• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Mengalami Terobosan Berkat

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. stanza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

stanza

IndoForum Beginner E
No. Urut
44969
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
441
Nilai reaksi
3
Poin
18
Belajar dari Hidup Abraham​


A. Siapakah Abraham

Siapakah Abraham? Abraham lahir dengan nama Abram dari seseorang bapa bernama Terah. Abram memiliki dua saudara laki-laki ,Nahor dan Haran. Suatu ketika Terah mengajak Abram, Sarai; istri Abram dan Lot; anak Haran, dari Ur-Kasdim, tempat mereka tinggal, menuju ke tanah Kanaan, kemudian mereka sampai di Haran dan menetaplah mereka di sana.

Umur Abram 75 tahun ketika dipanggil Tuhan untuk pergi meninggalkan Haran dengan tujuan yang tidak ia ketahui. Abrampun pergi sesuai dengan firman yang datang kepadanya. Sampai di tanah Kanaan, Tuhan berjanji kepada Abram bahwa Dia akan memberikan tanah Kanaan menjadi milik keturunannya pada umurnya yang sudah sangat tua tersebut dan bahkan pada saat dia belum memiliki anak. Setelah janji itu diucapkan, Abraham mendirikan mesbah untuk menghormati Tuhan yang sudah menampakkan diri kepadanya. Abraham percaya bahwa di umurnya yang sudah tua itu Tuhan sanggup untuk memberinya keturunan. Tahun demi tahun berlalu dengan penantian akan penggenapan janji Tuhan. Tapi tahun-tahun itu berlalu tanpa ada tanda-tanda bahwa janji itu akan digenapi.

Sarai memiliki seorang hamba perempuan bernama Hagar, maka diserahkannya Hagar kepada Abraham untuk dijadikan istri, dan mengandunglah Hagar. Pada umur 86 tahun, Abraham mendapatkan seorang anak dari Hagar. Tapi Tuhan berkata bahwa anak Hagar bukanlah penggenapan janjiNya. Tuhan akan memberikan keturunan perjanjian itu dari rahim Sarao yang sudah tertutup. Dua puluh empat tahun sejak janji itu pertama kali diberikan, Allah menampakkan diri kepada Abraham dan mengadakan perjanjian dengannya. Janji yang menetapkan Abraham sebagai bapa sejumlah besar bangsa sehingga namanya bukan lagi Abram tetapi Abraham dan Sarai berubah menjadi Sara.

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
Roma 4:18​

Meskipun tidak ada dasar bagi Abraham untuk terus percaya tapi Abraham tetap menati-nantikan penggenapan janji Allah itu. Menghabiskan waktu yang sangat lama sampai akhirnya janji itu digenapi.

Saat itu mungkin dia menerima banyak celaan, keluh kesah disekelilinhnya bisa saja menjatuhkan imannya, atau bisa saja dia ikut-ikutan berpikir negatif tentang Tuhan. Tapi selama 25 tahun sejak pertama kali janji itu dinyatakan kepada Abraham, tidak sekalipun Abraham meragukan Tuhan. Bahkan dalam Ibrani 11:17 dikatakan, Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal.

Ketika janji Allah untuk memberi keturunan kepada Abraham digenapi, Abraham diminta untuk mempersembahkan anaknya itu kepada Tuhan. Tapi Abraham memiliki iman bahea Allah sanggup membangkitkan orang mati sehingga ia tidak ragu-ragu untuk menyerahkan Ishak. Iman Abraham tidak menjadi lemah, meskipun dia sadar tubuhnya sudah sangat lemah dan rahim Sara tertutup. Abraham tidak bimbang karena ketidakpercayaannya, tapi dia memiliki keyakinan bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang sudah dijanjikanNya. Dan karena itulah hal ini diperhitungkan kepada Abraham sebagai kebenaran.


B. Karena Imannya yang sangat mantap, Abraham diberkati Tuhan luar negeri.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat
Ibrani 11:1​

Berbeda dengan logika umum yang melihat dulu baru percaya, sebagai orang percaya kita beriman dahulu baru mendapatkan apa yang kita minta pada Tuhan itu. Karena orang percaya akan hidup oleh iman, maka segala sesuatu yang kita harapkan kita harus percaya dulu bahwa kita sudah menerimannya.

Karena imannya yang mantap di dalam Tuhan. Abraham mengalami terobosan berkat.

"Adapun Abraham sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya."
Kejadian 13:2​

Kemanapun Abraham pergi Allah memberkati perjalanannya. Bahkan Allah sendiri yang menjadi pembelanya, seperti tertulis di dalam ayat berikut:

"Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."
Kejadian 15:1​

Bila kita rindu mengalami terobosan berkat seperti yang dialami oleh Abraham, maka kita juga harus memiliki iman yang mantap seperti yang dimiliki Abraham. Abraham memiliki iman yang mantap karena dia mengenal siapa yang dia percaya. Orang yang mantap imannya tidak akan mudah bimbang dan ragu-ragu karena ia tahu kepada siapa ia percaya, kepada siapa dia mengandalkan dirinya. Orang yang imannya mantap tahu bahwa Allah yang menjadikan segala sesuatu, Allah yang berkuasa atas langit dan bumi, adalah Allahnya. Sebagai ilustrasi, ada seorang pemain akrobat yang sedang mengadakan atraksi di air terjun Niagara. Akrobatik ini membentangkan seutas tali dan mengumumkan kepada penonton bahwa ia akan berjalan melintas air terjun itu dengan berjalan di atas tali itu dengan membawa gerobak. Orang ini bertanya pada orang-orang yang menonton atraksinya, "Apakah kalian percaya saya sanggup melakukannya?" Penonton bersorak sorai dan mereka percaya padanya. Akrobatik itu pun melakukan atraksinya dan ia berhasil. Kemudian akrobatik itu bertanya lagi, "Sekarang saya akan berjalan melintasi tali ini dengan memberi muatan dalam gerobak saya. Saya memerlukan sukarelawan untuk menjadi muatan saya. Siapa yang bersedia?" Orang-orang itu menolak dengan memberi banyak alasan. "Saya punya penyakit jantung jadi saya tidak bisa." "Saya masih punya istri sehingga saya tidak berani." Saya tkut ketinggian jadi saya tidak bisa." Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang maju ke depan dan mengajukan diri untuk menjadi sukarelawan. Dengan anak laki-laki tersebut sebagai muatan gerobak, akrobatik itu berhasil berjalan di atas tali melintasi air terjun.

Orang-orang bertanya mengapa anak laki-laki itu sangat berani dan anak itu menjawab, "Karena orang yang akrobat itu ayah saya. Saya tahu ayah saya tidak akan membiarkan saya jatuh." Anak laki-laki itu mengenal siapa ayahnya sehingga ia tidak takut. Seperti seorang ayah yang baik menjaga dan memelihara anaknya, demikian Allah yang adalah Bapa kita akan memlihara dan menjaga hidup kita. Allah adalah jaminan kita. Iman Abraham tidak goyah karena Abraham mengenal siapa Allahnya.

Iman seperti apa yang dimiliki Abraham? Selanjutnya kita akan belajar tentang iman yang dimiliki Abraham yang membuatnya meninggalkan kehidupan lamanya, iman yang menjadikan Abraham bapa banyak bangsa, dan iman yang membuat Abraham memberikan persembahan yang terbaik.


Kunci Terobosan Berkat #1:
Meninggalkan Kehidupan Lama​


A. Abraham rela meninggalkan negerinya menuju tempat yang belum diketahuinya

Abraham tinggal dalam sebuah keluarga kaya tapi tidak mengenal Allah. Mereka menyembah banyak dewa. Ketika Allah menyuruhnya meninggalkan tempat itu, Allah memberikan janjiNya kepada Abraham. Allah menyuruh Abraham keluar karena Allah tahu tempat itu Abraham tidak bisa berkembang, Abraham tidak bisa dibangun imannya sehingga tidak bisa dipakai untuk pekerjaan yang besar. Banyak pengaruh jahat di tempat itu, sehingga lebih baik Abraham keluar supaya pikirannya bisa berpusat pada Allah saja.

"Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Kejadian 12:2-3​

Coba bayangkan bila kita disuruh pergi dari rumah tanpa diberi tahu tujuan yang jelas, bagaimanan keadaan tempat itu dan bagaimana kondisi jalan ke sana, pasti kita berpikir dua kali, bahkan kemungkinan besar kita berpikir dua kali, bahlan kemungkinan besar langsung menolaknya. Jadi perintah yang diperoleh Abraham sangatlah sulit.

Tapi tanggapan Abraham sangat positif. Abraham pergi sesuai dengan yang difirmankan Tuhan kepadanya. Abraham tidak berkata, "Tuhan, beri aku waktu untuk berpikir. Nanti aku beritahu Engkau jika aku bersedia pergi atau tidak. Bagaimana Tuhan? Jika Abraham tidak memiliki iman yang kuat kepada Allah, ia tidak mungkin mau taat kepada Allah, pergi ke tempat yang belum diketahuinya. Ia bisa memilih untuk tetap tinggal di rumah dan menikmati hidupnya. Meskipun sangat tidak mudah mempercayai janji yang belum ada buktinya ini,tapi Abraham tidak menunda-nunda untuk melakukannya. Abraham mempercayai janji Allah tanpa mempertanyakan dan menunda-nunda. Tindakan Abraham yang penuh iman ini menjadi dasar terobosan dalam hidupnya. Tidak mudah untuk melakukannya, tapi bukannya tidak bisa.
 
B. Tinggalkan kehidupan lama untuk memperoleh berkat yang lebih besar

Bila kita ingin mengalami terobosan dalam hidup kita,kita juga harus pergi meninggalkan hidup lama kita yang buruk. Kalau dulu kita suka menonton VCD porno, kita harus membuang benda-benda yang bisa membuat kita jatuh dalam dosa lagi. Dengan iman kita harus menaati firman Tuhan dan meninggalkan kehidupan lama, supaya kita tidak mengingat-ingat lagi kenyamanan yang membuat kita jauh dari anugerah Allah. Jika kiya tidak meneguhkan hati untuk melangkah mengikuti panggilan Allah, maka kita tidak akan pernah mencapai tanah perjanjian yang sudah disediakan Allah bagi kita. Dalam Roma 6:6 tertulis, Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

Dalam sebuah konseling bagi para mantan pecandu narkoba, konselor selalu menekankan untuk tidak lagi berhubungan dengan orang-orang yang masih menggunakan narkoba atau pergaulan mereka yang lama. Karena sebaik apa pun kondisi mereka setelah lepas dari jerat narkoba, bila mereka masih berhubungan dengan orang-orang tersebut, lama-lama pertahanan mereka akan jebol. Intimidasi untuk kembali mengkomsumsi barang haram itu sangat besar.

Jalan terbaik untuk lepas dari ikatan dosa setelah kita bertobat dan minta ampun pada Tuhan adalah dengan meninggalkan hidup lama kita seratus persen. Bukan berarti kita pergi dari dunia ini, dan tidak lagi berhubungan dengan orang-orang, tapi tetap waspada bahwa orang-orang di sekeliling kita bisa mempengaruhi kita dengan mudah, sekalipun kit apikir kita sudah sangat kuat. Firman Tuhan dalam ayat tersebut menegaskan:

"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."
1 Korintus 15:33​

Ada sebuah cerita tentang seseorang raja yang suka sekali minum-minum. Suatu hari raja itu menderita sakit yang sangat parah. Sakit itu berlangsung selama beberapa waktu karena tidak diketahui apa obatnya. Sampai suatu hari raja melakukan tindalan yang membingungkan para pegawainya, yaitu membuang semua gelas koleksi kesayangannya. Para pegawainya tidak mengerti apa hubungannya membuang gelas dengan penyakit yang diderita raja. Raja pun bercerita bahwa Tuhan sudah menyuruhnya untuk berhenti dari kebiasaan mabuk-mabukkan. Tapi karena ia segan untuk membuang gelas-gelas kesayangannya, dia tidak pernah sanggup berhenti dari kebiasaan buruknya itu. Kebiasaan buruk inilah yang menyebabkan penyakit yang dideritanya. Sesudah raja membuang semua koleksi gelasnya dan berhenti mabuk-mabukan, raja pun perlahan-lahan sembuh.

"yaitu bahwa kamu, berhubungan dengan kehidupan kamu yang dahulu harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan."
Efesus 4:22​

Bila kita terus mengenakan manusia lama, kita tidak akan diikutsertakan dalam anugerah Allah. Allah adalah kudus, Dia tidak bisa tinggal bersama-sama dosa. Ketika kita tinggal dalam dosa, kita tidak bisa meminta Tuhan untuk memakai kita dalam rencanaNya. Kita harus tanggalkan manusia lama kita supaya terjadi terobosan dalam hidup kita. Dengan iman kepada Tuhan, kita harus berani pergi dari tanah yang membawa pengaruh buruk menuju ke tempat di mana janji Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.


Kunci terobosan berkat #2:
Tetap teguh akan janji Tuhan​


A. Abraham tetap teguh akan janji Tuhan

Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak (Kejadian 11:30)​

Tapi Abraham tetap percaya pada janji Allah bahwa dia akan menjadi bapa dari banyak bangsa. Juga tertulis dalam ayat berikut:

"Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaannya, malah ia memuliakan Allah."
Roma 4:20​

Walau secara logika, Sara yang mandul tidak mungkin punya anak, tapi Abraham tetap percaya. Bahkan ketika Allah mengulangi janjiNya, dalam Kejadian 18:11 dikatakan bahwa Abraham sudah lanjut umurnya dan SAra bahkan sudah mati haid. Tapi meskipun demikian, Abraham tetap memegang janji Allah.

Kita belajar dari kisah Abraham bagaimana dia selalu meyakini janji yang diberikan Tuhan. Di Kejadian 12:4, di ceritakan bahwa Abraham melakukan perintah Allah tanpa mempertimbangkan apapun. Dia meninggalkan Haran untuk pergi ke Kanaan. Ketika sampai di dekat Shikem, Tuhan menampakkan diri kepadanya.

Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya
Kejadian 12:7​

Setelah Abraham menerima janji itu, meskipun belum nyata kelihatan pemenuhan janji itu di depan matanya Abraham mendirikan mezbah bagi Tuhan. Mezbah adalah bangunan yang didirikan untuk menyembah Tuhan. Mezbah juga bisa diartikan sebagai sebuah peringatan, untuk mengingat kembali pada suatu pengalaman pertemuan dengan Allah yang luar biasa. Abraham membangun mezbah untuk menunjukkan bahwa di tempat itulah Allah sudah menyatakan diriNya dan memberi janji. Supaya dia bisa ingat bagaimana pertemuannya dengan Tuhan di saat dia lemah dan melihat keadaanya yang terbatas. Ketika Abraham mendapat janji dari Tuhanm dia langsung membangun mezbah. Seperti tertulis di dalam ayat berikut:

"Sesudah itu Abraham memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon terbatin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN."
Kejadian 13:18​

Abraham membangun mezbah untuk menyembah Tuhan, yang menunjukkan bahwa Abraham mengakui Allah adalah satu-satunya yang layak di sembah dan janjinya pasti akan digenapi. Abraham hidup berpindah-pindah, dan ketika dia kembali ke tempat di mana dia pernah mendirikan mezbah, disitu dia memanggil nama Tuhan. Dia akan teringat kembali ketika Allah datang kepadanya dengan janjiNya.

Keadaan sekeliling Abraham bisa membuatnya lemah,apalagi Abraham sudah tua dan Sara sudah mati haid. Ejekan orang-orang yang juga bisa membuat iman Abraham lemah, tapi dengan membangun mezbah Abraham sedang mek=lihat pada Allah dan kekuatanNya. Mata jasmani Abraham tidak melihat janji itu segera dipenuhi tapi imannya kepada Allah membuatnya bertahan.

Dua puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat untuk memegang sesuatu yang tidak kelihatan. Bila kita dijanjikan suatu barang oleh seseorang, kita pasti akan bertanya-tanya kapan kita akan menerima barang itu. Kita akna menanti-nantikannya, dan terus menanti-nantikannya. Kita akan terus berharap, tapi belum tentu bersedia untuk menunggu selama dua puluh lima tahun untuk menerima janji tersebut. Satu tahun untuk menerima janji tersebut. Satu tahun setelah janji itu diberikan mungkin kita mulai menemukan banyak alasan untuk menuntut. Sepuluh tahun setelah janji itu diberikan kita mulai berkeluh kesah. Dua puluh lima tahun setelah janji itu diberikan dan belum ada tanda-tanda bahwa akan digenapi kita mungkin sudah melupakannya.

Ketika Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun, itu berarti 24 tahun sejak pertama kali janji itu diberikan, Allah menampakkan diri padanya. Allah meneguhkan kembali janjiNya untuk menjadikan Abraham bapa sejumlah besar bangsa. Allah sudah melihat sikap hati Abraham selama tahun-tahun Dia memprosesnya dengan meragukan Allah dan janjiNya. Meskipun janji itu masih belum tergenapi, tapi Abraham percaya bahwa Allah akan membuatnya menjadi sangat banyak, bahkan raja-raja akan berasal darinya. Perjanjian yang diberikan kepada Abraham itu adalah perjanjian yang kekal bukan hanya diberikan kepada Abraham tapi juga bagi keturunannya. Abraham meyakini janji Tuhan, itu sebabnya dia membangun mezbah. Dia mau berpegang pada firman-Nya, bahwa Allah adalah pencipta segalanya. Ketika janji itu belum terwujud sedangkan dia semakun tua, Abraham tetap percaya kepada Allah. Dan iman Abraham terbukti! Di usianya yang ke seratus, Abraham menerima penggenapan dari janji yang ia terima ketika umurnya 75 tahun.


B. Tetaplah teguh akan janji Tuhan untuk memperoleh berkat yang lebih besar

Dalam kehidupan kita, kita juga harus tetap percaya kepada Allah, memegang janjiNya bagaimana pun keadaan kita. Kalau kita hanya melihat masalah keterbatasan kita, kita akan menyerah. Tapi ketika kita berfokus pada Allah, maka kita akan melihat masalah itu kecil bagiNya. Ketika kita melihat Allah maka kita diteguhkan bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Sama seperti Abraham yang dibawa Tuhan keluar dan memandang bintang-bintang yang membuat iman kepercayaannya kembali bangkit. Abraham melihat bagaimana Allah dasyat dan luar biasa dan bahwa alam semesta ada di bawah kendaliNya. Ketika kita lemah, kita harus melihat Allah bukan kekuatan kita, karena Allah sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencanaNya yang gagal (Ayub 42:2).

Tuhan menghendaki kita, anak-anakNYa, memiliki mimpi yang besar, visi untuk melakukan hal-hal yang besar. Visi bukanlah mimpi yang kosong belaka, karena kita memiliki Allah yang sanggup mengadakan yang tidak ada. Segala yang ada sekarang ada karena Tuhan yang mengadakannya, Dialah pencipta langit dan bumi.

Jika kita memiliki iman bahwa kita sanggup melakukan hal-hal yang besar bersama Allah, selamanya Tuhan tidak memakai kita sebagai alatNya. Tanpa iman selamanya kita tidal mengalami mujizat. Jika iman kita kecil kita tidak akan bertumbuh kemanapun.

Ketika Tuhan memanggil saya menjadi pendeta, saya tidak memiliki latar belakang theologia. Secara logika hal ini tidak mungkin, tapi saya terus berpegang kepada Tuhan. Karena saya memiliki iman maka sekarang saya dipakai Tuhan dengan menjadi pendeta. Ketika membeli gedung gereja Keluarga Allah juga terjadi hal yang sama. Sesungguhnya dana utuk membeli gedung tidak ada, tapi karena Tuhan yng menyuruh maka harus dilaksanakan, Dan terbukti Tuhan menyediakan dananya sehingga gedung pun bisa dibeli.

Ada sebuah ilustrasi yang menggambarkan hal ini. Para petani kentang ketika membawa dagangannya ke pasar tidak pernah memisah-misahkan kentang berdasarkan ukurannya padahal harga kentang yang besar lebih mahal daripada kentang yang kecil. Petani cukup melemparkan semua kentang ke dalam bak mobil dan ketika mengantarnya ke pasar mereka memilih jalan yang rusak dan berlubang-lubang. Ketika mobil bergoncang, maka dengan sendirinya kentang yang besar akan makin naik. Karena kentang besar di atas,kentang-knetang kecil akan berada di bawah dan bisa langsung di jual di pasar.

Demikian dalam hidup kita, ketika kira tetap mempercayai Tuhan bahkan dalam masa-masa susah maka kita akan dibawa lebih tinggi lagi. Semakin besar kepercayaan kita kepada Tuhan, semakin besar pula kepercayaan Tuhan kepada kita, sehingga terobosan besar terjadi dalam kehidupan iman kita.

"Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepada dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apapbila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.
Ulangan 28:13​

Karena Abraham terus mendengarkan perintah Tuhan dan tidak meragukanNya, maka Tuhan mengangkatnya menjadi kepada dan bukan ekor. Dalam hidup kita bila kita rindu untuk diangkat Tuhan menjadi kepala dan terus naik dalam segala yang kita kerjakan kuncinya adalah terus mendengarkan suara Tuhan dan melakukanNya.
 
Kunci terobosan berkat #3:
Memberi yang terbaik​


A. Abraham rela untuk dapat mempersembahkan yang terbaik dari semua yang dimilikinya


"Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkannya, sesaui dengan firman Allah kepadanya."
Kejadian 21:2​

Allah memenuhi janjiNya kepada Abraham dengan memberinya seorang anak laki-laki dan Abraham memberinya nama Ishak. Tapi tidak berhenti di situ, Allah juga menguji iman Abraham.

"Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan.
Firman-Nya: "Ambilah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia disana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
Kejadian 22:1-2​

Allah ingin mengetahui apakah Abraham masih mencintai Allah dan mengutamanakan Dia setelah apa yang dijanjikanNya digenapi dalam hidup Abraham.

Terbukti bahwa iman Abraham tetap kokoh di dalam Tuhan. Tanpa bertanya-tanya, Abraham dengan setia memberikan miliknya yang sangat berharga kepada Tuhan. Penggenapan janji yang sudah ia nanti-nantikan selama 25 tahun diminta Tuhan kembali dan Abraham melakukannya dengan tidak menunda-nunda. Abraham tidak mengingat-ingat betapa lamanya waktu yang dijalaninya ketika menatikan penggenapan janji itu. Di atas permintaan Tuhan yang berat itu Abraham bahkan percaya Allah tetap sanggup melakukan segala sesuatu. Abraham percaya bahwa Allah sanggup menghidupkan orang mati dan janji bahwa Allah akan membuat keturunannya sangat banyak akan tetap terjadi. Abraham percaya bahwa segala yang dirancangkan Tuhan pasti mendatangkan kebaikan.

Kepercayaan Abraham ini sangat menggetarkan hati Allah sehingga Allah berkenan dengan hidupnya. Allah berjanjio akan memberkati hidup Abraham dengan berlimpah-limpah, bahkan janji itu diberikan juga untuk keturunannya.

Seperti tertulis dalam ayat berikut:

"Akubersumpah demi diri-Ku sendiri - dmeikianlah firman Tuhan -: Karena engkau telah berbuat demikian,dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, danketurunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
Oleh keturunanmlah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
Kejadian 22:16-18​

Ujian dari Allah tidak pernah dikatakan mudah, bahkan air mata sambil bercucuran ketika mengalaminya. Seringkali kita bertanya-tanya mengapa Tuhan melakukan semuanya itu, mengapa kita mengalami hal-hal itu, apakah kita akan sanggup menanggung semuanya itu. Tuhan menguji kita untuk mengetahui seberapa percayanya kita kepada-Nya. Namanya saja ujian, pasti ingin mengetahui sebesar apa kapasitas kita. Ayub yang pernah mengalami ujian yang sangat besar berkata:

"Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas" Ayub 23:10​

Ujian diberikan untuk mengetahui apakah kita akan timbul seperti emas atau tenggelam seperti kotoran.

Dalam pertandingan angkat besi, jika kita bisa mengangkat beban seberat 50 kg, ketika mengikuti ujian kenaikan tingkat kita harus mengangkat beban seberat 51 kg. Ujian tidak pernah kurang dari standar kekuatan kita. Ujian pasti akan lebih sulit supaya kita memaksa kita untuk mengerahkan segala daya upaya supaya berhasil menyelesaikannya. Apa yang dialami Abraham juga sama. Tuhan sudah berjanjo bahwa Dia akan membuat keturunannya seperti pasir di laut banyaknya, tapi Tuhan justru meminta kembali apa yang sudah diberikanNya. Abraham lulus dalam ujian karena Abraham tidak bersungut-sungut, tidak bertahan hanya pada keinginannya sendiri. Dia melakukan apa yang diminta Tuhan dan tidak berubah setia.


B. Berilah persembahan yang terbaik untuk menerima berkat yang lebih besar

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kadang-kadang kita juga dituntun untuk mengutamanakan keinginan Allah. Dan keinginan Allah seringkali berbeda dengan keinginan kita. Kita ingin memaksa Tuhan menuruti keinginan hati kita, tapi kita tahu bahwa kita harus mentaati Tuhan untuk mengalami pertumbuhan iman. Tuhan menguji kita untuk mengetahui apakah kita mempercayakan hidup kita kepadaNya, apakah kita benar-benar mengerti bahwa Dia lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Ketika kita menuruti perkataannya,kita sedang mengakui bahwa Allah adalah pemilik hidup kita. Ujian juga digunakan Allah untuk dipercayai dengan perkara yang lebih besar. Bila kita didapati tidak setia dan berhenti mengutamakan Tuhan setelah diberkati, maka Tuhan akan berhenti memberkati hidup kita karena ternyata kita tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk diberkati Tuhan dan dipakai untuk perkara yang besar. Bila kita lulus ujian, Tuhan mengetahui bahwa ternyata kiat sudah siap dan sanggup untuk melakukan perkara-perkara yang lebih besar. Tuhan berkata bahwa orang yang setia dalam perkara yang kecil akan dipercayai dengan perkara yang besar.

Saya juga pernah diuji Tuhan. Ketika pembangunan gedung gereja Keluarga Allah berlangsung, Allah meminta saya memberikan rumah yang saya tempati di samping gereja untuk memperluas pembangunan gereja. Saya bergumul sungguh-sungguhm tapi saya mau taat. Karena saya tahu bila saya tetap mempertahankan rumah itu, pemenuhan janji Allah tentang pembangunan gereja tidak akan terjadi. Tuhan memberi saya pilihan,s aya sendiri yang harus memutuskan. Bahkan Tuhan berkata bahwa apapun pilihan saya itu adalah hak saya, meskipun dalam setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Dan saya memilih untuk menjawab kebutuhan pekerjaan Tuhan. Saya menyerahkan rumah itu untuk dibongkar supaya pembangunan gedung gereja bisa berjalan lancar. Tuhan melihat hati kita, apakah kita sanggup menanggung setiap perkara yang diberikan Tuhan. Bila kita sanggup maka jangan heran bila Allah mengikutsertakan kita dalam perkaraNya yang ajaib.

Ada seorang jemaat yang mengalami hal yang sama. Ketika diadakan janji iman, Allah meminta ibu itu mempersembahkan kalung miliknya untuk gereja. Pada awalnya ibu ini menolak. Tapi dorongan Allah sangat kuat dan menggelisahkan hatinnya. Akhirnya dia memutuskan untuk mencopot saja kalung itu. Tapi walaupun sudah dicopo, kegelisahan itu terus mengusik hatinya. Akhirnya ibu itu taat. Dengan menangis dia mempersembahkan kalung itu, meskipun merasa takut bila ditanya oleh ibu mertuanya tentang keberadaan kalung itu. Sesudah ibu itu taat, Allah mulai bekerja. Seperti Abraham, Inu itu diberkati sehingga bisa menjadi berkat.

Ada seorang jemaat yang juga belajar memberi yang terbaik pada Tuhan. Ketika pembangunan gedung gereja akan dimulai saya berkhotbah tentang janji iman.Jemaat ini sedang melayani sebagai choir di depan dan dia merasa tidak senang dengan isi khotbah saya. Did epan matanya terpampang segala kebutuhannya apalagi tidak lama lagi dia akan menikah, yang berarti dia membutuhkan biaya dan rumah juga, Tapi di dalam hatinya Roh Kudus bekerja dan mengusik hatinya sehingga dia memutuskan untuk memberikan setiap bulannya Rp. 50.000,- untuk janji iman. Tapi hatinya tidak tenang Roh Kudus menegurnya bahwa selama ini Tuhan sudah memberkati hidupnya dengan berlimpah-limpah, kenapa hanya sejumlah itu yang diberikan.

Karena hatinya terus menerus terusik dan merasa tidak tenteram, maka pada suatu hari dia berdoa dan bertanya pada Tuhan berapa yang Tuhan inginkan untuk janji imannya. Tuhan menyuruhnya untuk melakukan lebih dari yang sudah dia lakukan. Dia pun mulai menambah jumlah uang yang ia persembahkan, tapi hatinya tidak juga merasa tenteram. Sampai dia berkata, "Tuhan, saya akan menyerahkan sekuruh gaji saya dikurangi perpuluhan, kiriman orang tua dan kebutuhan pokok saya." Tapi hatinya masih merasa terusik.Dan Roh Kudus mengingatkan tentang sepeda motor dan mobilnya yang tidak terpakai karena selama ini dia memakai mobil kantor. Orang inipun memutuskan untuk menyerahkan mobil itu kepada Tuhan. Setelah dia memutuskan hal tersebut, hatinya diliputi dengan sukacita dan dami sejahtera. Dia belajar untuk memberikan yang terbaik pada Tuhan. Roh Kudus berbicara, "Sekarang kamu tidak punya harta lagi sehingga kamu tidak bisa lagi mengandalkannya. Sekarang saatnya mengandalkan Tuhan. Minta apa saja, tapi jangan hal-hal yang kecil. Minta sesuatu yang besar sekalian." Dan anak Tuhan yang taat dan setia ini mencobanya. "Tuhan saya punya sebidang tanah, saya sudah ikut serta membangun rumah Tuhan, tolong Tuhan yang membangun rumah untuk saya. Saya ingin rumah saya jadi sebelum rumahMu jadi." Dengan masih coba-coba, dia mengimani apa yang sudah dia minta. Di luar perkiraan, suatu hari pimpinannya menelpon di kantor dan menanyakan berapa jumlah tabungannya. Dia bingung harus menjawab apa. Bila dia jujur dia takut dianggap bodoh karena memberikannya semuanya kepada Tuhan.Tapi kalau tidak jujur dia juga berdosa. Dan diapun memutuskan untuk berkata yang sebenarnya. Bosnya kagum padanya dan berkata,"Kalau kamu ingin membangun rumah, kamu bilang saja sama saya. Tanah yang kamu puna itu terlalu sempit,lebih baik dijual dan beli yang lebih luas." Ketika dia mendengat itu, dia tidak bisa berkomentar lagi.

Tuhan mencukupkan kebutuhannya. Pada saat dia menikah biayanya sudah terpenuhi. Bahkan sementara dia harus mengontrak rumah selama rumahnya belum selesai dibangun,d ia tidak perlu keluar uang sepeser un karena saudara yang menyediakan rumah lengkap dengan isinya sehingga sendok dan garpu pun tidak perku lagi membeli. Ketika kita selalu belajar untuk memberi yang terbaik, maka Tuhann juga memberi yang terbaik dalam hidup kita. Ketika kita sudah taat melakukan firman-Nya, kita memberi yang terbaik karena kita mengasihi Tuhan, tidak berarti apa yang kita inginkan dan butuhkana akan dengan instan terwujud. Kadang-kadang kita bertanya mengapa Tuhan ijinkan keadaa yang tidak menyenangkan terjadi sedangkan kita sudah menyerahkan segenap hidup kita kepadanya. Ada satu kesaksian yang baik mengenai hal ini. Sepasang suami istri menikah dan menempati rumah kontrakan sejak saat itu. Ketika kontrakan itu habis pemiliknya datang dan meminta mereka meneruskannya dua tahun lagi karena dia membutuhkan uangnya. Sang istri bersyukur atas tawaran tersebut dan bersama suaminya, mereka punya perngharapan bahwa mereka akan menabung selama dua tahun sehingga selesai kontrakan tahun 2003 mereka bisa membeli rumah mereka sendiri. Tapi rencana manusia berbeda dengan rencana Tuhan. Selama dua tahun Tuhan membawa mereka ke padang gurun dan memaksa mereka untuk mengandalkan Tuhan dalam seluruh kehidupan mereka. Suaminya, karena suatu sebab, emgundurkan diri dari pekerjaannya dan selama 4 bulan menganggur. Ketika kembali bekerja gaji yang diterima lebih sedikit dari yang sebelumnya sehingga istrinya benar-benar harus menghemat. Susu anaknya yang sebelumnya selalu yang terbaik menjadi susu yang paling murah.

Suatu hari sang istri mengikuti Konferensi Gereja Sel yang diadakannya di gereja. Dalam salah sat sesi, pembicaraannya menantang peserta untuk memberikan janji iman.Pendeta itu membagikan kertas dan menyuruh peserta untuk menuliskan berapa yanga kan menjadi janji iman mereka. Ibu ini kebingungan karena ia merasa tidak memiliki barang berharga apapun selain suami dan anaknya. Akhirnya kertas itu dibawanya pulang. Di rumah Roh Kudus mengingatkannya tentang seperangkat perhiasan yang diberikan suaminya ketika menikah. Dia ragu karena suaminya memandang perhiasan itu sangat bernilai, dan dia takut bila suaminya menolak untuk memberikannya sebagai janji iman. Lalu ibu ini berdoa bila memang Tuhan menghendakinya mempersembahkan perhiasan itu sebagai janji iman dia meminta Tuhan menjamah hati suaminya.Dan Tuhan menolongnya sehingga suaminya mengerti dan setuju untuk mempersembahkan perhiasan itu sebagai janji iman.

Beberapa hari setelah itu, iblis datang dan mengintimidasi, "Kamu sudah kehilangan akal sehatmu. Kamu itu perlu beli susu, bayar listrik,makan. Kalau kamu jual perhiasan itu, kamu bisa pakai uang itu untuk keperluan hidupmu." Tapi dengan teguh ibu muda ini berkata kepada iblis, "Kamu berkata seperti itu karena kamu nggak merasakan kasih Allah. Tuhan sudah menebus hidupku, menyembuhkan sakitku, memberi aku anak. Aku tidak memeberi persembahan karema meminta sesuatu, tapi karena aku mengasihi Tuhan." Ibu ini mengimani bahwa siapa menabur dia akan menuai. Tetapi selama dua tahun itu, kehidupan mereka tidak menjadi membaik justru semakin memburuk. Tuhan membawa keluarga mereka ke padang gurun. Samapi pernah dia berangkat ke gereja dengan tidak memiliki uang sama sekali. Dia mencari ke sudut-sudut rumah dengan harapan menemukan uang. Dan dia menemukan lima belas keping uang seratus rupiah. Dengan menangis dia membawa uang seribu lima artus itu untuk persembahan di gereja. Hanya itu yang msih dimilikinya.

Desember 2003 kontrakannya habis dan mereka keliling kota untuk mencari rumah. Mereka selalu bertanya dulu berapa harganya. Kalau antara 25 sampai 50 juta, mereka akan masuk dan melihat-lihat. Kalau harganya ratusan juta dia akan langsung pergi tanpa melihat. Dia berkata pada suaminya, "Ini bukan untuk kita. Terlalu jauh untuk kita jangkau." Akhirnya mereka kembali ke rumah orangtuanya. Setiap ada orang bertanya tentang rumahnya dia menjawab, "Ya, sedang dibangun." Mau mengontrak setahun ya sayang karena jadinya nanti sekitar bulan Juni." Mendengar pembicaraan ibunya dengan tetangganya itu, ibu ini menjadi bingung karena saat itu sudah bulan Maret, dalam tiga bulan tidak mungkin dia bisa membangun rumah. Kalau orang tahu ternyata dia bohong itu akan sangat mempermalukannya. Tapi dia berprinsip baik malu dihadapan manusia karena imannya kepada Tuhan daripada malu dihadapan Tuhan karena dia tidak punya iman. Dan Tuhan tidak pernah mempermalukan orang yang berharap kepadanya.

Pada tahun 2004 Tuhan mulai membukakan tingkap-tingkap langit bagi keluarga itu.Tuhan mendatangkan berkat dari segala penjuru mata angin. Mereka bisa membeli rumah bagi mereka sebelumnya tidak terjangkau, tidak sanggup mereka untuk mencapainya. Tapi Tuhan memberikan rumah itu bagi mereka. Ibu ini mengerti bahwa mereka harus dibawa lewat padang gurun terlebih dahulu supaya mereka harus dibawa lewat padang gurun terlebih dahulu suapay mereka merasakan bagaimana mengandalkan Tuhan dan melihatnya sebagai mukjizat. Bila dia bisa menabung dan membeli rumah, dia akan melihat rumah itu biasa-biasa saja dan karena kerja kerasnya sendiri. Tuhan mengajarnya untuk mengerti bahwa kalau bukan karena Tuhan maka semuanya tidak akan terjadi.

Tuhan sering memaksa diri untuk belajar lebih lagi tentang Dia. Tuhan ingin kita mengandalkanNya dan bukan mengandalkan harta kita. Ketika memberikan yang terbaik pada Tuhan kita sedang mengakui bahwa Allah adalah pemilik hidup kita dan berhak sepsenuhnya atas kita. Ketika kita memberi yang terbaik kepada Tuhan maka Tuhan juga akan memberi yang terbaik pada kita.

Tanggal sembilan April tahun 2002, ada seorang ibu yang sedang mengikuti ibadah di gereja. Saat itu gambar yang terpasang sebagai latar belakang altar adalah Tuhan Yesus sedang menggendong domba, tapi bu ini tiba-tiba melihat gambar yang lain. Dlam gambar yang baru itu dia melihat Tuhan Yesus sedang disalib dan darahNya mengalir. Ibu ini menangis karena dia ingin membalas cinta kasih Tuhan tapi dia merasa tidak punya apa-apa yang bisa dipersembahkannya.

Pulang dari kebaktian itu dia mendapati rumahnya sudah habis terbakar. Tapi dengan keadaan seperti itu, ibu ini sama sekali tidak bersungut-sungut dan tetap bisa mengucap syukur. Dia berkata, "Tuhan, dulu saya lahir telanjang. Kalau sekarang habis terbakar itu semua kehendakMu karena semuanya adalah milikMu." Pagi harinya ketika ikut doa pagi seorang diaken menyuruhnya kesaksian tentang apa yang semalam dia alami. Kemudian jemaat yang ikut doa pagi mengumpulkan uang untuk ikut membantunya. Tapi ibu itu berkata, "Pak saya itu tidak merasa kehilangan apapun. Jasmani dan rohani saya Tuhan tolong, bahkan semua anggota keluarga saya selamat. Saya merasa diberkati luar biasa, jadi uang ini saya kembalikan. Ini untuk membantu pembangunan gereja, meskipun hanya sedikit. Saya juga menyerahkan uang yang diberikan saudara-saudara saya untuk pembangunan gereja. Saya bersyukur selama dua tahun saya ditinggal suami, Tuhan memelihara saya bahkana anak-anak saya lulus sarjana semua dan diberkati dengan melimpah. Ini wujud ucapan syukur saya." Lalu seluruh uang sumbangan yang diterimanya, dipersembahkannya untuk pembangunan gereja melalui diaken tersebut. Samapai saat ini ibu ini senantiasa diberkati Tuhan dalam hidupnya. Anak-anaknya semakin berhasil sedangkan ia sendiri juga diijinkan Tuhan untuk bisa bepergian sampai ke luar negeri. Tuhan adalah Tuhan yang tidak pernah mengingkari janji-Nya, asal kita mau setia dan tidak segan-segan untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan.
 
Kunci terobosan berkat #4:
Diberkati dan menjadi berkat​


A. Abraham diberkati dan menjadi berkat.

Ketika Allah memanggil Abraham, Allah memberinya janji bahwa,

Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat.
Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapatkan berkat."
Kejadian 12:2-3​

Janji ini sangat indah dan luar biasa mengingat dalam Kejadian 11:30 dikatakan bahwa Sara mandul. Secara medis bila seorang wanita mandul, maka dia tidak bisa punya anak. Tapi tiba-tiba Allah datang padanya dengan berita bahwa dia akan menjadi bangsa yang besar, sesuatu yang secara akal manusia sangat mustahil. Ketika mereka sampai di Kanaan, Allah kembali memberikan janjiNya, bahwa negeri itu akan diberikan kepada keturunannya.

Tidak hanya itu, Abraham juga menjadi penentu apakah orang lain akan diberkati atau tidak. Ketika Firaun akan mengambil Sara menjadi istrinya, Tuhan tidak mengijikannya.

"Tetapi TUHAN menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu"
Kejadian 12:17​

Tuhan menjaga kehidupan Abraham dengan sempurna. Tidak ada uang sanggup mencelakakan orang-orang yang diberkati Tuhan karena Tuhan yang menjadi perlindungan mereka.

Ketika Lot memisahkan diri dari Abraham, dia mengambil bagian wilayah yang sangat subur dan berlimpah airnya, Abraham pun menerima keputusan itu karena baginya bukan keadaan tanah yang menyebabkan ia kaya tapi berkat Tuhan.

"Setelah Lot berpisah dari Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kau lihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmupun akan dapat dihitung juga.
Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu."
Kejadian 13:14-17​

Kemanapun Abraham pergi, janji Tuhan menyertainya, bahkan ketika orang lain mengambil keuntungan darinya, Tuhan membuatnya menjadi kebaikan. Ketika Tuhan menunggangbalikkan Sodom dan Gomora dalam Kejadian 19:1-29, Tuhan menyelamatkan LoT hanya karena ia ingat kepada Abraham!

Hati Abraham benar-benar melekat kepada Tuhan dan hati Tuhan melekat pada braham. Ketika Abraham mulai merenungi keadaannya yang terbatas, Allah mengulang kembali janjiNya dengan berkata dalam ayat berikut:

"Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat memperhitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
Kejadian 15:5​

Tuhan mengetahui perasaan Abraham, ketika dia lemah Tuhan menguatkannya kembali. Dan karena Abraham terus percaya pada setiap perkataanNya, Tuhan memperhitungkannya sebagai kebenaran.

Luar biasa sekali janji yang diberikan Tuhan kepada Abraham dan Abraham pun dengan setia menanti-nantikan janji itu digenapi.

Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."
Kejadian 15:2​

Dan ketika Tuhan kembali mengulang janjiNya, Abrham pun percaya padaNya seperti ditulis dalam ayat berikut:

"Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Kejadian 15:6​

Ketika Allah memberkati Abraham, berkat itu tidak berhenti hanya untuk Abraham saja

"Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau,dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."
Kejadian 12:3​

Berkat yang diberikan kepada Abraham menjadikannya berkat bagi banyak orang. Bahkan ditegaskan lagi dalam ayat berikut:

"Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya,dan engkau akanmengembang ke seblah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."​

B. Setelah diberkati, kita harus jadi berkat supaya menerima berkat yang lebih besar lagi.

Kita adalah keturunan Abraham seperti yang tertulis dalam Galatia 3:29, Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham harus menjadi berkat bagi sekeliling kita. Ketika kita diberkati, berkat itu tidak akan berhenti hanya bagi kita saja, tapi harus kita salurkan bagi sekeliling kita. Karena kitalah semua kaum di bumi akan mendapat berkat.

Ada dua hal yang Tuhan ingin kita lakukan lebih sungguh lagi, yaitu:

a. Kita semakin mengasihi Allah

Sebagai umat Allah kira wajib untuk mengasihi Allah dengan segenap hati. Dalam Matius 22:37 dikatakan bahwa kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi kita. Bila kita mengasihi Allah maka kita akan mempercayaiNya dan melakukan segala perintahNya.

Jika kita melakukan firman Tuhan maka Dia memberikan jaminan adanya berkat yang melimpah, keberhasilan dan perlindungan yang menyeluruh. Bahkan Tuhan berfirman apa yang tidak pernah kita lihat, apa yang tidak pernah kita dengar dan apa yang tidak pernah kita pikirkan itu akan Dia berikan kepada kita. Jaminan yang Tuhan berikan ini menjadi kekuatan bagi kita. Dehingga dalam menjalani hidup ini kita percaya bahwa apapun yang terjadi selalu mendatangkan kebaikan bagi hidup kita.

b. Kita mengasihi sesama manusia

"Hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Matius 22:39​

Kerinduan Allah adalah setelah kita menerima berkat dari Allah kita harus memberkati sesama kita.Kita harus bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain. Jika kita sudah dipulihkan maka kita harus mulai bergerak utnuk memulihkan keadaan orang lain. Misalnya kita sedang mengalami masalah keuangan, setelah ditolong oleh Tuhan kita harus membantu saudara-saudara kita yang kekurangan. Atau jika kita menderita sakit dan Tuhan memberikan kesembuhan, kita harus mulai menjadi saluran berkat dengan bergerak dengan iman menumpang tangan kita pada saudara kita yang juga membutuhkan kesembuhan.

Untuk bisa memiliki hati yang tergerak menolong orang lain, harus memiliki hati yang mengasihi sesama, Jika kita tidak dapat mengasihi sesama kita seperti mengasihi diri kita sendiri,kita tidak dapat menjadi garam dan terang dunia seperti dikehendaki Allah, Bila kita tidak mengasihi orang-orang disekeliling kita yang kelihatan, maka kita tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak kelihatan.



Penutup​

Abraham adalah orang yang sangat dikasihi Tuhan dan berkenan dihatiNya. tuhan memanggilnya untuk pergi meninggalkan masa lalunya, dan memberinya janji untuk memberkati hidupnya dan menjadikannya berkat bagi banyak orang. Abraham bisa mendapatkan penggenapan janji itu karena Abraham setia dan percaya sepenuhnya kepada Allah. Abraham tidak pernah meragukan kemampuan Tuhan untuk menggenapi janjiNya. Bila Allah menghendka suatu hal, bagaimanapun keadaan di sekeliling kita, Dia akan melakukan apapun untuk memenuhi kehendakNya itu. Iman Abraham menggetarkan hati Tuhan sehingga Tuhan menyebutnya sebagai bapa dari semua orang percaya.

Berkat yang datang dalam hidup Abraham tidak berhenti bagi dirinya sendiri, tetapi karena dia dan keturunannya maka semua orang di muka bumi ini akan mendapat berkat. Kita adalah keturunan Abraham yang juga mewarisi janji Allah bagi Abraham, sehingga kita harus menjadi berkat bagi sekeliling kita. Tanpa kita, orang-orang dunia tidak aakn mendapat berkat.Kitalah sumber berkat bagi dunia.

Kita sebagai umat Allah yang sudah debirkati dengan luar biasa, sudah seharusnya kita membagikan apa yang sudah kita terima dari Tuhan. Jangan sampaikita seperti Laut Mati yang menampung air hanya untuk dirinya sendiri dan tidak ada proses keluar sehingga tidak ada satu tanaman pun bisa tumbuh disekitarnya. Kita adalah anak-anak Allah yang sudah diberkati dengan luar biasa. Ketika kita memberkati orang lain kita akan lebih diberkati lagi karena Tuhan mengetahui bahwa kita layak untuk dipercayai dengan perkara-perkara yang besar. Kita mau seperti aliran air yang tidak pernah berhenti yang membuat pohon-pohon tumbuh subur dan berbuah lebat, memberi makan ikan dan semua mahkluk yang kita lalui. Kita mau hidup kita menjadi dampak bagi semua orangn, karena anak-anak Tuhan adalah jawaban bagi dunia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.