• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengangkat Harkat Kopi Manggarai

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Meski menghasilkan kopi bercita rasa tinggi, kopi yg dihasilkan petani Manggarai, Nusa Tenggara Timur, selama ini minim nilai tambah. Bersama keluarganya, Werry Sutanto (40) mengangkat derajat kopi Manggarai lewat produk kemasan & kafe. Geliat wisata Pulau Flores jadi momentum mengangkat pamornya.

Sejak puluhan tahun lalu, Werry & keluarganya sudah mengolah kopi yg dihasilkan petani di Colol, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, dengan bernaung di bawah UD La Bajo. Perusahaan tersebut berkantor di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, NTT.
Dengan mengolah kopi, visi kami sederhana saja. Kalau orang ingat Flores,

khususnya Manggarai, kopi referensinya, baik sebagai buah tangan maupun tempat nongkrong, mengingat Labuan Bajo atau Flores secara luas sudah jadi destinasi wisata dunia. Kopi harus disajikan dengan menarik, mengatakan Werry, yg juga Manajer Operasional UD La Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (6/2/2018).
Rony Kuncoro

Meski menghasilkan kopi bercita rasa tinggi, kopi yg dihasilkan petani Manggarai, Nusa Tenggara Timur, selama ini minim nilai tambah. Bersama keluarganya, Werry Sutanto (40) mengangkat derajat kopi Manggarai lewat produk kemasan & kafe. Geliat wisata Pulau Flores jadi momentum mengangkat pamornya.

Kesayangan Werry kepada kopi berawal sejak dia belia. Saat musim panen kopi pada 1990-an, Werry remaja sering menjelajah kebun kopi di Kabupaten Manggarai Timur, khususnya daerah Colol & Benteng Jawa. Dua daerah itu adalah sentra kopi.
Ia rela berkalan kaki di kebun petani untuk menemani orangtuanya mencari hasil kopi. Perjalanan itu dapat memakan waktu hingga dua hari. Interaksi seperti itu menciptakan dirinya tak dapat jauh dari kopi.

Namun, Werry bersama saudaranya dua langkah lebih maju dari kakek & orangtuanya dalam mengurus kopi. Dua generasi sebelumnya menjual kopi dalam bentuk green bean & sangrai. Pada generasinya, kopi bubuk berhasil diproduksi. Tak cuma itu, kafe pun didirikan untuk menyajikan cita rasa kopi Manggarai.
Mengangkat Harkat Kopi Manggarai

UD La Bajo menghasilkan kopi bubuk & kopi biji sangrai dalam kemasan berbagai ukuran. Kemasan berbobot mulai dari 200 gram hingga 1 kilogram. Kopi yg diolah lebih banyak tipe robusta & arabika, dua tipe kopi yg tersebar di pegunungan Manggarai Raya (Manggarai, Manggarai Barat, & Manggarai Timur), meski ada juga kopi langka juria & yellow cattura.

Harga kopi bervariasi bergantung pada tipe & bentuk olahannya. Kopi bubuk campuran arabika & rosbusta, misalnya, dijual Rp 30.000 dalam kemasan 250 gram. Kopi arabika yg sudah di-roasting dihargai Rp 40.000 per 200 gram.
Kopi di Manggarai selama ini diketahui bercita rasa khas, yaitu paduan rasa manis, cokelat, kembang (floral), serta lemon. Aroma kopinya tajam. Tanaman kopi ini dibudidaya di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.
Kopi yg dihasilkan UD La Bajo dikemas dalam bungkusan yg menarik. Kopi dibalut dalam dua lapisan. Lapisan perdana sebagai wadah penyimpanan kopi terbuat dari plastik tebal. Lapisan luar terbuat dari kertas tebal berwarna dominan coklat.

Promosi daerah
Tak ketinggalan, dia mengpakai kemasan itu sebagai media promosi Flores. Kemasan luar ini disertai dengan narasi wisata Manggarai, antara lain tentang kadal purba komodo (Varanus komodoensis) di Labuan Bajo & tarian caci, tarian khas Manggarai. Pada kemasan luar terdapat juga tulisan Dari Flores untuk Indonesia.
Mengangkat Harkat Kopi Manggarai

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Suasana pagi hari di Pantai Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Selasa (6/2/2018). Di Labuan Bajo saat ini mulai bermunculan kedai-kedai kopi yg menyajikan kopi lokal.

Kemasan biasanya bentuk promosi paling tepat untuk memengaruhi pembeli. Itu salah satu strategi kami. Tentu saja soal rasa kopi juga tidak diabaikan, ujar lulusan Universitas Surabaya, Jawa Timur, itu.

UD La Bajo memproduksi kopi bubuk sejak 2010. Momentum datang pada 2013 saat digelarnya acara wisata nasional Sail Komodo di Labuan Bajo. Sejak itu, kopi produksi UD La Bajo mulai diketahui wisatawan.

Saat ini, La Bajo mengolah 1 ton kopi biji untuk dijadikan kopi bubuk & kopi sangrai kemasan setiap bulan. Omzet usaha tersebut ditaksir mencapai Rp 200 juta per bulan.

Kopi kemasan dijual di toko oleh-oleh di Ruteng & Labuan Bajo, toko modern, & hotel. Belakangan banyak peminat kopi dari Jawa memesan langsung ke UD La Bajo.
Tak puas cuma menyediakan kopi untuk ditenteng wisatawan, UD La Bajo merambah usaha kafe. Pada April 2017, Kafe La Bajo Flores Coffee hadir di Bandara Komodo Labuan Bajo.

Dua bulan kemudian, kafe dengan nama sama menyapa wisatawan di jalur utama pelancongan di Jalan Soekarno-Hatta Labuan Bajo. Pada Oktober tahun sama, Kafe La Bajo Flores Coffee hadir di Bandara El Tari Kupang, ibu kota Provinsi NTT.
Kami membuka kafe untuk memberikan pesan bahwa kalau ke Flores, ya, minum kopi Flores. Salah satunya kopi Manggarai, mengatakan pria kelahiran Ruteng itu.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Werry Sutanto

Kafe La Bajo Flores Coffee di Jalan Soekarno-Hatta dapat dikatakan jadi etalase kopi Flores. Apalagi, di Labuan Bajo, tidak ada investor yg berani membuka kafe sebelum Werry & saudaranya.

Keberanian Werry berkaca pada maraknya wisatawan mancanegara berkunjung ke Labuan Bajo dalam beberapa tahun terakhir. Kedai kopi di bandara Labuan Bajo juga didesain sesuai kearifan lokal Flores. Dinding sisi kanan ruangan belakang dihiasi kain tenun khas Manggarai.

Untuk ketiga kafe itu, Werry membutuhkan bahan baku 50-100 kg per bulan. Dia mempertahankan kualitas kopi dengan terjun langsung mencari kopi-kopi dari petani. Tak cuma itu, kepada para kawan petani, dia juga menekankan pentingnya penanaman & pemanenan yg baik.

Werry menyatakan, pada awalnya pengunjung kafe didominasi wisatawan mancanegara. Mereka menyukai espresso & cappuccino. Belakangan wisatawan domestik juga berminat ngopi. Kami yakin usaha kafe ke depan bagus sebagai penyokong wisata di daerah destinasi seperti Flores, katanya.

Dengan makin menggeliatnya wisata di Flores, Werry berencana membuka kafe di sejumlah kota di Flores, khususnya di Bajawa, Kabupaten Ngada, & Ende, Kabupaten Ende.
Tidak asing
Bisnis pengolahan kopi tidak asing bagi Werry. Sejak 1940-an, kakeknya berdagang kopi biji (green bean) dari Manggarai ke Surabaya, Jawa Timur, & Jakarta. Usaha tersebut dilanjutkan ayahnya dengan menambah usaha lain berupa produksi kopi sangrai.
Bersama Wemi Sutanto, kakaknya, Werry melebarkan sayap promosi kopi Manggarai dengan menghasilkan kopi bubuk & kafe.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Barista di kafe kopi La Bajo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, menyiapkan kopi pesanan tamu, Selasa (6/2/2018). Labuan Bajo saat ini mulai mengembangkan kedai kopi, bukan cuma sebagai daerah penghasil green bean kopi.

Walau pernah studi hingga jenjang S-2 di Melbourne, Australia, Werry merasa lebih terpanggil membesarkan nama kopi Manggarai. Untuk itu, dia memilih pulang ke Flores, memperkuat citra kopi Manggarai supaya dapat jadi ikon di Nusa Tenggara Timur. Setidaknya, kopi dapat jadi oleh-oleh bagi semua tamu yg datang ke Labuan Bajo, ujarnya.
UD La Bajo mendapatkan kopi dari petani di Colol, Manggarai Timur, sekitar 80 kilometer arah timur Ruteng. Petani yg memasok kopi terus didampingi untuk memastikan kualitas kopi, khususnya proses pascapanen, seperti petik merah, penjemuran pada wahana khusus. Kopi dibeli dengan harga Rp 25.000-Rp 35.000 per kg.
Kopi dari petani tersebut diproses di unit produksi milik UD La Bajo di Ruteng, mulai dari sangrai hingga pengemasan. UD La Bajo mempekerjakan 30 karyawan, mulai dari unit pengolahan kopi hingga kafe.
Mulai bertumbuhnya kafe-kafe di Labuan Bajo beberapa bulan terakhir membuktikan usaha Werry merintis kedai kopi tidak sia-sia. Baginya, wisata jadi jendela yg memberi angin segar peningkatan kualitas & citra kopi Manggarai di mata dunia. (Videlis Jemali/Gregorius M Finesso)

https://jelajah.kompas.id/kopi-nusan...opi-manggarai/
Hari ini 04:23
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.