• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

MENGAPA IMPOR KA BEKAS DARI JEPANG?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
MENGAPA IMPOR KA BEKAS DARI JEPANG?
KI DARMANINGTYAS
Pengguna loyal KAI

Pernyataan Sekretaris Jendral Kementrian Perindustrian Dody Widodo yg menegaskasn bahwa Indonesia tidak perlu impor kereta rel listrik (KRL) karena PT Industri Kereta Api (INKA) sanggup menciptakan itu semua, menunjukkan bahwa Sekjen kurang mengerti persoalan-persoalan di lapangan. Sebab kalau tahu masalah di lapangan tidak akan menyatakan hal seperti itu. Mengapa?

Pertama, kapasitas PT INKA itu masih terbatas. Sekarang menciptakan sarana (kereta baru) yg akan dioperasikan untuk KA Transulawesi saja belum selesai. Membuat sarana untuk LRT Jabodetabek juga belum sempurna. Apalagi diminta menciptakan KRL hingga 100 unit dalam setahun, tentu megap-megap.

Kedua, PT KCI sudah berkontrak dengan PT INKA untuk penyediaan sarana baru dengan total kontrak mencapai Rp. 4 triliun, tetapi PT INKA baru sanggup menyediakan sarana tersebut akhir 2025. Sementara tahun 2023 ini ada 120 unit (10 trainset) & tahun 2024 ada 228 unit (19 trainset) yg harus diganti karena batas usia pemakaiannya sudah habis. Kalau KRL yg batas usia pemakaiannya sudah habis namun tetap dioperasikan, maka akan berdampak pada keselamatan.

Ketiga, produk yg akan dibeli dari INKA juga tidak sepenuhnya produk dalam negeri, tetapi itu produk dari Eropa. Mana mungkin PT INKA dalam waktu pendek sanggup menyediakan sarana baru dengan kualitas yg handal?

Keempat, kalau PT KCI harus membeli produk baru, itu konsekuensinya tarif harus naik sesuai dengan besaran investasi supaya investasi untuk beli sarana itu cepat kembali. Kalau sarana baru tetapi tarif tidak naik, maka PT KCI akan rugi. Tentu rugi tidak masalah kalau Pemerintah menambah subsidi sesuai dengan kebutuhan KCI dalam melayani penumpang. Celakanya, bila anggaran Pemerintah untuk memberikan subsidi yg lebih akbar juga tidak tersedia maka PT KCI dapat bangkrut & pelayanan public dapat terganggu.

Impor KRL bekas dari Jepang itu juga tidak berarti tidak ada unsur TKDN. Rangkaian kereta bekas yg didatangkan dari Jepang itu dapat dioperasikan di Indonesia setelah mengalami rekondisi untuk beberapa komponen. Beberapa daftar komponen yg dapat masuk TKDN dari KRL bekas tersebut antara lain:
1. Blok rem komposit
2. Cat strip body
3. Air Cond unit
4. Kaca film
5. Rubber Bounded Bogie
6. Carbon brush traksi motor
7. Contact strip Pantograph
8. Kain jok

Bahkan saat ini, untuk alat-alat maintenance pun dikembangkan sendiri oleh teknisi PT KCI di depo, seperti interior eksterior sudah banyak TKDN-nya.

Mengapa harus dari Jepang? Karena selama ini semua rangkaian KRL yg beroperasi di Jabodetabek diimpor dari Jepang, sehingga kalau ada penggantian sarana, tidak perlu penyesuaian teknis. Pilihan pada impor kereta bekas juga pertimbangan ekonomis, yaitu investasinya tidak terlalu akbar & usia pemakaiannya dapat 15 tahun.
Hari ini 23:22
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.