Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Lagi spiral MIXUE yg belum halal, dituntut "umat" untuk dihalalin (diberi label halal oleh pihak yg berwenang).
Haruskah??
Umat sekarang kurang kerjaan. Sampai belain demo untuk hal yg aslinya ga urgent. Semua harus dihalalin, disyariahkan; bahkan kulkas aja dihalalin, bunk diutak atik jadi syariah (padahal mah sama aja). Apa dengan kulkasnya halal, lalu daging babi yg disimpan di dalam kulkas tersebut jadi halal? Atau uang hasil korupsi yg ditaroh di bunk syariah yg sudah berlabel halal jadi barokah?
Indonesia memang mayoritas menganut agama Islam, tetapi masih banyak yg salah memahami konsep syariat. Dan yg parahnya mereka yg salah memahami syariat memaksakan syariat untuk semua orang. Padahal syariat dalam Islam ya diperuntukkan untuk umat Islam, terapkan pada diri sendiri. Bukan untuk umat lain, apalagi dipaksakan. Nah, kalau sesuatu tidak halal bagi diri kita; YA CUKUP HINDARI.
Dan yg paling herannya, umat begitu gencar menghalalkan produk; tetapi lalai menghalalkan sumber dalam diri sendiri. Sibuk mengharamkan makanan, minuman, benda; tapi masih suka mengambil hak orang lain. Contoh, mengambil hak pengguna jalan, mengambil hak waris, melebihi (pembeli) mengurangi (penjual) timbangan, bahkan banyak yg naroh mobil sembarangan hingga menutup akses lewat orang lain, atau bangun pager melewati got (biasanya di RSSSSSSS ). Itu semua yg tidak halal bagimu! Dan tidak ada dispensasi kedaruratan atas keharaman itu. Bahkan lapar pun, haram untuk mencuri.
Sementara produk seperti babi; ada pengecualin keadaan & kondisi tertentu;
QS An-Nahl: 115
Sesungguhnya Allah cuma mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi & apa yg disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yg terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya & tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,"
Ingat Islam mengajarkam kita untuk bersikap adil;
QS. Al-Ma'idah Ayat 8
Dan janganlah kebencianmu kepada suatu kaum mendorong anda untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti kepada apa yg anda kerjakan.
Dan memaksakan atau apalah namanya bukan sesuatu yg adil. Karena baik bagimu, belum tentu baik untuk orang lain. Dan baik bagimu, belum tentu Benar di mata Allah.
Hari ini 09:24
Haruskah??
Umat sekarang kurang kerjaan. Sampai belain demo untuk hal yg aslinya ga urgent. Semua harus dihalalin, disyariahkan; bahkan kulkas aja dihalalin, bunk diutak atik jadi syariah (padahal mah sama aja). Apa dengan kulkasnya halal, lalu daging babi yg disimpan di dalam kulkas tersebut jadi halal? Atau uang hasil korupsi yg ditaroh di bunk syariah yg sudah berlabel halal jadi barokah?
Indonesia memang mayoritas menganut agama Islam, tetapi masih banyak yg salah memahami konsep syariat. Dan yg parahnya mereka yg salah memahami syariat memaksakan syariat untuk semua orang. Padahal syariat dalam Islam ya diperuntukkan untuk umat Islam, terapkan pada diri sendiri. Bukan untuk umat lain, apalagi dipaksakan. Nah, kalau sesuatu tidak halal bagi diri kita; YA CUKUP HINDARI.
Dan yg paling herannya, umat begitu gencar menghalalkan produk; tetapi lalai menghalalkan sumber dalam diri sendiri. Sibuk mengharamkan makanan, minuman, benda; tapi masih suka mengambil hak orang lain. Contoh, mengambil hak pengguna jalan, mengambil hak waris, melebihi (pembeli) mengurangi (penjual) timbangan, bahkan banyak yg naroh mobil sembarangan hingga menutup akses lewat orang lain, atau bangun pager melewati got (biasanya di RSSSSSSS ). Itu semua yg tidak halal bagimu! Dan tidak ada dispensasi kedaruratan atas keharaman itu. Bahkan lapar pun, haram untuk mencuri.
Sementara produk seperti babi; ada pengecualin keadaan & kondisi tertentu;
QS An-Nahl: 115
Sesungguhnya Allah cuma mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi & apa yg disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yg terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya & tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,"
Ingat Islam mengajarkam kita untuk bersikap adil;
QS. Al-Ma'idah Ayat 8
Dan janganlah kebencianmu kepada suatu kaum mendorong anda untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti kepada apa yg anda kerjakan.
Dan memaksakan atau apalah namanya bukan sesuatu yg adil. Karena baik bagimu, belum tentu baik untuk orang lain. Dan baik bagimu, belum tentu Benar di mata Allah.
Hari ini 09:24