steven yan
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 208832
- Sejak
- 2 Jan 2013
- Pesan
- 1.870
- Nilai reaksi
- 23
- Poin
- 38
JAVA (sebutan orang Barat untuk kata "Jawa") adalah sebuah pulau di Indonesia yang menjadi tempat tumbuh suburnya beberapa jenis kopi. Dari mereka muncul istilah Java Coffee.
Awalnya, istilah Java Coffee digunakan untuk mengindentifikasi kopi Arabika yang punya warna gelap. Namun kini, sebagian orang Amerika menyebut Java Coffe untuk menyebut kopi secara umum. Lantas, apa alasan penyebutan tersebut? Berikut beberapa penjelasannya, seperti dilansir Ehow:
Sejarah
Produksi kopi sudah dimulai di Pulau Jawa pada 1696 dengan perkebunan kopi pertama yang didapatkan dari kolonial Eropa, kemudian dijalankan oleh perusahan India Timur Belanda. Saat itu, kopi produksi Pulau Jawa langsung memimpin dunia dalam hal jumlah produksinya. Dan saat ini, Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar di dunia urutan tiga besar.
Geografi
Seusai Belanda menyajikan tanaman kopi Jawa, kemudian kopi tersebut diperkenalkan ke Karibia melalui Raja Prancis. Dari sanalah produksi kopi mulai menyebar ke Amerika Selatan, yang berarti bahwa kopi Amerika itu berasal dari Jawa.
Penemuan ahli
Penemuan pertama mengenai kopi dari Jawa dimulai pada 1823. Menurut Don Schoenholt of Coffee Gillies, perusahan di Amerika mulai memasarkan kopi sebagai Java Coffee hingga pada 1906, Pure Food and Drug Act mengeluarkan regulasi tentang persyaratan akurasi untuk deskripsi makanan.
Jenis
Kopi Jawa memiliki keasaman yang rendah sehingga bisa dikombinasikan dengan rasa lain. Pulau Jawa terkenal dengan produksi kopi Arabika, dimana kopi harus disimpan dahulu sebelum dijual agar rasa asamnya berkurang. Namun, ekspor utama dari Jawa adalah robusta yang dicampur dengan kopi lainnya.
Fakta
Pulau Jawa merupakan salah satu sumber kopi di dunia yang paling berharga, seperti kopi luwak. Biji kopi ini didapatkan dari kotoran binatang luwak dan melalui proses pencernaan parsial, itulah yang memberikan rasa khas pada kopi luwak.