• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Mengaku Densus 88, Dikeroyok di Lokalisasi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
mI7q8.jpg
Seorang pria yang mengaku sebagai anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror dikeroyok pengunjung karaoke di tempat hiburan Argorejo, kompleks lokalisasi Sunan Kuning, Semarang. Pria bernama Bambang Surono (39), warga Purwoyoso, Semarang, ini dikeroyok setelah meminta paksa telepon genggam milik salah satu pemandu karaoke bernama Dewi (17).

Kepala Polsek Semarang Barat Komisaris Dony Suharjo mengatakan, aksi dilakukan pada Senin malam lalu. Awalnya, tersangka datang untuk nongkrong bersama teman-temannya kemudian masuk ruang karaoke. Setelah itu teman-temannya keluar dan tersangka hanya berdua dengan pemandu karaoke tersebut. "Pintu kemudian dikunci dan pada saat itulah pelaku mengaku sebagai anggota Densus 88 dan meminta ponsel korban dengan dalih akan memeriksanya," ungkap Dony, Rabu (11/4/2012).

Ketakutan, korban pun kemudian menyerahkan ponselnya. Pelaku mengatakan ponsel bisa diambil di kantor Resor Sunan Kuning. Namun, setelah ditanyakan pelaku justru mengaku tidak membawanya. Hal itu membuat pengunjung lain geram kemudian mengeroyok pelaku.

Merasa tertipu, Dewi kemudian melapor kepada polisi dan pada Selasa malam pelaku ditangkap di Jalan Ronggolawe, Semarang. Sejumlah barang bukti berhasil disita polisi, antara lain sebuah seragam warna oranye, sebuah lencana polisi, dan kartu nama berlogo burung hantu khas simbol Detasemen Khusus 88 Anti Teror, ponsel Blackberry, dan sepeda motor Yamaha Mio tanpa dilengkapi surat-surat.

Dony menambahkan, tersangka juga sering mengancam akan menembak siapa saja yang menghalangi aksinya meski tidak membawa senjata. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mendapatkan atribut di sebuah toko yang menjual atribut polisi di kawasan Krapyak, Semarang. "Tersangka juga sering mangkal di Pengadilan Negeri Semarang untuk menawarkan jasa bantuan mengurus kasus-kasus hukum agar cepat selesai," tutur Dony.

Pelaku diduga berani mengaku sebagai anggota Densus 88 karena cita-citanya sebagai polisi selalu kandas di tengah jalan. Selain itu, pelaku juga mengaku ingin membantu polisi menjaga keamanan dengan memberikan informasi kepada polisi jika terjadi tindak kejahatan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.