Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pernah lihat orang yg bukan aparat keamanan bawa-bawa pistol di jalanan umum? Jika belum maka bersyukurlah Anda tinggal di negeri yg damai. Di Amerika, orang-orang yg membawa pistol di balik jaket atau di saku mereka bukanlah pemandangan yg sulit ditemui, bagaimanapun pemerintah di sana melegalkan orang dewasa memiliki senjata api.
Lalu bagaimana dengan anak-anak? Well, di negara ini saja anak di bawah delapan belas tahun dilarang merokok tetapi kenyataannya banyak anak kecil yg sudah merokok, jadi apa bedanya dengan senjata api? Anak-anak di bawah umur memang dilarang punya senjata, tetapi banyak yg memilikinya secara diam-diam.
Dan karena banyak yg memilikinya, kasus-kasus penembakan dengan senjata api pun jadi kian marak di negara maju tersebut, tak terkecuali di dalam area sekolah. Tidak seperti rokok, senjata api adalah benda yg benar-benar berbahaya & dapat merenggut nyawa seseorang kalau dipakai sembarangan. Meski demikian, berita penembakan di area sekolah sudah jadi berita bulanan di AS.
Umumnya, alasan utama dari kejadian ini adalah pembullyan di sekolah. Kehidupan Amerika yg keras dengan banyaknya tuntutan hidup & pergaulan liar menciptakan banyak orang melepas stres mereka dengan membully anak yg sekiranya lemah & tak dapat melawan. Anak-anak korban bully yg awalnya sudah stres jadi semakin stres hingga mereka tak lagi peduli pada hidup itu sendiri.
Mungkin mereka berpikir Fuck my life, this world shall know pain & akhirnya memilih membawa senjata api untuk membalas dendam (karena tak mungkin mereka menang dalam perkelahian). Saat seseorang berada di jurang depresi, terkadang mereka tak lagi peduli pada apa pun sehingga merenggut nyawa orang lain (lebih tepatnya orang yg mereka benci) jadi begitu mudah, bahkan menyenangkan.
Kasus penembakan massal di sekolah sudah berlangsung bahkan sebelum zaman ke-21, & hingga sekarang Amerika masih belum memberikan larangan penjualan senjata api pada khalayak umum. Jika terus dibiarkan maka anak-anak yg penasaran akan mengambil senjata orangtua mereka, membawanya ke sekolah, & DOORRR! Masuk pusat rehabilitasi. Orang-orang yg awalnya tidak punya senjata api kini merasa terancam & ikut membeli senjata api, perusahaan senjata pun untung besar.
Karena itu bersyukurlah tinggal di Indonesia. Meski negara ini punya segudang masalah tersendiri, setidaknya murid-murid masih dapat pergi ke sekolah dengan tenang tanpa harus memakai rompi anti peluru. Dan tentunya mari kita berharap kepemilikian senjata api tidak akan dilegalkan di negara ini, semoga saja begitu.
sumursumur Hari ini 10:22