• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengapa Marah Bisa Sebabkan Serangan Jantung?

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
NF6fP.jpg

Kemarahan seringkali dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan serangan jantung. Ini benar. Sebuah penelitian di Amerika mengungkap bahwa luapan emosi berlebih membahayakan jiwa.

Para ahli melakukan penelitiannya pada ribuan pasien jantung yang sering melampiaskan kemarahan sepanjang satu tahun. Mereka dengan kemarahan ringan berisiko terkena serangan jantung dua kali lipat. Sementara kemarahan intens berisiko hingga empat kali lipat.

Ditulis dalam Reuters, semakin besar kemarahan, termasuk melempar benda dan mengancam orang lain, risiko tersebut semakin tinggi. Para peneliti menemukan bahwa setiap kenaikan intensitas kemarahan, kemungkinan serangan jantung akan mengikuti setiap dua jam.

Risiko itu 1,7 kali lipat pada kemarahan yang ditunjukkan dengan suara, 2,3 kali lipat pada kemarahan dengan ciri tubuh tegang, mengepalkan tangan, dan gigi gemeretak, dan 4,5 kali lipat pada kemaranan yang menyebabkan lepas kontrol, menyakiti diri sendiri ataupun orang lain.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat kita marah hingga memicu serangan jantung? "Ketika emosi tak terkendali, tubuh melepaskan respon kimia epinefrin dan norepinefrin," papar peneliti Elizabeth Mostofsky yang juga mahasiswa postdoctoral dari Cardiovascular Epidemiology Research Unit, Harvard Medical School, Boston.

Kedua hormon tersebut dapat meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, penyempitan pembuluh darah, membuat trombosit darah mengental. Kondisi ini yang meningkatkan risiko jantung.

Temuan ini berbalik dengan mitos bahwa melepas kemarahan dapat mengurangi stres tubuh maupun psikologi. Kemarahan hanya akan menimbulkan korosi kesehatan seperti risiko jantung dan masalah pembuluh darah.

Monstofsky dan rekan-rekannya mengatakan bahwa olahraga secara teratur dapat mengurangi risiko serangan jantung secara keseluruhan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.