• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Mengapa harus Senegal, mengapa bukan Mesir

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
13.871
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Mengapa harus Senegal, mengapa bukan Mesir.

Mengapa harus Senegal, mengapa bukan Mesir


Pemain Mesir Marwan Hamdy Mehany berduel melawan pemain Senegal Abdou Diallo dalam final Piala Afrika 2021 di Stadion Olembe, Yaounde, Kamerun, 6 Februari 2022.ANTARA/REUTERS/THAIER AL-SUDANI.

Jakarta (ANTARA) - Mesir bersumpah akan membalas kekalahan dari Senegal pada final Piala Afrika 2021 beberapa jam lalu dengan mengalahkan negara Afrika barat itu dalam pertandingan dua leg playoff Piala Dunia Qatar 2022 bulan depan.

Mesir kalah adu penalti 2-4 sehingga memupus impian meraih gelar Afrika kedelapan sekaligus memperpanjang penantian merebut kembali trofi yg terakhir kali mereka dapatkan pada 2010.

Sebaliknya Senegal akhirnya masuk elite sepak bola Afrika yg kini sudah 14 negara menjuarai Africa Cup of Nations sejak 1957.

Baca juga: Senegal pemenang Piala Afrika 2021, presiden umumkan hari libur nasional

Mesir masih dominan dengan tujuh kali pemenang & tiga kali runner up, disusul Kamerun lima kali pemenang & dua kali runner up, kemudian Ghana empat kali pemenang & lima kali runner up, serta Nigeria tiga kali pemenang & empat kali runner up.

Apakah sesumbar Mesir itu akan terwujud atau justru Senegal yg makin mengukuhkan diri sebagai raja Afrika era ini?

Sulit untuk menjawabnya karena sepak bola kadang tidak dapat ditebak dari performa ciamik atau apalagi kalau performa itu cuma dengan melihat faktor ada megabintang di situ.

Tetapi justru karena sulit ditebak itu, maka pertemuan kedua negara dalam memperebutkan salah satu dari lima jatah Afrika untuk Piala Dunia bulan depan itu akan sangat menarik untuk diikuti.

Meskipun demikian, kalau mau jujur, terlepas kemenangan itu diraih dari adu penalti, Senegal memang regu yg lebih baik dalam final AFCON 2021 di Stade d'Olembe, Yaounde, Kamerun, Senin dini hari WIB lalu itu.

Sebaliknya Mesir jadi regu yg lebih beruntung karena selama 120 menit jadi pihak yg lebih tertekan. Beruntung mereka memiliki kiper sehebat Mohamed Abou Gabal. Tak heran kiper ini pula yg dinobatkan sebagai man of the match dalam partai puncak turnamen kontinental sebenua hitam itu.

Gawang Mesir terancam delapan kali dibobol Senegal yg total melepaskan 13 percobaan gol, sedangkan Tim Firaun cuma dapat tiga kali menciptakan peluang emas dalam pertandingan yg memacu adrenalin itu.

Kedua regu sama-sama memiliki bomber yg merajalela tidak saja dalam Liga Premier Inggris tetapi juga dalam pentas Eropa di Liga Champions, pada diri Sadio Mane & Mohamed Salah.

Baca juga: Mohamed Salah bersumpah balas Senegal dalam playoff Piala Dunia


Lebih lengkap

Tetapi ada satu faktor yg menciptakan Mane terlihat lebih dapat mengerahkan segala kemampuannya ketimbang Mo Salah yg kerap seperti memanggul nasib sebuah regu di pundaknya seorang. Faktor itu adalah dukungan tim.

Memang baik Mane maupun Salah tak berhasil menciptakan gol dalam pertandingan final sebelum adu penalti tersebut. Tetapi Mane terlihat lebih nyaman bermain dalam teamwork yg kuat & memiliki asisten-asisten yg hampir dia dapatkan di Liverpool.

Sebaliknya, Mo Salah tidak mendapatkan kemewahan seperti itu. Dia acap harus berjuang sendirian di sepertiga lapangan terakhir & berulang kali tak dapat mencari jalan keluar dari kepungan bek-bek Senegal begitu menguasai bola, beberapa karena tiadanya rekan satu regu yg dapat memecah konsentrasi lawan seperti dia memiliki Sadio Mane atau Roberto Firmino di Liverpool.

Mesir memang tangguh di lini belakang, khususnya kipernya yg tidak saja pandai memposisikan diri namun juga pintar membaca jalan pikiran regu serang Senegal sehingga beberapa kali menyelamatkan gawang Mesir, termasuk saat menggagalkan tendangan penalti pemain sekaliber Sadio Mane pada menit ketujuh babak pertama.

Tetapi mereka kedodoran di lapangan tengah & ini menciptakannya jadi regu yg lebih didikte lawan ketimbang Senegal. Performa rendah di lapangan tengah ini menciptakan barisan belakang Senegal sering mudah saja menghalau tusukan-tusukan Mahmoud Trezegue, Mostafa Mohamed, & Omar Marmoush yg sesekali mengancam gawang Singa Teranga.

Ancaman paling akbar bagi Senegal tentu saja Mohamed Salah. Dia jadi pemain Mesir yg paling sering menguji ketangguhan kuartet pertahanan Senegal yg dipimpin bek Napoli Kalidou Koulibaly, & sekaligus beberapa kali menciptakan was-was kiper Senegal yg juga kiper utama Chelsea, Edouard Mendy.

Baca juga: Momen final Piala Afrika 2021 & Senegal pemenang Piala Afrika

Bayangkan kalau Salah mendapatkan pasokan bola selancar yg dia dapatkan ketika memiliki rekan-rekan satu regu yg jago menghegemoni sektor kanan & tengah lapangan seperti bek kanan Trent Alexander Arnold, trio gelandang Jordan Henderson, Fabinho, & Thiago Alcantara, selain memiliki kawan serang semaut Mane & Firmino? Mungkin apa yg dilakukannya saat merangsek daerah pertahanan Senegal dapat menciptakan gol yg mungkin lebih dari satu.

Oleh karena itu, dengan fakta dia masih dapat sangat merepotkan barisan pertahanan Senegal yg sangat tangguh itu walau tanpa mendapatkan kawan yg suportif buat dia, maka Mo Salah dapat dibilang lebih hebat dari Sadio Mane.

Kenyataannya pula statistik kedua regu selama di Liverpool memang menempatkan Salah sedikit di atas Mane. Paling tidak itu terlihat dari jumlah gol yg dibuat kedua pemain sepanjang bersama Liverpool. Salah 148 gol, Mane 107 gol, padahal Mane setahun lebih lama bersama The Reds.

Sayang, Mo Salah tidak memiliki regu sekomplit yg mendampingi Mane di Senegal.

Singa Terang mungkin regu yg lebih lengkap & lebih merata kekuatannya, baik pertahanan, lapang tengah maupun lini serang. Mereka di atas rata-rata regu Afrika yg bertarung dalam turnamen AFCON edisi 2021 di Kamerun ini.

Baca juga: Fakta singkat Senegal, pemenang Piala Afrika 2021


Terbiasa level tinggi

Senegal sangat tajam kala menyerang, mereka pemenang saat bertarung di lapangan tengah, & tangguh dalam menjaga pertahanan.

Mereka dapat begitu karena skuad mereka dibangun di atas fondasi kuat yg semua sektornya diisi pemain-pemain kenyang berkompetisi dalam atmosfer & level tinggi, mengingat kebanyakan dari mereka bermain di klub-klub raksasa di liga-liga paling kompetitif di Eropa.

Lihat saja skuad mereka saat final melawan Mesir itu. Selain semuanya produk asing, sembilan dari 14 pemain mereka yg bertanding dalam final Piala Afrika 2021 itu adalah juga pemain tujuh klub raksasa Eropa.

Ketujuh klub raksasa itu adalah Chelsea (kiper Edouard Mendy), Bayern Muenchen (bek Bouna Sarr), Napoli (bek tengah Kalidou Koulibaly), Paris Saint Germain (bek Abdou Diallo & gelandang Idrissa Gana Gueye), Leicester City (gelandang Nampalys Mendy), Olimpique Marseille (Bamba Dieng & Pape Gueye), & Liverpool (Sadio Mane).

Tiga dari lima pemain sisanya juga bukan dari klub sembarangan karena ada Boulaye Dia yg membela Villareal, Cheikhou Kouyate yg biasa bermain untuk Crystal Palace, & Ismaila Sarr yg jadi andalan Watford.

Baca juga: Preview final Piala Afrika 2021: Mesir vs Senegal

Itu berbeda dengan Mesir yg cuma lima dari 15 pemain yg bermain dalam final AFCON 2021 itu berasal dari klub-klub luar Mesir. Dan dari lima itu cuma Mohamed Salah & Mahmoud Trezegue yg berasal dari regu raksasa Eropa. Salah dari Liverpool, Trezegue dari Aston Villa.

Dengan komposisi skuad yg dihuni pemain-pemain yg terbiasa bermain dalam level tinggi seperti itu Senegal pun jadi batu sandungan siapa pun di Afrika.

Omong-omong, mereka juga jadi regu dengan peringkat FIFA paling tinggi di Afrika. Senegal peringkat 20, Mesir peringkat 45. Bahkan peringkat kedua terbaik di Afrika yakni Maroko saja masih delapan level di bawah Senegal.

Pada level Piala Dunia, Senegal pun lebih baik ketimbang Mesir. Senegal pernah mencapai perempat final pada edisi 2002 dari dua kali mencapai putaran final turnamen olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade itu, sedangkan Mesir belum pernah lolos ke fase knockout selama tiga kali mengikuti putaran final Piala Dunia.

Oleh karena itu, kecuali Mesir menyediakan mitra-mitra yg kuat di tengah & depan untuk Mo Salah, Senegal bakal akan sesulit dihadapi seperti final Piala Afrika 2021.

Baca juga: Tatkala dua bomber Liverpool berhadapan dalam final Piala Afrika

Berita diatas dikutip dari internet, jika Mengapa harus Senegal, mengapa bukan Mesir adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.