yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Penetapan penggunaan APBD DKI menggunakan peraturan gubernur (pergub) tidak dihadiri Ketua Badan Anggaran (Banggar) yang juga Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. Sebelumnya, Prasetio-lah yang menjanjikan kepada Gubernur DKI Jakarta bahwa DPRD akan sepakat mengeluarkan peraturan daerah (perda), bukan pergub.
"Dia (Pras) sakit kok. Beneran sakit," kata M Taufik menjawab pertanyaan mengenai keberadaan Prasetio, usai rapat pimpinan (rapim), Sabtu (21/3/2015) dini hari.
Taufik membantah jika ketidakhadiran Prasetio sebagai bentuk penghindaran untuk mengambil keputusan yang bertentangan dengan rencana awalnya, yaitu mendukung Perda APBD DKI 2015. Taufik justru meyakini jika Pras bahkan berada di pihaknya, mendukung pergub.
"Pak Pras pasti sama kita, kamu ini mengkhayal aja. Saya ini sahabat lamanya. Jadi saya tahu, dia enggak akan menghindari apa pun. Kita tetap bisa mengambil keputusan. Saya kira apa yang dipikirkan Prasetio sama dengan kita semua," ucapnya.
Hal ini dipertegas oleh Ketua Fraksi Hanura Muhammad "Ongen" Sangaji. Menurut Ongen, saat itu, Prasetio hanya menyampaikan secara personal terkait keinginannya menggunakan perda. Namun, hal terseut tidak berlaku jika partainya (PDI-P) memutuskan untuk mendukung pergub sebagai acuan APBD DKI.
"Pak Pras kan bahasanya pribadi. Tapi ketika partai sudah memutuskan, dia harus ikut partai. Pak Boy (Sadikin) kan sudah memutuskan selaku pimpinan partai. Siapa pun harus patuh pada fraksi," timpalnya.
Sebelumnya, Prasetio bertemu dengan Basuki dan menyatakan mendukung Perda APBD DKI 2015. Dia bahkan menerima password e- budgeting dari Basuki.
Selain tidak dihadiri Prasetio, rapat Banggar yang membahas hasil memasukkan e-budgeting juga tidak dihadiri perwakilan dari tiga fraksi, yakni Nasdem, Golkar dan PDI-P. Pihak Banggar DPRD DKI pun memutuskan menggunakan pergub setelah waktu yang tersedia dipastikan tidak memungkin untuk melakukan pembahasan.
"Dia (Pras) sakit kok. Beneran sakit," kata M Taufik menjawab pertanyaan mengenai keberadaan Prasetio, usai rapat pimpinan (rapim), Sabtu (21/3/2015) dini hari.
Taufik membantah jika ketidakhadiran Prasetio sebagai bentuk penghindaran untuk mengambil keputusan yang bertentangan dengan rencana awalnya, yaitu mendukung Perda APBD DKI 2015. Taufik justru meyakini jika Pras bahkan berada di pihaknya, mendukung pergub.
"Pak Pras pasti sama kita, kamu ini mengkhayal aja. Saya ini sahabat lamanya. Jadi saya tahu, dia enggak akan menghindari apa pun. Kita tetap bisa mengambil keputusan. Saya kira apa yang dipikirkan Prasetio sama dengan kita semua," ucapnya.
Hal ini dipertegas oleh Ketua Fraksi Hanura Muhammad "Ongen" Sangaji. Menurut Ongen, saat itu, Prasetio hanya menyampaikan secara personal terkait keinginannya menggunakan perda. Namun, hal terseut tidak berlaku jika partainya (PDI-P) memutuskan untuk mendukung pergub sebagai acuan APBD DKI.
"Pak Pras kan bahasanya pribadi. Tapi ketika partai sudah memutuskan, dia harus ikut partai. Pak Boy (Sadikin) kan sudah memutuskan selaku pimpinan partai. Siapa pun harus patuh pada fraksi," timpalnya.
Sebelumnya, Prasetio bertemu dengan Basuki dan menyatakan mendukung Perda APBD DKI 2015. Dia bahkan menerima password e- budgeting dari Basuki.
Selain tidak dihadiri Prasetio, rapat Banggar yang membahas hasil memasukkan e-budgeting juga tidak dihadiri perwakilan dari tiga fraksi, yakni Nasdem, Golkar dan PDI-P. Pihak Banggar DPRD DKI pun memutuskan menggunakan pergub setelah waktu yang tersedia dipastikan tidak memungkin untuk melakukan pembahasan.