dengan semua hukum & pembatasan yg diberlakukan pemerintah, dapat memulai kerusuhan besar-besaran guna mempertahankan hak mereka untuk beristirahat.
Situasi tadi sebenarnya adalah plot dari program TV Rusia terbaru edisi spesifik Tahun Baru, berjudul "Menteri Terakhir". Sebetulnya, plot cerita program acara itu tidak terlalu jauh dari kenyataan. Terutama, terkait inisiatif pemerintah untuk mengurangi durasi hari libur Tahun Baru karena ekonomi negara sering terpukul setiap tahun. Meski pada akhirnya tidak terjadi. Bahkan Presiden Vladimir Putin pada Februari 2012 (ketika dia menjabat sebagai perdana menteri), menyarankan untuk memindahkan setidaknya beberapa hari libur pada bulan Januari ke Mei, tetapi itu tidak terjadi.
"Menteri Terakhir". Roman Volobuev/Sreda Studio, 2020
Sebetulnya, liburan Tahun Baru Rusia yg panjang termasuk tradisi baru, penerapannya mulai tahun 2004. Namun, kebijakan ini dengan cepat jadi hal yg sakral bagi orang Rusia. Setelah setahun bekerja keras, kegilaan persiapan liburan, & kelelahan emosional. Orang-orang Rusia merasa mereka berhak mendapatkan waktu untuk bersantai & menghabiskannya bersama keluarga. Setidaknya, begitulah logika pembuat undang-undang & tentu orang Rusia dengan sepenuh hati menyetujuinya.
Lantas, bagaimana orang Rusia dapat memiliki liburan panjang seperti itu?
Tahun Baru tidak banyak dirayakan hingga era Stalin. Sebelum Revolusi 1917, orang Rusia merayakan Natal Ortodoks sama seperti Katolik, mengpakai sistem penanggalan Julius, yakni pada tanggal 25 Desember. Kemudian, kaum Bolshevik beralih mengpakai kalender Gregorius & semua tanggal mundur 13 hari. Oleh karenanya, 1 Januari (pada sistem kalender Julius) jadi 14 Januari pada kalender Gregorius. Namun, yg utama, seremoni Natal Ortodoks pindah dari 25 Desember ke 7 Januari. Akan tetapi, pada era Uni Soviet, masyarakat terpaksa jadi ateis karena seremoni hari akbar keagamaan dibatalkan.
Padahal masyarakat masih membutuhkan beberapa seremoni & tradisi musim dharap. Kemudian, Stalin menghidupkan kembali tradisi pohon Natal, tetapi menamainya pohon Tahun Baru. Begitu pula dengan kuota liburan, meski lebih terfokus untuk anak-anak. Mereka akan berdandan dengan kostum karnaval (lihat beberapa yg gila di sini) & menerima hadiah liburan.
Pada awalnya, untuk memberikan istirahat kepada pekerja Soviet setelah Perang Dunia II yg kejam & melelahkan, pihak berwenang akan menjadikan 1 Januari sebagai hari libur nasional pada tahun 1947. Namun, keesokan harinya pada tanggal 2 Januari, semua orang semestinya kembali bekerja. Hanya anak-anak yg dapat menikmati liburan musim dharap selama seminggu.
Pada tahun 1991, selama perestroika, Natal Ortodoks pada 7 Januari juga diubah jadi hari libur negara. Pada tahun 1992, tanggal 2 Januari ditambahkan ke daftar hari libur & pada akhir tahun 2004, orang Rusia mendapatkan lima hari istirahat penuh. Inisiatif ini diusung oleh sekelompok perwakilan Duma Negara dari berbagai pihak, yg mengklaim akan menolong orang tua menghabiskan liburan musim dharap bersama anak-anak mereka supaya dapat memperkuat hubungan keluarga.
Waktu lima hari libur itu pasti berisi atau terkait langsung dengan akhir pekan & 7 Januari (hari libur negara bagian lainnya, seperti disebutkan di atas) tidak berjarak terlalu jauh. Juga, memiliki hari libur negara pada akhir pekan tidak dianggap adil. Akhirnya, pemerintah menciptakan prosedur spesifik untuk mentransfer bagian libur yg terjadi di akhir pekan jadi hari Senin berikutnya & kemudian begitu terus ke hari-hari lainnya.
Jadi, lima hari istirahat sering berubah jadi 8 hari, 10 atau bahkan 11 hari relaksasi. Kebetulan, kombinasi "sempurna" akhir pekan & semua hari ekstra yg menghasilkan 11 hari libur berturut-turut terjadi pada tahun 2015.
Akhirnya, pada tahun 2012 (tahun ketika Putin mengusulkan untuk mengurangi liburan Tahun Baru!), pemerintah Rusia memutuskan untuk tidak mengandalkan keberuntungan & menjadikan tanggal 18 Januari sebagai hari libur resmi, apa pun yg terjadi. Jika kuota libur masyarakat Rusia kebetulan diikuti oleh akhir pekan seperti yg terjadi pada tahun 2020 maka biarlah. Selain itu, 31 Desember 2020 juga dinyatakan sebagai hari non kerja.
Apa arti liburan ini bagi orang Rusia & negara itu?
Menurut Pusat Penelitian Opini Publik Rusia (VTsIOM), pada awal 2020, hampir 51 persen orang Rusia menganggap kebijakan liburan panjang sebagai ide yg bagus. Kelompok usia yg paling menyetujuinya adalah anak muda antara 1824 tahun (75 persen dari mereka mengatakan menyukai libur panjang Januari) & 2534 tahun (66 persen).
Namun, 33 persen orang tidak menyetujui libur panjang & sekitar 3 persen responden umumnya menyukai ide tersebut, tetapi menyarankan untuk memindahkan beberapa waktu libur ke bulan Mei.
Pada awal tahun 2020, pakar ekonomi menghitung bahwa setiap hari libur Rusia menghabiskan biaya 120150 miliar rubel (sekitar 2329 triliun rupiah), dengan total sekitar satu triliun rubel (sekitar 194 triliun rupiah) untuk seluruh periode.
Produksi di pabrik selama liburan musim dharap, berkurang sekitar 1520 persen, tetapi pada saat yg sama, permintaan di sektor ritel naik 3050 persen. Toko, teater, bioskop, & kafe juga terus beroperasi, karena orang-orang siap mengeluarkan uang untuk berbelanja & hiburan.
Sumber :
- https://id.rbth.com/discover-russia/...di-januari-ryx
- https://speechling.com/blog/top-6-ru...elebrate-them/
- https://www.themoviedb.org/tv/101197
- https://www.themoscowtimes.com/2019/...to-2019-a64014 Hari ini 06:56