Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bagi beberapa orang yg harap mengerjakan perubahan pola hidup, pola pikir, perkembangan diri, aktualisasi diri & kesehatan mental atau emosional mensayangi diri sendiri merupakan salah satu upaya yg harus dilakukan secara konsisten, istiqamah atau terus menerus. Dalam kajian agama kosa mengatakan istiqamah atau konsisten sangat berdekatan dengan unsur spiritual, metafisika & hubungan manusia kepada Tuhan. Menurut Ibn Kathir isitqamah berarti menyucikan niat dalam setiap amal semata-mata karena Allah. Mereka juga mengikuti aturan-autran syari'at yg Allah tetapkan penuh dengan ketaatan. Dalam kajian studi agama Islam kosa mengatakan istiqamah berhubungan dengan ketaatan manusia kepada Allah. Termasuk di dalamnya melaksanakan segala perintahnya & menjauhi larangannya.
Perilaku tersebut juga serupa dengan sikap taqwa. Perilaku taqwa yg dibarengi komitmen dalam diri setiap perseorangan untuk senantiasa istiqamah salah satu cara untuk menumbuhkan rasa sayang kepada diri sendiri yg ditandai dengan perubahan positif. Perilaku taqwa tidak dapat dilakukan tanpa didasari iman dalam diri setiap muslim. Dengan perilaku taqwa tersebut manusia dapat memahami tujuan diciptakan di muka bumi. Taqwa dalam bahsa Arab berarti memelihara diri dari siksa Allah dengan mematuhi segala perintahnya & menjauhi segala larangannya. Makna lainnya dati taqwa adalah menerima dengan ikhlas hukum-hukum ketentuan Allah.
Menurut M. Quraish Shihab taqwa lebih dekat dengan makna waqa yg berarti melindungi sesuatu, memelihara & melindungi dari berbagai hal yg merugikan & membahayakan. Konsisten dengan mengerjakan aktualisasi diri & menimbulkan motivasi dari luar maupun dalam untuk mengembangkan diri hingga ke tahapan yg terbaik, matang & aktual salah satu upaya untuk mensayangi diri sendiri. Pola hidup yg terus berubah seiring bertambahnya usia merupakan fenomena sosial yg akan terjadi kepada manusia di manapun & kapanpun di usia & fase-fase tertentu. Pengetahuan yg minim, kepribadian yg belum matang, kesehatan mental yg tidak stabil, circel atau lingkungan pergaulan yg tidak memebrikan manfaat bagi diri sendiri & orang lain beberapa dari tanda kegagalan kita mensayangi diri sendiri & menghambat keberhasilan kita untuk mengerjakan aktualisasi diri.
Ketika memasuki fase remaja akhir di usia 12-15 tahun fase di masa kita memasuki jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yg ditandai dengan mulainya masa pubertas, emosi masih labil, mulai mencari jati diri & sangat mudah dipengaruhi teman sebaya. Beberapa fenomena yg mungkin terjadi apabila mereka tidak mensayangi diri sendiri seperti rasa percaya diri yg rendah yg ditandai dengan mudah merasa tidak mampu, sering membandingkan diri dengan orang lain, takut mencoba hal yg baru. Rasa percaya diri yg rendah merupakan kondisi emosional manusia yg timbul karena satu pola pikir negatif yg berkembang di otak sehingga jadi pikiran-pikiran negatif lainnya.
Perilaku tersebut juga serupa dengan sikap taqwa. Perilaku taqwa yg dibarengi komitmen dalam diri setiap perseorangan untuk senantiasa istiqamah salah satu cara untuk menumbuhkan rasa sayang kepada diri sendiri yg ditandai dengan perubahan positif. Perilaku taqwa tidak dapat dilakukan tanpa didasari iman dalam diri setiap muslim. Dengan perilaku taqwa tersebut manusia dapat memahami tujuan diciptakan di muka bumi. Taqwa dalam bahsa Arab berarti memelihara diri dari siksa Allah dengan mematuhi segala perintahnya & menjauhi segala larangannya. Makna lainnya dati taqwa adalah menerima dengan ikhlas hukum-hukum ketentuan Allah.
Menurut M. Quraish Shihab taqwa lebih dekat dengan makna waqa yg berarti melindungi sesuatu, memelihara & melindungi dari berbagai hal yg merugikan & membahayakan. Konsisten dengan mengerjakan aktualisasi diri & menimbulkan motivasi dari luar maupun dalam untuk mengembangkan diri hingga ke tahapan yg terbaik, matang & aktual salah satu upaya untuk mensayangi diri sendiri. Pola hidup yg terus berubah seiring bertambahnya usia merupakan fenomena sosial yg akan terjadi kepada manusia di manapun & kapanpun di usia & fase-fase tertentu. Pengetahuan yg minim, kepribadian yg belum matang, kesehatan mental yg tidak stabil, circel atau lingkungan pergaulan yg tidak memebrikan manfaat bagi diri sendiri & orang lain beberapa dari tanda kegagalan kita mensayangi diri sendiri & menghambat keberhasilan kita untuk mengerjakan aktualisasi diri.
Ketika memasuki fase remaja akhir di usia 12-15 tahun fase di masa kita memasuki jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yg ditandai dengan mulainya masa pubertas, emosi masih labil, mulai mencari jati diri & sangat mudah dipengaruhi teman sebaya. Beberapa fenomena yg mungkin terjadi apabila mereka tidak mensayangi diri sendiri seperti rasa percaya diri yg rendah yg ditandai dengan mudah merasa tidak mampu, sering membandingkan diri dengan orang lain, takut mencoba hal yg baru. Rasa percaya diri yg rendah merupakan kondisi emosional manusia yg timbul karena satu pola pikir negatif yg berkembang di otak sehingga jadi pikiran-pikiran negatif lainnya.